SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

“BALAI PRSW SABET JUARA III LOMBA BUDAYA PEMERINTAHAN SATRIYA TAHUN 2020”

(Last Updated On: 3 Maret 2021)

(Yogyakarta, 04 Februari 2021). Reformasi birokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ternyata sudah lama dicetuskan sejak puluhan tahun silam. Hal ini dapat dilihat dari Maklumat DIY Nomor 10 Tahun 1946 tentang Perubahan Pangreh Praja menjadi Pamong Projo yang merupakan titik awal merubah birokrasi sebagai penguasa (pangreh) menjadi birokrasi sebagai pelayan (pamong) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Budaya Pemerintahan.

Dengan adanya perubahan mendasar tersebut, maka perlu adanya budaya organisasi yang menggusur ”adat inkremental” terutama pada kalangan aparatur birokrasi. Mustahil good governance akan terwujud jika mesin penggerak itu sendiri tidak memiliki budaya organisasi yang baik.

Dalam rangka mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani di DIY, maka Pemerintah Daerah DIY berkomitmen dengan membuat langkah strategi melalui Peraturan Gubernur DIY Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan di DIY. Hal ini sebagai upaya sungguh-sungguh untuk menciptakan budaya pemerintahan yang baik di setiap perangkat daerah ataupun instansi publik lainnya di DIY.

Budaya pemerintahan tersebut didasari pada kekhasan budaya di DIY dengan nilai filosofi Hamemayu Hayuning Bawana dan ajaran moral sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh serta semangat golong-gilig. Nilai filosofi tersebut dituangkan dalam SATRIYA yang mempunyai arti watak dan singkatan sebagai berikut:

  1. S (Selaras) artinya dalam kehidupan selalu menjaga kelestarian dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, alam dan sesama manusia
  2. A (Akal budi luhur-jatidiri) artinya keluhuran jatidiri seseorang merupakan pengejawantahan perikemanusiaannya
  3. T (Teladan-keteladanan) artinya dapat dijadikan anutan/ sebagai teladan/ contoh oleh lingkungannya
  4. R (Rela melayani) artinya memberikan pelayanan yang lebih dari yang diharapkan masyarakat
  5. I (Inovatif) artinya selalu melakukan pembaharuan yang bersifat positif ke arah kemajuan individu dan kelompok
  6. Y (Yakin dan percaya diri) artinya dalam melaksanakan tugas selalu didasari atas keyakinan dan penuh percaya diri bahwa apa yang dilaksanakan akan membawa kemajuan dan manfaat baik ke intern maupun ke ekstern
  7. A (Ahli-profesional) artinya mempunyai kompetensi, komitmen dan prestasi pada pekerjaannya.

Sebagai wujud komitmen Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (Balai PRSW) dalam mendukung Pemerintah Daerah DIY dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani, maka pada tahun 2020 Balai PRSW memberanikan diri untuk mengikuti Lomba Kelompok Budaya Pemerintahan SATRIYA.

Landasan kuat untuk mengikuti lomba tersebut dikarenakan Balai PRSW pada tahun-tahun sebelumnya telah mencoba menerapkan praktik nilai-nilai budaya pemerintahan SATRIYA kepada setiap Aparatur Sipil Negara, Tenaga Bantu dan aparatur birokrasi lainnya di Balai PRSW.

Praktik implementasi budaya pemerintahan SATRIYA di Balai PRSW dimulai dari unsur Pimpinan dan Kelompok Budaya Pemerintahan (KBP) sebagai modal utama. Kemudian setiap Pimpinan dan KBP memberikan pemahaman (internalisasi) dilingkungan kerja terdekat. Bagaimana Pimpinan dan KBP dapat menjadi contoh teladan dalam bersikap dan berperilaku serta ”menularkan” nilai-nilai dan praktik budaya pemerintahan SATRIYA sehingga secara perlahan-lahan memberikan dampak yang baik.

Pada akhir tahun 2020, Tim Penilai Lomba Budaya Pemerintahan SATRIYA dari Pemerintah Daerah DIY melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus melakukan penilaian tentang praktik implementasi budaya pemerintahan SATRIYA di Balai PRSW. Akhirnya, pada tanggal 4 Februari 2021 Balai PRSW mendapatkan undangan untuk menghadiri Penganugerahan Penghargaan Pemenang Kompetisi Kelompok Budaya Pemerintahan Tahun 2020 di Unit IX, Kepatihan, Yogyakarta dengan mendapatkan Juara Terbaik III.

Sebagai penutup, diharapkan ”Dakwah Birokrasi” melalui praktik budaya pemerintahan SATRIYA hendaknya dapat secara terus menerus dilakukan oleh unsur Pimpinan dan KBP di setiap perangkat daerah dan instansi publik lainnya.

Salam JOGJA (yang) ISTIMEWA, INDONESIA (semakin) MAJU.

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar