SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

DIY RAIH JUARA PERTAMA DI DUA KATEGORI PADA PUNCAK PERINGATAN HUT TAGANA KE-17 TINGKAT NASIONAL

(Last Updated On: 1 April 2021)

(Rabu, 31 Maret 2021) Kepala Dinas Sosial (Dissos) DIY, Endang Patmintarsih, S.H, M.Si menghadiri acara puncak peringatan HUT TAGANA di Plaza Pantai Timur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dihadiri 582 orang, acara tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam acara tersebut. Di antaranya ada TAGANA Menjaga Alam (TMA). Kegiatan ini berupa penanaman 2,7 juta batang pohon mangrove dan tanaman keras lainnya dalam upaya pencegahan bencana.

Berikutnya ada Fasilitasi dan Aktivasi Kawasan Siaga Bencana (KSB) yang merupakan upaya pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat dengan cakupan kawasan yang berpotensi mengalami jenis bencana yang sama.

Selanjutnya ada TAGANA Masuk Sekolah (TMS) yang dilakukan sebagai upaya sosialisasi kesiapsiagaan terhadap bencana kepada seluruh anak, guru, dan orang tua di sekolah. Dalam kegiatan ini peserta dikenalkan dengan berbagai jenis bencana, model pengurangan resiko bencana, strategi kesiapsiagaan, mitigasi menghadapi bencana, pengorganisasian serta penanggulangan bencana di satuan pendidikan. Meski beberapa bulan belakangan kegiatan tatap muka ditiadakan di sekolah-sekolah, namun di masa pandemi COVID-19 ini TMS tetap berjalan dengan pemilihan alternatif sasaran di Panti Asuhan Anak, Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak.

Ada juga kegiatan bakti sosial dan lingkungan yang merupakan bentuk kesadaran masyarakat sebagai bagian dari ekosistem alam. Ini diwujudkan dengan tindakan bersih-bersih sampah di sekitar Pantai Pangandaran. Selain itu dilaksanakan juga acara Deklarasi 1000 Nelayan Siaga Bencana, sebagai wujud kesadaran bersama masyarakat pesisir, akan kesiapsiagaan terhadap tanda-tanda perubahan alam yang biasanya diikuti oleh terjadinya bencana.

Di antara seluruh kegiatan, Perlombaan Kecakapan TAGANA menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang uji bakat, keterampilan dan kecakapan personil TAGANA dalam melaksanakan tugas di lapangan. Khusus untuk kegiatan ini, demi meraih prestasi terbaik, setiap tahunnya kontingen TAGANA DIY selalu mengirim atlet-atlet baru untuk mengikuti berbagai perlombaan di Jambore Nasional. Meski kali ini belum berhasil menjadi juara umum, dari 8 kategori lomba kontingen TAGANA DIY berhasil menjadi Juara Pertama 2 kategori, yaitu di bidang Dapur Umum dan bidang Shelter. Diharapkan dengan adanya kesempatan tampil sebagai atlet di momentum tahunan semacam ini, akan membuka wawasan, memperkuat mental dan kapasitas TAGANA DIY sehingga menjadi lebih tangguh, berdedikasi, loyal dan berkomitmen.

Menteri Sosial RI, Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T dalam sambutannya menyebut TAGANA sebagai produk kearifan lokal. Menurut kesaksiannya, TAGANA bekerja dalam sepi, tidak ada orang yang meliput, tidak ada orang yang ingin tahu siapa yang bekerja. Namun TAGANA telah berhasil membuktikan kehadirannya dengan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam penanganan bencana. Tidak hanya menangani bencana alam, namun juga berkiprah dalam menangani bencana sosial dalam beberapa kesempatan.

Sinergitas lintas sektoral antar Kementerian/Lembaga/Daerah merupakan hal yang mutlak dilakukan sebagai bagian dari penanganan korban bencana, agar korban bencana dapat tertangani secara cepat dan tepat. Dalam penanggulangan bencana, TAGANA terjun langsung ke lokasi kejadian untuk mengupayakan keselamatan dan memberikan pelayanan kepada korban. Sedangkan Kementerian Sosial mengupayakan pemberian bantuan berupa permakanan dengan Layanan Dapur Umum, pendirian tenda darurat, dan Layanan Dukungan Psikososial serta mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia akibat bencana.

(AC)

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar