SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

BBRSPDI KARTINI: TUJUAN REHABILITASI TIDAK SEKEDAR KEMBALI KE KELUARGA, TETAPI HARUS MENGHASILKAN UANG

(Last Updated On: 8 April 2021)

Persoalan utama masalah sosial di Indonesia didomonasi oleh faktor kemiskinan. Maka solusi terhadap persoalan sosial tersebut adalah dengan memberdayakan PPKS agar bisa lepas dari kemiskinan. Caranya, dengan pemberdayaan ekonomi dan bukan sekedar untuk kembali ke keluarga.

Demikian disampaikan Juena Br. Sitepu, S.Sos, M.Si, Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) “Kartini”, ketika menyambut kunjungan dari Dinas Sosial DIY pada hari Selasa, 6 April 2021.

Dari kiri: Ferry Yudha Adi Darma Kepala Bidang Penguatan Lembaga Masyarakat dan Desa pada … Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara, Juena Br Sitepu, S.Sos. M.Si (Kepala BBRSPDI “Kartini”, dan Endang Patmintarsih, SH.,M Si (Kepala Dinas Sosial DIY)(pic: BW)

“Untuk itulah, pelayanan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual “Kartini” adalah menjawab inti permasalahan sosial yang utama, yaitu faktor ekonomi. Begitu selesai rehabilitasi, alumni BBRSPDI harus bisa kerja untuk menghasilkan uang. Tidak seekdar kembali ke keluarga, “ papar Juena Br. Sitepu.

Kunjungan Dinas Sosial DIY yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, SH, Msi, dikemas dalam dengan tajuk Tukar Belajar ke BBRSPDI “Kartini Temanggung. Rombongan diterima di Aula BBRSPDI untuk mendapatkan paparan sekilas tentang profil kelembagaan dan sesudahnya diajak berkeliling lingkungan Balai.

Endang Patmintarsih dalam sambutan pendahuluan menyampaikan bahwa tujuan dari tukar belajar ini adalah belajar dari pengalaman dan prestasi BBRSPDI dalam merehabilitasi PPKS penyandang disabilitas intelektual sehingga bisa berdaya dan mandiri secara sosial. Selain itu, melihat kemungkinan-kemungkinan kolaborasi antara BBRSPDI Kartini dengan Balai-Balai dibawah Dinas Sosial DIY dalam pelayanan sosialnya.

“Kami membawa perwakilan dari empat Balai di bawah Dinas Sosial DIY. Penanganan PPKS Balai di DIY ada yang sama sebagaimana yang ditangani BBRSPDI. Tentu sangat mungkin untuk bisa berkolaborasi demi peningkatan kualitas pelayanan sosial bersama. Perkembangan BBRSPDI begitu luar biasa sehingga tidak hanya melayani disabilitas intelektual saja, tetapi juga lainnya seperti ODGJ dan lain-lain. Kami ingin melihat langsung pelayanan di sini,” papar Endang Patmintarsih.

Juena Br. Sitepu menyambut baik maksud dan tujuan tukar belajar Dinas Sosial DIY. Menurutnya, kolaborasi sangatlah mungkin. Ditambahkan, apa yang dilakukan BBRSPDI merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Sosial yang baru, bahwa pelayanan sosial tidak hanya berhenti pada rehabilitasi, tetapi juga harus ada unsur pemberdayaan, perlindungan dan jaminan sosial.

“Tidak mudah untuk mewujudian visi tersebut. Awalnya harus berani ikhtiar. Optimis bahwa semua PPKS dengan ragam disabilitas bisa kami terima dan kami layani. Karena mereka punya potensi untuk diberdayakan. Dari situlah kami mengarahkan mereka untuk mendapatkan rehabilitasi, khususnya vokasional.”


BBRSPDI memberikan pelatihan kerja bagi PPKS berupa keterampilan membuat aksesoris, gerabah, pertukangan kau, beternak lele, nila, koi, pertanian hortikultura, keterampilan house keeping, laundry bahkan sampai pelatihan pemasaran produk.

“Semua keterampilan yang kami ajarkan harus bisa dijual ataupun harus menghasilkan produksi yang laku di pasaran, serta layak dipamerkan. Kami sudah memasarkan 500 produk batik ciprat kami, baik secara online ataupun lewat pameran. Produk batik ciprat ini menjadi top 15 inovasi pelayanan publik. Kami memiliki galeri, kafe kantin yang ramai dikunjungi, yang didalamnya mempekerjakan penyandang difabel. Kami memiliki hasil pertanian seperti labu kuning dan ketela rambat yang berkualitas dan laris. Dari sini para PPKS yang kami layani mendapatkan pengalaman berwirausaha dan bisa mengembangkannya sendiri selepas rehabilitasi.”

Untuk mendukung kesuksesan rehabilitasi, BBRSPDI dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti layanan berbagai jenis terapi, fasilitas kesehatan, ruang belajar, berbagai ruang keterampilan, perpustakaan dan fasilitas pendukung lainnya.

Penyambutan rombongan kegiatan Tukar Belajar Dinas Sosial DIY ke BBRSPDI Kartini) (Pic: BW)
Peserta kegiatan Tukar Belajar berkesempatan berdialog langsung dengan pegawai dan instruktur BBRSPDI Kartini di salah satu fasilitas yang tersedia.(Pic:BW)

Selain melihat-lihat berbagai sarana prasarana penunjang, rombongan juga berkesempatan untuk berdialog dengan instruktur, pekerja sosial, terapis, dan juga PPKS yang sedang praktek pelatihan kerja. Setelah menikmati lingkungan dan berkesempatan melihat ruang galeri dan kafe, rombongan Dinas Sosial DIY minta diri untuk bertolak kembali ke Yogyakarta. (fer)

5 1 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar