SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

WAYANG CAKRUK EFEKTIF SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN KE MASYARAKAT

(Last Updated On: 15 December 2022)
DARI GUNUNGKIDUL: Pentas wayang cakruk dengan dalang Ki Sumarno Purbo Carito di halaman Dinas Sosial DIY, kemarin (13/12). Ini sebagai puncak peringatan HKSN DIY 2022.(KUSNO S. UTOMO/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA – Penuntasan masalah kesejahteraan sosial menjadi tugas pokok Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu caranya dengan melakukan penyuluhan. Dinas Sosial DIY telah menemukan metode ampuh melakukan penyuluhan. Bentuknya melalui media pementasan wayang. Bukan wayang biasa. Tapi sudah dimodifikasi. Namanya wayang cakruk.  Modifikasinya terletak di alur cerita yang dipentaskan.

​Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan, wayang cakruk diadaptasi dari wayang orang. Cakruk memiliki arti pos ronda. Biasanya, pos ronda merupakan tempat berkumpul masyarakat. Bercerita tentang segala persoalan yang ada di antara mereka.

“Sehingga, wayang cakruk dapat diartikan sebagai gambaran kehidupan masyarakat yang sedang berkumpul di pos ronda,” tutur Endang kemarin (13/12). Metode tersebut sudah digunakan sejak 2015 lalu. Tujuannya agar bisa dengan mudah masuk ke masyarakat.

​Kemudian, diciptakan tokoh yang menjadi gambaran manusia-manusia cakruk. Dengan berbagai latar belakangprofesi. Tokoh dalam wayang itu merupakan individu yang dikenal akrab oleh masyarakat. Misalnya, kiai, bupati, camat, dan lurah.

Tokoh-tokoh tersebut menyampaikan pesan sesuai tema yang diusung. Pesan yang disampaikan dibuat menyatu dengan alur cerita. Dikemas dengan dialog yang lucu, polos, dan natural. “Cara ini lebih efektif. Langsung menyasar pada persoalan masyarakat. Tidak bertele-tele,” terang Endang

​Pertunjukkan wayang cakruk menonjolkan dua hal. Yakni  sosial dan spiritual.  Alur ceritanya berlatar belakang persoalan sosial yang sedang hangat dibicarakan. Mulai dari akar masalah sampai dengan solusinya. Durasi pertunjukannytidak seperti wayang tradisional. Wayang cakruk hanya membutuhkan waktu antara tiga hingga empat jam. Dialogyang digunakan adalah bahasa sehari-hari. Bukan bahasa formal. “Sehingga, mudah diterima oleh segala lapisan masyarakat,” katanya.

​“Dengan durasi yang tidak terlalu panjang, penonton dari generasi kekinian dapat menikmati pertunjukkan hingga selesai,” tandasnya.

​Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2022 DIY, Dinas Sosial DIY kembali mementaskan wayang cakruk. Kali ini, digelar di halaman kantor Dinas Sosial DIY Jalan Janti,Bangutapan, Bantul..

​Pentas menampilkan dalang Ki Sumarno Purbo Caritoasal Padukuhan Gari, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Dia merupakan  pimpinan grup Purbo Laras. Grup itu dibina Dinas Sosial DIY sejak 2016 silam.

Saat pentas juga tampil dua bintang tamu. Mbah Baut dan Niken Sarintem. Musiknya diaransemen Bayu Waskito. Seorang seniman yang juga berasal dari Gunungkidul.

​Ceritanya bertajuk Mencak Nggolek Prajaning Awak.Bercerita tentang bantuan sosial dari pemerintah. Agar tepat sasaran, perlu peran dari masyarakat. Dalam cerita tersebut, ada pesan moral agar masyarakat tidak selalu mengharapakan bantuan pemerintah. Masyarakat yang mampu tidak mengaku miskin.  Begitu pula dengan masyarakat yang sebelumnya mendapatkan bantuan. Ketika taraf hidupnya sudah mapan,masyarakat harus berani mengembalikan bantuan tersebut.“Sekarang ini, banyak warga yang tiba-tiba ngaku miskin. Maka lewat wayang ini saya serukan. Hal itu tidak baik,” kata Ki Sumarno.

Peringatan HKSN 2022 diawali dengan agenda doa bersama lintas agama. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial DIY Junaedi menjelaskan, tujuan peringatan HKSN untuk membangun nilai-nilai kesetiakawanan sosial.

Tetap kuat sebagai modal sosial. Stimulus berbagai gerakan peduli dan aksi sosial di masyarakat dalam bentuk apapun. “Sehingga diharapkan dapat mencegah segala hal yang bisa menimbulkan keretakan sosial, kesenjangan dan menciptakan kedaulatan sosial,” katanya. (kus)

Artikel ini telah tayang di RadarJogja dengan judul Wayang Cakruk Efektif sebagai Media Penyuluhan ke Masyarakat, https://radarjogja.jawapos.com/jogja-utama/2022/12/14/wayang-cakruk-efektif-sebagai-media-penyuluhan-ke-masyarakat/

Tentang penulis