SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

RAPAT FINALISASI DRAF RANCANGAN PANDUAN PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR PADA BALAI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS BALAI RSBKL UNIT BINA LARAS BERSAMA PUSAT REHABILITASI YAKKUM DAN FORUM PRB DIY

(Last Updated On: 6 September 2022)

SLEMAN – Bertempat di Restoran Kampung Soka Purwomartani Kalasan, Pusat Rehabilitasi Yakkum sebagai fasilitator pada kegiatan Focus Group Discussion ini, bersama Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras unit Bina Laras dan  Forum Pengurangan Resiko Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum PRB DIY) melaksanakan Rapat Finalisasi Draf Panduan Pencegahan Penyakit Menular di Balai Rehabilitasi Sosial Disabilitas Mental. Dalam rapat tersebut dihadiri dari unsur Lembaga dan Masyarakat yaitu Bappeda DIY, Perwakilan Dinas Sosial DIY, Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Perwakilan Kalurahan Puromartani, Pekerja Sosial Masyarakat, dan Perwakilan PPKS Disabilitas Mental Bina Laras. Acara ini merupakan tahapan terakhir dari beberapa rangkaian FGD yang telah dilaksanakan sebelunya. Adapun tahapan yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu pengakajian data dokumen pendukung, penggalian gap data hasil pengkajian, dan penyampaian draft nol panduan. Harapan dari hasil finalisasi penyusunan buku panduan “Pencegahan Dan Penanganan Penyakit Menular Pada Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental” dapat segera diselesaikan. Penyusunan buku ini merupakan salah satu upaya pendokumentasian praktik-praktik pencegahan dan penanganan penyakit menular pada situasi pandemi covid-19 di Balai Rehabilitasi Bina Laras. Penyusunan dilakukan atas kerjasama antara Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL), Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Yogyakarta.

Pada kesempatan ini, dilakukan Konsultasi Publik hasil akhir Draf Panduan dengan melibatkan berbagai pihak, agar dapat mensinergikan peran lintas sektor, sehingga tersusun Panduan Pencegahan Penyakit Menular di Balai Rehabilitasi Sosial, yang dapat menjadi acuan, dan mampu menjadi pionir dalam hal upaya pencegahan penyakit menular yang terintegrasi. Kegiatan diawali dengan pengantar dari Forum PRB DIY yang menyampaikan pentingnya upaya mitigasi dalam menghadapi bencana seperti pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Sehingga upaya semacam ini, menjadi sangat penting dan bermanfaat untuk PPKS maupun Petugas yang berada di Balai Rehabilitasi. Mengingat pelaksanaan pencegahan penyakit menular bagi PPKS yang tinggal secara komunal di Balai Rehabilitasi Sosial  akan berbeda dengan pelaksanaan pencegahan penyakit menular di masyarakat pada umunya, sehingga diperlukan adanya penyesuaian.

Selama Proses diskusi, Bapak M. Taufik dari Bappeda DIY menyoroti tentang rasio SDM dengan jumlah PPKS, dan memberikan usulan kepada Balai Bina Laras untuk dapat menghitung berapa unit cost dari setiap PPKS, sehingga didapatkan standar minimal anggaran per PPKS. Unit Cost ini dapat dijadikan sebagai bahan diskusi dengan Bappeda DIY sebagai pihak yang menentukan pagu anggaran bagi pelaksanaan program di Balai RSBKL. Bapak Taufik juga menyampaikan pentingnya Buku Panduan ini, sebagai instrumen pada kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Bappeda DIY nantinya.

Bapak Agung Purnomo selaku perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, menyampaikan dukungannya dan masukan, agar buku ini tidak hanya terfokus pada penanganan pandemi Covid-19 saja, namun juga beberapa penyakit menular lainnya, diantaranya TB dan HIV pada kelompok disabilitas mental. Setelah melalui tahapan review dari peserta diskusi, maka selanjutnya akan dilakukan perbaikan final sebelum akhirnya disahkan. harapannya penyusunan buku ini sebagai salah satu bentuk respon kepedulian terhadap kerja kemanusiaan khususnya pencegahan dan penanganan penyakit menular pada situasi pandemi covid-19 khususnya bagi para warga binaan di BRSBKL Unit Bina Laras. Dengan harapan bisa memberikan rujukan atau panduan untuk mencegah terjadinya penyakit menular dan atau penanganan melalui keterampilan dan pembelajaran kepada balai-balai di Indonesia. (Agus Hardi Nata)