....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

Turut Berduka cita atas Berpulangnya Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie - Presiden RI ke-3 (1936 - 2019) ....Jasamu Bagi Indonesia Takkan Terlupakan...

DINAS SOSIAL DIY MEMPERINGATI DETIK- DETIK PROKLAMASI (YOGYAKARTA IBUKOTA REPUBLIK)

(Last Updated On: 20 Agustus 2019)

Yogyakarta, (19/08/2019). Suasana guyub rukun dan kerja bersama itu dulu telah diteladankan oleh para pendiri bangsa tatkala berjuang bersama di Republik Jogja tahun 1945-1949. Pada masa itu jiwa kebangsaan membakar dada setiap pemimpin yang menyatu dengan rakyat, realita dari filosofi Manunggaling kawulo Gusti. Ketika itu pula cara berjuang yang berPancasila disampaikan dan mewujud dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Karena, digerakkan oleh pemimpin lintas etnik dan lintas agama bahwa dari kota inilah tonggak awal pergulatan sebagai bangsa merdeka dipancangkan.

Bertempat di halaman parkir Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, upacara bendera peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke 74 tahun 2019 dilaksanakan, tepat tanggal 17 Agustis 2019. Dihadiri Kepala Dinas Sosial sebagai Inspektur Upacara, berlangsung dengan khidmat. Satu persatu susunan acara terlalui.

Komandan upacara, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia dan Jaminan Sosial, Mulyanta dengan tegas dan lantang memberikan apa-aba kepada seluruh peserta upacara. Dua ratusan peserta upacara hadir pagi itu. Tidak hanya ASN / PNS dari Dinas Sisial DIY, tapi juga ASN/PNS dari balai-balai sebagai UPTD Dinas Sosial DIY. Tampak hadir pula kepala-kepala balai menyertai.

Kepala Dinas, dalam sambutan membacakan Sambutan Gubernur DIY mengatakan : “sebagai bangsa kita harus bisa keluar dari kebiasaan hanya menengok ke belakang, tetapi hendaknya lebih berorientasi ke depan sehingga kita bisa membangun generasi baru yang mampu menapaki tegalan berbatu mendaki bukit keberhasilan dimana Indonesia bisa setaraf negara-negara maju”.

Lebih lanjut Kepala Dinas menyampaikan : “Untuk itu kita harus menumbuhkan kultur baru : culture of excellence -kultur keunggulan- di semua bidang kehidupan, dimulai dari arena pendidikan. Tema keunggulan sangat menentukan tingkat kemajuan dan martabat bangsa yang digerakkan oleh visi akbar yang sanggup meminta pengorbanan dari segenap warga”.

Pada akhir upacara, Purwanta staf Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) membaca doa yang menyentuh. Berikut potongan kalimat doa tersebut : ” Ya Allah, Tuhan yang maha pemersatu jadikanlah detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa kami dengan sepenuh jiwa, yang hidup dalam keberagaman dan kebhinekaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kami cintai dan Limpahkanlah karuniamu yang datangnya dari langit maupun dari bumi”. Sebuah potongan doa yang mementingkan persatuan dan kesatuan. Proklamasi diharapkan sebagai momentum perekat.

Ditulis oleh : budhi wibowo, Kasi Penyuluhan Sosial.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.