SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

TEMU HARU 14 TAHUN TIDAK BERTEMU, REUNIFIKASI DI BALAI RSBKL UNIT BINA KARYA

TEMU HARU 14 TAHUN TIDAK BERTEMU, REUNIFIKASI DI BALAI RSBKL UNIT BINA KARYA

(Last Updated On: 28 June 2022)

YOGYAKARTA – Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Dinas Sosial D.I Yogyakarta Unit Bina Karya, seorang PPKS penyandang disabilitas mental Balai RSBKL Unit Bina Karya SF (50) asal Klaten, Jawa Tengah kini merasa bahagia dapat kembali bertemu dengan keluarga besar setelah 14 tahun berpisah.

Penelusuran ke keluarga PPKS di Tegal dan berhasil ditemukan

Isak tangis keluarga tidak dapat terbendung lagi setelah melihat langsung SF berdiri dihadapan keluarga. Petugas Balai yaitu Pekerja Sosial bersama KaSie PRS Unit Bina Karya berhasil menemukan kediaman orang tua SF yang berada di Klaten, Jawa Tengah setelah melakukan beberapa kali asesmen bersama PPKS SF dengan hasil jawaban yang konsisten dan jelas. Pada (Rabu, 22/6/2022) penelusuran keluarga mulai dilakukan Petugas Balai.

Pertemuan PPKS dengan anak laki lakinya
Pertemuan PPKS dengan adik perempuan

Sebelumnya SF berada di Yayasan Kristen kemudian pada tahun 2013 SF di rujuk ke PSBK tahun 2013. Kemudian karenakan ada peraturan baru tentang UPTD pada tahun 2017 ada penggabungan lembaga Dinas Sosial Kota Yogyakarta yaitu Panti Karya dan Dinas Sosial Provinsi yaitu PSBK melebur menjadi satu yaitu Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Bina Laras (Balai RSBKL) Unit Bina Karya berada di Sidomulyo, Tegalrejo, Yogyakarta dan Unit Bina Laras berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Selama berada di Balai RSBKL Unit Bina Laras PPKS SF menjalani rehabilitasi mental dan mengalami perkembangan yang baik kemudian pada 3/2/2022 PPKS SF dirujuk ke Unit Bina Karya untuk mendapatkan bimbingan sosial dan ketrampilan yang lebih intens. Selain itu Pekerja Sosial melakukan beberapa kali asesmen kepada SF. Kondisi PPKS SF yang stabil dan berangsur membaik Pekerja Sosial melakukan pendekatan secara intens dan melakukan asesmen lanjutan untuk menggali informasi terkait identitas diri dan keluarga SF.

Setelah mendapat informasi yang jelas, konsisten dan terarah akhirnya petugas melakukan penelusuran keluarga ke daerah Klaten, Jawa Tengah pada (Rabu, 22/6/2022). Berbekal nama dan alamat orang tua SF Pekerja Sosial bersama dengan KaSie PRS Unit Bina Karya berhasil menemukan kediaman rumah keluarga SF meskipun awalnya keluarga meragukan informasi dari petugas dikarenakan nama SF tidak diketahui keluarga. Petugas meyakinkan keluarga dengan memperlihatkan foto dan beberapa catatan asesmen yang ada. Ternyata SF memiliki nama asli HP. Setelah semuanya jelas Petugas Balai dan keluarga melakukan koordinasi dan menyamakan beberapa informasi terkait SF. Adik dari SF pun langsung memberi informasi kepada anak SF yang berada di Klaten dan Jakarta. Keluarga menceritakan awal mulanya SF menghilang saat itu setelah menikahkan anaknya yang pertama pada tahun 2008.

Pada Kamis (23/6/2022) pihak keluarga SF diantaranya adik-adik SF dan anak kedua SF yang berada di Klaten datang di Bina Karya untuk bertemu langsung dengan SF. Suasana menjadi haru bercampur bahagai ketika Keluarga bisa berjumpa kembali dengan SF yang selama ini mereka cari. Tak lama kemudian anak pertama SF dari Jakarta pun turut hadir melepas rindu yang mendalam, suasanapun semakin haru terlebih SF yang tidak menyangka dapat berjumpa kembali dengan keluarga apalagi kedatangan cucu-cucu yang selama ini mereka belum pernah bertemu. Setelah melepas rindu, keluarga dan Petugas Balai melakukan koordinasi terkait dengan rencana pemulangan SF. Keluarga menginginkan SF langsung ikut pulang, akan tetapi semua harus sesuai prosedur dan SOP yang berlaku di Balai RSBKL.

Penandatangan Berita Acara
Kumpul dengan saudara, anak-anak, dan cucunya

Pada Jum’at (24/6/2022) keluarga kembali ke Bina Karya untuk menjemput SF. Setelah semua dipersiapkan baik dari obat, berita acara dan edukasi kepada keluarga terkait dengan pendampingan kepada disabilitas mental sudah tersampaikan akhirnya SF bisa berkumpul kembali bersama keluarga dengan bahagia. (Setiawati Sujono)