SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

ZIARAH WISATA BERSAMA PENGURUS WKSBM, KETELADANAN SOSOK JENDERAL SUDIRMAN

(Last Updated On: 13 Maret 2021)

Dinas sosial DIY melalui Seksi Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawaanan, Dan Restorasi Social kembali mengadakan kegiatan Ziarah Wisata Pengenalan Nilai-Nilai Kepahlawanan pada hari Kamis, 24 Februari 2021. Kegiatan kali ini menyasar 30 orang pengurus WKSBM yang berasal dari kelurahan Potorono, kapanewon banguntapan, kabupaten bantul. Sebanyak 30 peserta tersebut mengawali kegiatan dengan ziarah tabur bunga di makam pahlawan nasional yang ada di komplek TMPN Kusumanegara, dan dilanjutkan dengan sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan.

Acara dibuka oleh kepala dinas social DIY, Bu Endang Patmintarsih, SH, M.Si yang menyampaikan pentingnya penanaman nilai-nilai kepahlawanan kepada seluruh lapisan masyarakat. Salah satu nilai kepahlawanan yang setiap hari harus diimplementasikan ujarnya adalah nilai semangat, dengan semangat maka melakukan pekerjaan apapun akan menjadi menyenangkan dan memperoleh hasil maksimal. Beliau menambahkan bahwa Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial yang telah diwariskan seperti sifat rela berkorban, pantang menyerah, bekerja keras, suka menolong dan lain lainnya, hendaknya selalu ditumbuh kembangkan khususnya di kalangan generasi muda sedini mungkin. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini  yang sarat dengan berbagai pengaruh, dan jika tidak hati-hati menyikapinya maka dikhawatirkan banyak generasi muda terjerumus kearah sikap dan tindakan yang negatif.

Narasumber lain yang hadir adalah Kepala Museum Pangsar. Jenderal Sudirman, Capt. CAJ. Heru Santoso, beliau banyak menyampaikan keteladanan pahlawan Jenderal Sudiman yang perlu kita contoh. Karir kemiliteran dimulai pada 1943, saat itu Sudirman menjadi anggota Pembela Tanah Air (Peta). Setelah selesai pelatihan di Bogor, Sudirman mendapatkan pangkat shodanco dan menjadi komandan batalyon peta di Kroya Jawa Tengah. Setelah Indonesia merdeka Sudirman bergabung menjadi tentara keamanan rakyat atau TKR. Saat menjadi anggota TKR Sudirman berhasil merebut senjata pasukan Jepang dalam pertempuran di Banyumas, Jawa Tengah. Karena kepiawaiannya dalam bidang militer Sudirman diangkat sebagai Panglima Divisi 5 TKR dengan pangkat kolonel.

Perang besar pertama yang dipimpin Sudirman adalah perang melawan tentara Inggris dan NICA Belanda pada November-Desember 1945 yang dikenal sebagai pertempuran Palagan Ambarawa. Pertempuran berakhir dengan kemenangan. Atas berbagai prestasi militernya, pada 18 Desember 1945 Sudirman dilantik menjadi jenderal oleh Presiden Soekarno. Seiring perkembangan TKR menjadi TNI Sudirman dilantik menjadi Panglima Besar bersama pucuk TNI lainnya di Gedung Agung Yogyakarta pada 28 Juni 1947.

Penulis: Heru Cahyo, S.Tr.Sos

Penyuluh Sosial Bidang Pemberdayaan Sosial

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar