SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

KUNJUNGAN RMIT UNIVERSITY AUSTRALIA, ROMBONGAN CNR TIMOR LESTE DAN PRADET TIMOR LESTE KE BALAI RSBKL UNIT BINA LARAS

(Last Updated On: 2 November 2022)

SLEMAN – Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Dinas Sosial D.I. Yogyakarta pada hari Jumat, 28 Oktober 2022 menerima kunjungan dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT University) Australia, Rombongan Centro Nacional de Reabilitação Timor Leste (CNR-TL), dan Rombongan PRADET Timor Leste. Kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Workshop dan Simposium Digital “Health Hub Rehabilitation” yang diadakan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah ingin mengetahui pengalaman dan praktik baik terkait penanganan kesehatan mental dan rehabilitasi sosial yang dilaksanakan di Balai RSBKL unit Bina Laras.

Bertempat di Ruang Pertemuan Bina Laras Purwomartani, acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan penyampaian sambutan dari Dr. Maria Santina de Jesus Gomes selaku General Director CNR Timor Leste yang mewakili rombongan. Pada sambutannya disampaikan terima kasih karena telah menyambut rombongan kunjungan dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran dan informasi tentang Balai Rehabilitasi Sosial milik pemerintah yang menangani disabilitas psikososial. Acara selanjutnya sambutan dari Kepala Balai RSBKL, Bapak Hinukoro Aji, S.H. Pada sambutannya diucapkan selamat datang dan disampaikan tentang gambaran umum kondisi di Balai RSBKL khususnya mengenai karakter Klien yang dihadapi, fasilitas, dan sumber daya manusia yang ada.

Pada kegiatan inti, yaitu pemaparan materi profil Balai RSBKL oleh Koordinator Pekerja Sosial, Bapak Drs. Sutoyo. Disampaikan gambaran lokasi, sejarah, dasar hukum, produk layanan, alur pelayanan dan inovasi yang ada di Balai RSBKL. Pemaparan dilaksanakan dengan penampilan slide materi, foto kegiatan dan dokumentasi video singkat tentang aktivitas di Balai RSBKL.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Diskusi disampaikan oleh Felicia Carvalho selaku Advisor CN-TL, yang diawali dengan apresiasi terhadap penyampaian materi dan pelaksanaan kegiatan yang ada karena dinilai sudah sangat baik, dan mampu melibatkan berbagai pihak dalam pelayanan rehabilitasi sosial, selain itu Felicia ingin mengetahui tentang peran Balai RSBKL dalam menentukan aturan yang ada di Balai dan dasar pelaksanaan kegiatan rehabilitasi. Disampaikan Bapak Drs. Sutoyo bahwa pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sosial memiliki dasar hukum yang mengatur, mulai dari Undang-undang, Peraturan Menteri Sosial, maupun Peraturan Daerah. Sedangkan Balai RSBKL memiliki kewenangan dan hak untuk mengajukan Standar Operasional Prosedur yang dilaksanakan di Balai, maupun membuat inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan. Pertanyaan selanjutnya disampaikan oleh Ersia dari CNR-TL yang menanyakan tentang bagaimana menjalankan kegiatan-kegiatan di Balai, seperti memberikan keterampilan, bahkan ada yang mengikuti kegiatan on the job training, mengingat kondisi klien disabilitas psikososial yang memiliki keterbatasan, dan apakah kegiatan dilaksanakan secara dipaksa atau klien diersilahkan menentukan program keterampilan mana yang ingin diikuti. Dari Pekerja Sosial menjawab bahwa kegiatan keterampilan tidak dilakukan secara terpaksa, dan menyesuaikan minat klien, dan tidak semua klien memiliki target yang sama, mengingat perbedaan kemampuan dari masing-masing klien. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, dan berkeliling lingkungan Balai RSBKL unit Bina Laras. Diharapkan pada kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan gambaran bagi CNR-TL untuk dapat menjadi bekal, tentang pelayanan yang dilaksanakan oleh Lembaga Rehabilitasi Sosial milik Pemerintah Daerah, khususnya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini juga memberikan motivasi tersendiri kepada Balai RSBKL untuk dapat belajar dan meningkatkan upaya mewujudkan keberfungsian sosial dan kemandirian bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Disabilitas Psikososial yang ada di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (Agus Hardi N)