....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

Antusiasme Warga Binaan Sosial BRSBKL Yogyakarta dalam Pemilu Tahun 2019

(Last Updated On: 19 April 2019)

Yogyakarta, 17 April 2019

Dalam rangka Pemilu 2019, BRSBKL Yogyakarta memfasilitasi pemberian hak sebagai warga Negara Indonesia dalam  Pemilihan Umum Tahun 2019 sesuai peraturan Perundang Undangan  yang berlaku. Warga binaan sosial BRSBKL mendapatkan hak nya dalam pemungutan suara Pemilu tahun 2019 kali ini. Sebanyak 4 Warga Binaan Sosial (WBS) Gepeng memberikan suaranya di TPS 11 Tegalrejo Yogyakarta dan sebanyak 11 WBS Eks Psikotik memberikan suaranya di TPS 20, TPS 21, TPS 22 di Purwomartani Kalasan Sleman. Didampingi oleh Kepala BRSBKL Yogyakarta langsung ( Hinukoro Aji, SH) dan didampingi oleh pekerja sosial dan pramubakti, para WBS telah menunaikan kewajibannya sebagai warga Negara.

Bagaimanakah kira-kira antusiasnya WBS ?

Pesta demokrasi rakyat Indonesia telah sampai pada waktunya, 17 April 2019 seluruh Warga Negara Indonesia melaksanakan pemilihan umum secara serentak guna memilih Presiden dan wakil Presiden, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, anggota DPD. Tidak mau ketinggalan dengan kemeriahan pesta demokrasi tersebut, warga binaan sosial BRSBKL juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan hak suaranya pada pemilihan umum tahun ini.

Sejak pukul 09.00 WIB Warga Binaan Sosial Bina Karya telah bersiap siap untuk menuju TPS yang telah ditunjuk guna memberikan hak suaranya. Sebanyak 50 orang WBS Bina Karya yang setelah di data oleh KPU Kelurahan Bener Tegalrejo Yogyakarta pada bulan Maret yang lalu ternyata yang mempunyai KTP hanya 9 orang saja dan berhak mendapatkan formulir A5, setelah berjalannya waktu sampai hari pencoblosan tiba tanggal 17 April 2019 ternyata yang mau mencoblos sebanyak 4 orang WBS. WBS yang terdaftar merupakan WBS yang mempunyai identitas diri KTP yang sah,sehingga diberikan haknya untuk mengikuti pemungutan suara. Para WBS didampingi oleh pekerja sosial menuju ke TPS 11 yang lokasinya tak jauh dari BRSBKL unit Bina Karya dan memberikan suaranya disana.
Sementara itu di lokasi lain yaitu di BRSBKL Unit Bina Laras yang merupakan unit pelayanan rehabilitasi sosial bagi warga binaan sosial eks psikotik, yang dalam hal ini merupakan penderita Disabilitas Mental atau sering disebut juga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mendapatkan hak nya untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum tahun ini. Sesuai dengan pasal 5 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu disebutkan, penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemilih, sebagai calon Anggota DPR, sebagai calon Anggota DPD, sebagai calon Presiden/ Wakil Presiden, sebagai calon anggota DPRD, dan sebagai Penyelenggara Pemilu. Selanjutnya, berdasarkan surat nomor 1401/PL.02.1-SD/01/KPU/XI/2018, KPU melakukan pendaftaran terhadap pemilih dengan Disabilitas Mental untuk Pemilu 2019
Sebanyak 250 warga binaan sosial eks psikotik yang telah dilakukan pendataan oleh KPU Kabupaten Sleman, WBS yang mempunyai KTP sebanyak 42 orang. Kemudian dari 42 orang WBS yang mempunyai KTP tersebut setelah diseleksi yang masuk menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) sejumlah 25 orang WBS. Sebelumnya pada tanggal 27 Maret 2019 lalu telah dilakukan sosialisasi tata cara pemilihan umum oleh KPU Kabupaten Sleman dan relawan demokrasi Sleman. Dari 25 WBS eks psikotik yang terdaftar di DPT hanya sebanyak 11 orang yang mau mengikuti pemungutan suara, sebanyak 2 orang WBS memberikan suaranya di rumah dan sisanya tidak berkenan. Didampingi langsung oleh Bapak Kepala BRSBKL Yogyakarta (Bapak Hinukoro Aji, SH), pekerja sosial dan pramubakti, WBS eks psikotik menuju ke TPS yang telah ditunjuk, yaitu TPS 20, TPS 21 dan TPS 22 yang lokasinya tidak jauh dari BRSBKL Unit Bina Laras yaitu di Perumahan Pertamina Purwomartani Kalasan Sleman.

Selama pemungutan suara berlangsung tidak ada kendala berarti bagi para WBS tersebut. Masyarakat sekitar yang ikut mencoblos juga telah mengerti dan memahami keberadaan WBS yang mempunyai hak sama dalam pemilu tahun ini. Hal yang wajar saat ada seorang WBS yang cemas dan takut untuk mencoblos, dikarenakan baru pertama kali ini dilakukan dan masih merasa asing dengan hal tersebut, tetapi setelah dibujuk akhirnya mau untuk mengikuti pencoblosan surat suara. Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah ikut serta dalam pemungutan suara pemilihan umum tahun 2019 ini, semoga siapapun presiden yang terpilih nantinya dapat mengemban amanah yang telah diberikan kepadanya.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.