SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

MENGENAL ESTU DWIYONO: ALUMNI ANAK ASUH PSAA YANG SEKARANG MENJADI LURAH PUCUNG!

(Last Updated On: 6 August 2024)
Estu Dwiyono, Alumni PPSA/BRSPA Dinas Sosial DIY yang menjabat sebagai Lurah Pocung (dok: brspa)

Estu Dwiyono, adalah Alumni anak asuh dari PSAA Budhi Bakti Gunungkidul. Panti Sosial Anak asuh yang saat ini namanya sudah berubah menjadi Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekarang Estu menjabat sebagai Lurah di Kalurahan Pucung, Kecamatan Girisubo, Kab. Gunungkidul, DIY.

Tahun 2005, adalah tahun dimana Estu Dwiyono menjadi hari-hari sebagai anak asuh di PSAA Budhi Bakti Gunungkidul. Ketika itu, setelah lulus SMP, karena keterbatasan finansial, Estu nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Tetapi Estu tidak menyerah. Kemauannya begitu kuat, hingga akhirnya setelah mendapatkan pelayanan di PSAA, dia dapat melanjutkan sekolah di SMA sampai tamat. Estu menjadi anak asuh selama 3 (tiga) tahun yaitu sejak tahun 2005 sampai dengan 2007.

Selama menjadi anak asuh di PSAA banyak sekali pelajaran yang Estu dapatkan, mulai dari pembentukan karakter diri, penguatan motivasi dan semangat hidup. Modal utama bagi Estu untuk mengubah nasibnya sendiri dan keluarga. Karakter Estu berkembang, hingga memiliki visi misi jauh ke depan. di PSAA, Estu menunjukkan kesadaran untuk memperbaiki diri. Di sinilah peran pendamping atau pengasuh balai sangat besar dalam memberikan pendampingan kepada anak asuh seperti Estu. Pengalaman dalam membekali anak asuh dengan latihan kemandirian dan motivasi dari pengasuh menjadi semangat atau spirit untuk meraih cita-cita anak asuh seperti Estu.

Usai lulus SMA, Estu Dwiyono merasa harus menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat. Mengapa? Karena pada saat di PSAA semua kebutuhan sudah di jamin oleh PSAA, terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasar, seperti sandang, pangan, pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya. Setelah lulus SMA, ia harus kembali lagi di lingkungan keluarganya. Semangat Estu untuk mengubah nasib diri dan keluarganya begitu luar biasa. Ia bertekat untuk siap melakukan pekerjaan apapun, sepanjang pekerjaan tersebut halal. Maka, Estu pernah melakoni pekerjaan sebagai karyawan toko bangunan, buruh dan pekerjaan kasar lainnya.

Keinginan Estu untuk memperbaiki nasib diri dan keluarganya begitu kuat. Estu menyadari bahwa untuk mengubah nasib, jalan yang harus ditempuh adalah melalui jenjang pendidikan. Oleh karena itu, ia berusaha untuk terus dapat melanjutkan pendidikankannya di jenjang perguruan tinggi. Melalui program beasiswa, akhirnya Estu dapat menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Yogyakarta sampai lulus sarjana. Setelah lulus, Estu bekerja pada sebuah lembaga pendidikan bimbingan belajar Neutron, yang akhirnya menghantarkannya sebagai Kepala Cabang Neutron di Bali.

Tahun 2019, Estu Dwiyono kembali ke Jogja dan menjadi Lurah di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Berkat pendidikan, suri tauladan dan semangat yang diberikan oleh pengasuh PSAA, dirasakan oleh Estu Dwiyono sebagai sesuatu yang sangat berharga ketika menjadi orang nomor satu di Kalurahan. Di sela-sela kesibukannya sebagai Lurah, Estu Dwiyono sekarang ini masih menyempatkan diri menempuh pendidikan tinggi jurusan Ilmu Hukum di Yogyakarta dan sedang menyusun skripsi.  Tentu besar harapan,, semoga segera lulus dan dapat menempuh pendidikan lanjutannnya. 

Saat ini Kalurahan Pucung juga menerima Dana Keistimewaan atau Bantuan Keuangan Khusus di (BKK) tertinggi di DIY, yaitu 6,25 Miliar Rupiah untuk pembangunan desa. Sehingga nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pucung, mengingat Pucung ini merupakan salah satu kelurahan yang paling jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Harapannya, kelak upaya ini bisa mendukung pembangunan budaya dan pariwisata, dan mampu memberi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat luas.

Kepada juniornya di BRSPA DIY, Estu berpesan: “Urip iku Urup“, (terjemahan: hidup adalah menyala) sehingga bisa bermanfaat bagi diri, Keluarga dan masyarakat di sekitarnya. (Hfz)

Untuk mendapatkan informasi tentang Balai RSPA dapat menghubungi Nomor telp/WA : 0812 1572 0002.

388390cookie-checkMENGENAL ESTU DWIYONO: ALUMNI ANAK ASUH PSAA YANG SEKARANG MENJADI LURAH PUCUNG!

Tentang penulis

Pekerja Sosial di BRSPA DIY merangkap admin website