SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

KALURAHAN MUNTUK : SASARAN TERAKHIR PEMBENTUKAN KSB ALOKASI APBD DIY TAHUN 2022

(Last Updated On: 16 September 2022)
Dokumentasi Dinas Sosial DIY

Tahun 2022 Dinas Sosial DIY melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima alokasi anggaran untuk pembentukan 6 KSB yang pelaksanaannya dimulai pada bulan Mei dengan lokasi pembentukan pertama di Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul, disusul pembentukan kedua di Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman dan ketiga di Kalurahan Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, serta pembentukan keempat di Kalurahan Murtigading, Sanden, Bantul. Adapun pembentukan kelima berada di Kalurahan Gombang, Ponjong, Gunungkidul, dan dibulan September 2022 ini, Kalurahan Muntuk menjadi lokasi keenam atau lokasi terakhir dibentuknya KSB.

Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko dan ancaman bencana dengan cara menyelenggarakan kegiatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada pada lingkungan setempat. Tujuannya untuk mengurangi kerentanan serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana. Dalam pengelolaan KSB diperlukan pengorganisasian/ manajemen/pengelolaan yang baik, efektif dan efisien. Koordinasi dan kerja sama pengurus didalamnya sebagai upaya pengelolaan yang fokus pada 3 pilar KSB (Tim, Gardu Sosial, Lumbung Sosial) termasuk dalam hal penyusunan laporannya, beserta terobosan pengembangannya.

Kalurahan Muntuk merupakan salah satu Kalurahan di Kapanewon Dlingo dengan jumlah penduduk kurang lebih 8.107 jiwa, dan luas wilayahnya mencapai 122.500 Ha. Kalurahan Muntuk merupakan daerah perbukitan dengan jenis tanah yang lengket pada musim hujan dan termasuk tanah merah yang pecah-pecah pada musim kemarau. Kalurahan Muntuk dan wilayah sekitarnya di Kapanewon Dlingo merupakan wilayah rentan terhadap bencana tanah longsor dan juga angin kencang.

Untuk membangun kesiapsiagaan, masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan tindakan penanggulangan bencana. Inilah sesungguhnya makna dan filosofi di bentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB) di masyarakat. Seperti halnya dalam amanat Bupati Bantul yang disampaikan oleh Gunawan Budi Santosa S.Sos, MH selaku Kepala Dinas Sosial Bantul, bahwa KSB basisnya adalah lokal/masyarakat setempat, semua aspek kearifan lokal harus dikedepankan dalam penanggulangan bencana. Kita dituntut untuk lebih solid dan dituntut meningkatkan jiwa kerelawanan dalam melayani giat-giat pertolongan terhadap warga yang tertimpa bencana, tidak memandang ras, suku, dan agama. Lebih lanjut dikatakannya bahwa pembentukan KSB Muntuk adalah pembentukan KSB kesembilan di Kabupaten Bantul dan pembentukan KSB ke-56 se-DIY, sejak tahun 2010.

Dokumentasi Dinas Sosial DIY

Kepala Dinas Sosial DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sigit Alifianto, SE, MM selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, bahwa hari ini (Kamis, 15 September 2022) merupakan kegiatan hari ketiga dalam rangkaian pembentukan Kampung Siaga Bencana di Kalurahan Muntuk, yang sebelumnya pada hari kedua diperuntukkan pelatihan dan praktek bagi 60 anggota tim KSB tentang penguatan peran dan tugasnya di Divisi Keposkoan, Tim Reaksi Cepat (TRC), Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Shelter, Logistik dan Dapur Umum. Hari pertama dilaksanakan sosialisasi pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat melalui KSB dan penyusunan pengurus tim KSB. Adapun barang logistik di lumbung sosial senilai Rp 172.081.794,- (Seratus tujuh puluh dua juta delapan puluh satu ribu tujuh ratus sembilah puluh empat rupiah) dan anggaran pembentukan senilai Rp 58.000.000,- (Lima puluh delapan juta rupiah). “Mohon barang di lumbung sosial bisa dirawat dengan baik, tertib administrasi, dan tepat penggunaan. Kemudian kami juga mohon KSB Muntuk yang sudah dikukuhkan ini, nantinya dapat dialokasi anggaran oleh Pemerintah Kalurahan, untuk keberlangsungannya” imbuhnya.

================

AC