SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

PENANAMAN NILAI KEPAHLAWANAN BAGI PENSOSMAS DIY : KETELADANAN SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX

(Last Updated On: 25 Maret 2021)

Ziarah Wisata Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan Angkatan Ke-5 Bagi Pensosmas DIY

Keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Dinas sosial DIY melalui seksi kepahlawanan, keperintisan, kejuangan, kesetiakawanan, dan restorasi sosial bidang pemberdayaan sosial bertekad menanamkan nilai-nilai dan keteladanan pahlawan kepada seluruh lapisan masyarakat di provinsi DIY. Tujuannya tentu untuk mewariskan nilai-nilai dan keteladanan pahlawan seperti mental pemimpin, pantang menyerah, rela berkorban, dan cinta tanah air kepada seluruh masyarakat. Kegiatan pada angkatan ke-lima ini menyasar 30 orang pensosmas DIY.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, SH, M.Si berkenan hadir dan membuka acara. Beliau menyampaikan bahwa Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial yang telah diwariskan seperti sifat rela berkorban, pantang menyerah, bekerja keras, suka menolong dan lain lainnya, hendaknya selalu ditumbuh kembangkan khususnya di kalangan generasi muda sedini mungkin. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini  yang sarat dengan berbagai pengaruh, dan jika tidak hati-hati menyikapinya maka dikhawatirkan banyak generasi muda terjerumus kearah sikap dan tindakan yang negatif.



Kemerdekaan yang kita raih saat ini tidaklah datang begitu saja namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu Negara baik jiwa, raga maupun harta. Namun nilai-nilai kepahlawanan saat ini mulai memudar, dan seperti terlupakan khususnya pada generasi muda. Semangat dan Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu Negara tersebut hendaknya tetap terus ditumbuh kembangkan dalam hati sanubari setiap elemen Bangsa khususnya generasi muda.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah selalu mengingat betapa besarnya pengorbanan yang telah dipersembahkan untuk negara tercinta Indonesia sehingga pada saat ini kita dapat menghirup udara kebebasan. Perjuangan tanpa mengenal lelah yang disertai dengan kesadaran tentang arti penting memelihara persatuan dan kesatuan di dalam kerangka NKRI haruslah terpelihara dengan baik. Di hadapan kita sekarang terbentang beragam persoalan yang membutuhkan pahlawan-pahlawan masa kini. Tidaklah keliru jika sebutan pahlawan masa kini ditujukan kepada mereka yang mampu mengatasi persoalan sesuai bidang yang dikuasainya melalui dedikasi yang melebihi tuntutan.

Narasumber lain dalam kegiatan ini adalah GPBH Prabukusumo yang menceritakan keteladanan Sultan Hamengku Buwono IX. ”Tanpa Yogyakarta, Republik Indonesia tidak akan pernah ada. Itu pengorbanan luar biasa yang dilakukan Sultan Hamengku Buwono IX,” kata Prabukusumo, yang menjadi pembicara kunci dalam acara tersebut. Adanya Amanat 5 September 1945 juga menunjukkan dukungan Keraton Yogyakarta terhadap kemerdekaan Indonesia. Lewat amanat tersebut, Hamengku Buwono IX bersama Paku Alam VIII mengakui keberadaan Indonesia sebagai sebuah negara baru dan menyatakan bergabung dengan negara yang baru lahir tersebut.

Proklamasi kedua menjadi langkah penegasan bahwa Indonesia merupakan negara berdaulat yang diakui. Hal itu dilakukan sambil menanti kembalinya Soekarno dan sejumlah menteri dari tempat pengasingan ke Yogyakarta. Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengungkapkan, internalisasi nilai luhur dari Hamengku Buwono IX itu penting. Sejarah tersebut harus selalu diulang dan disalurkan pengetahuannya kepada generasi muda. Sikap pengorbanan itu hendaknya mampu menginspirasi para penerus bangsa untuk menjadi pionir yang rela berkorban memajukan daerahnya. Hal tersebut merupakan bentuk kepahlawanan dalam konteks kekinian.

Penulis: Heru Cahyo Romadhon, S.Tr.Sos

Bidang pemberdayaan Sosial

5 1 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar