SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

ZIARAH WISATA : PENANAMAN NILAI KEPAHLAWANAN BAGI KARANG TARUNA

(Last Updated On: 16 Juni 2021)
Suasana acara seremonial pembukaan Ziarah Wisata di Aula TMPN Kusumanegara

Sebanyak 90 karang taruna mengikuti kegiatan ziarah wisata penanaman nilai-nilai kepahlawanan yang terbagi dalam tiga hari pelaksanaan kegiatan. Hari pertama Kamis, 10 Juni 2021 bagi 30 karang taruna kapanewon Jetis, Bantul, hari kedua, Senin, 14 Juni 2021 bagi 30 karang taruna kapanewon Imoiri, dan hari ketiga, Selasa, 15 Juni 2021 bagi 30 karang taruna kapanewon Berbah, Sleman. Kegiatan ziarah wisata dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta yang merupakan Unit Pelayanan Publik dibawah binaan Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, SH. M.Si dalam arahan dan membuka acara mengatakan bahwa “Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial yang telah diwariskan seperti sifat rela berkorban, pantang menyerah, bekerja keras, suka menolong dan lain lainnya, hendaknya selalu ditumbuh kembangkan khususnya di kalangan generasi mudasedini mungkin. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini  yang sarat dengan berbagai pengaruh, dan jika tidak hati-hati menyikapinya maka dikhawatirkan banyak generasi muda terjerumus kearah sikap dan tindakan yang negatif”.

Kegiatan ziarah wisata diawali dengan apel penghormatan arwah pahlawan di Plaza Pemakaman TMPN Kusumanegara Yogyakarta, dilanjutkan dengan ziarah tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional dan makam-makam pejuang lainnya. Tujuan apel dan ziarah tabur bunga ini adalah agar peserta dapat merefleksikan diri mereka mengingat masa lalu perjuangan para pahlawan nasional dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan dari Belanda. Para peserta diajak berkeliling disekitar makam yang berjumlah 1998 buah tersebut, menaburkan bunga tanda penghormatan dan mendoakan arwah para pahlawan dan pejuang kemerdekaan agar diberikan disisi terbaik Tuhan YME.

Ziarah wisata ini dilanjutkan dengan sarasehan dengan salah satu naarsumber yaitu Kol. Infantri. Andi Suryadarman, SH, MH yang mengajak peserta berdiskusi dan meneladani sosok Jenderal Soediman yang patriotik. Patrotisme Jenderal Soedirman pada bangsa dan negara Indonesia terlihat dari keinginan Jenderal Soedirman agar bangsa dan negara Indonesia tidak boleh dijajah lagi oleh bangsa lain. Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat penuh. Nasionalisme Jenderal Soedirman terhadap bangsa dan negara Indonesia terlihat dari perjuangan Jenderal Soedirman yang memimpin pasukan untuk melawan penjajahan Belanda. Semangat berjuang demi bangsa dan negara Jenderal Soedirman ditunjukkan dari keputusan dan tindakan Jenderal Soedirman yang memutuskan perang gerilya saat Agresi Militer II Belanda. Perang gerilya dilakukan dalam kondisi Jenderal Soedirman sakit Tuberkulosis (TBC) hingga harus ditandu oleh para pengikut setianya. Pasukan Jenderal Soedirman harus keluar masuk desa dan hutan, menyerang sekaligus menghindar dari pasukan Belanda.

Rela berkorban demi bangsa ditunjukkan dari sikap tegas Jenderal Soedirman yang menolak saran Presiden Soekarno untuk istirahat karena kondisi Jenderal Soedirman yang sakit.  Sebab Jenderal Soedirman ingin berjuang bersama rakyat demi kemerdekaan Indonesia. Jenderal Soedirman tangguh dan gigih berjuang terlihat dari perjuangan perang gerilya yang sulit dengan senjata seadanya. Sikap pantang menyerah Jenderal Soedirman terlihat dari sikap Jenderal Soedirman yang enggan berhenti perang gerilya karena waspada akan Belanda yang licik.

Penulis: Heru Ramadhan, S.Tr.Sos

Penyuluh Sosial Bidang Dayasos

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar