SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

DINAS SOSIAL DIY MULAI MENSOSIALISASIKAN KSB INKLUSI

(Last Updated On: 28 November 2022)
Dokumentasi Dinas Sosial DIY

Dalam rangka Rapat Koordinasi dan Apel Siaga KSB DIY, Kepala Dinas Sosial DIY, yang diwakili Sigit Alifianto, SE, MM selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, memberikan arahan pembinaan dan sosialisasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Inklusi. Disampaikannya bahwa paradigma KSB reguler harus bergeser pada KSB inklusi. Artinya kita harus mulai memikirkan kelompok rentan pada 3 pilar KSB (Tim, Gardu Sosial, dan Lumbung Sosial) memenuhi unsur inklusi.

Tim KSB di setiap Kalurahan yang tadinya terdiri dari 60 orang, bisa ditambahkan komponen disabilitas, lansia yg masih segar bugar, dan remaja/Karang Taruna. Kemudian lakukan inventarisasi dokumen di Gardu Sosial, selalu updating directori-nya minimal 3 bulan sekali. Sedangkan untuk Lumbung Sosial upayakan terdapat perlengkapan untuk mendukung penanganan kelompok rentan. Dengan tidak meninggalkan pokok Klaster Pengungsian Perlindungan, termasuk Sub Klaster Penanganan Kelompok Rentan.

Dokumentasi Dinas Sosial DIY

Kegiatan Rapat Koordinasi dan Apel Siaga diikuti oleh 56 KSB dari 61 KSB yang telah dibentuk, dengan total peserta 132 personil, berlangsung dari hari Sabtu 26 November s/d Minggu 27 November 2022 di Pantai Sadeng, Songbanyu, Girisubo, Gunungkidul. Dalam sambutannya, Sumarno selaku Ketua FK Tim KSB DIY menyampaikan bahwasannya tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi, meningkatkan kapasitas dan sosialisasi KSB inklusi, bagi para pengurus KSB.

Turut hadir dalam kegiatan, dari Dinas Sosial PPPA Gunungkidul, DanPos PolAirut, DanPos TNI AL, Forkompimkap Girisubo, Lurah Songbanyu, Tokoh Masyarakat, FK Tagana DIY, FK Tagana Gunungkidul, dan Relawan.

Sementara itu, saat memimpin apel dan memberikan amanat apel, yang laksanakan di pagi harinya , Sigit Alifianto kembali mengingatkan kepada seluruh KSB untuk selalu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi di daerah kita. Tentu kita harus meningkatkan koordinasi dengan pembina di Kabupaten/Kota. Cek isi lumbung sosial, bila sewaktu-waktu terdapat potensi ancaman tinggi. Mulai petakan dimana saja nanti lokasi evakuasi dan pengungsian bagi masyarakat. Di sisi lain dalam kesiapsiagaan, pahami betul tentang pengelolaan KSB, termasuk pada proses pengajuan anggaran yang diperuntukkan bagi KSB, saat bermusyawarah penyusunan anggaran bersama Pemerintah Kalurahan. Ia juga mengajak kepada semuanya, untuk selalu jaga kompak, jaga koordinasi, jaga sehat. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah cara KSB selalu berinovasi dalam pengelolaan dan pengembangannya, dengan mengajak dunia usaha bagi optimalisasi KSB.

=======

AC

Tentang penulis