....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

SOSIALISASI KEBIJAKAN KELITBANGAN TAHUN 2018

(Last Updated On: 16 November 2018)

Yogyakarta (20/05/2018). “Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, mempunyai peran untuk memberikan informasi pembangunan sosial kepada Pimpinan Terpilih di Republik ini”, demikian salah satu simpulan yang disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI. Drs. Mulia Jonie. M.Si.

 

Beberapa orang tampak serius memperhatikan pemaparan DR. Imron Rosyadi tentang hasil penelitian Pemanfaatan Bantuan PKH. Salah satu lokasinya adalah di Kabupaten Sleman. Acara ini menjadi berbeda karena hari itu Kamis, 17 Mei 2018 adalah Kamis Pahing dan merupakan awal puasa Ramadhan tahun ini. Kamis Pahing, menjadi berbeda karena ASN di Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mengenakan pakaian adat Ngayogyakarta Hadiningrat.

Peserta yang hadir sebanyak 35 orang terdiri dari Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta, Bappeda kabupaten Sleman. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahtereraan Sosial. Balai Penelitian Kesejahteraan Sosial, SDM PKH dari korwil, korkab, korcam, pendamping dan supervisor. Sedangkan dari Dinas Sosial DIY tidak kurang hadir Kepala Dinas, sekretaris, kepala bidang pengembangan sosial, kepala subag program dan teknologi Informasi, kasi KTK PM dan jamsos serta dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

 

Temuan menarik dari penelitian ini adalah masih ditemukannya beberapa KPM PKH yang memanfaatkan  bantuan tidak sesuai dengan peruntukkan yang seharusnya. Bantuan ada yang digunakan untuk membeli HP dan kebutuhan konsumstif lainnya.

 

Lokasi penelitian ini dilakukan di NTB di kab lombok tengah, Kepulauan Riau di Kota Batam, Kalimantan Tengah di Kota Palangkaraya, Sumatera Selatan di kabupaten Ogan Ilir, Sulawesi Tenggara di kota kendari dan DIY di kabupaten Sleman.

 

Acara yang dikemas dengan sangat baik oleh Subag Program dan  Informasi Dinas Sosial DIY ini menjadikan hidup suasana diskusi. Berbagai masalah terungkap, mengalir, cair dalam semangat pengungkapan dan pemahaman masalah. Semua peserta berkesempatan menyampaikan tanggapan dan masukan.

 

Suparmono, salah satu kepala bidang di Dinas Sosial Sleman misalnya menyampaikan bahwa pèmanfaatan bantuan untuk pembelian telur, daging dan beras merupakan sebuah investasi yabg baik. Ini adalah penyiapan generasi yang bebas dari kekurangan gizi. Dia menghubungkan kondisi tersebut dengan maraknya kasus stunting yang salah satunya disebabkan karena kukurangan asupan gizi yang baik.

 

Bappeda Sleman menyampaikan bahwa hasil penelitian ini hasilnya sama dengan hasil penelitian yang dilakukan bidang pengendalian bappeda kabupaten Sleman. Menurut bappeda Sleman PKH adalah program yang paling mampu memberikan daya ungkit untuk pengentasan kemiskinan. Sedangkan salah program yang paling tidak baik pelaksanaannya adalah program raskin.

 

Acara yang disiapkan tidak lebih dari 24 jam itu berakhir dengan diperolehnya informasi timbal balik antara peserta dan narasumber yang menyampaikan informasi. Acungan jempol kepada panitia daerah dibawah komando Kasubag Progaam dan Informasi Kondang Aris Samiyanto, AKS yang dalam waktu yang singkat mampu mengemas acara ini dengan baik. [budhi].

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.