SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

Wagub DIY Canangkan Gerakan Penanggulangan Kemiskinan melalui Kube dan LKM Kube

(Last Updated On: 4 Januari 2013)

Gunungkidul – Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam IX, Kamis (13/8) kemarin, mencanangkan Gerakan Penanggulangan Kemiskinan di DIY melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan Lembaga Keuangan Mikro Kube (LKM-Kube) di Desa Giritirto, Purwosari, Gunungkidul. Secara bersamaan diresmikan pula berdirinya 4 LKM Kube yang dibentuk Dinas Sosial DIY Tahun 2008 melalui dana APBD.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain : Wakil Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos, Kepala Dinas Sosial Provinsi DIY, Drs. Sulistiyo, SH, CN, M.Si, beserta para pejabat struktural di lingkungan Dinsos DIY, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Gunungkidul yang diwakili Kabid. Sosial, Samsul Bakri, M.Si. serta para pejabat pemerintah setempat.

Keempat LKM Kube yang diresmikan oleh Wagub terdiri dari : (1) LKM Kube Sejahtera 01 Giritirto, Purwosari; (2) LKM Kube Sejahtera 02 Wirobrajan; (3) LKM Kube Sejahtera 04 Nglipar; dan (4) LKM Kube Sejahtera 05 Ngampilan, Gedongtengen.

Penumbuhan LKM ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan akses kepada Kube yang telah mulai eksis kegiatan ushanya dalam bidang keuangan. Harapannya LKM Kube ini akan mampu memberikan kemudahan akses kepada Kube dan masyarakat miskin lainnya dalam pemenuhan modal kerja usaha. Hal ini mengingat pada kenyataannya Kube/Pengusaha Mikro sulit mendapatkan layanan kredit dari perbankan, walaupun sebenarnya usaha mereka sangatlah visiblel. 

Bersama-sama dengan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) DIY, Dinsos telah menyiapkan sistem pengembangn bagi Kube dan LKM Kube ini. Untuk LKM Kube telah menggunakan sistem keuangan yang terintegrasi melalui komputerisasi sistem keuangan. LKM Kube se DIY telah mampu terkoneksi dengan menggunakan jaringan (online report center), sehingga Dinsos DIY tidak perlu datang setiap waktu ke LKM-LKM di DIY, tetapi cukup mengakses dari komputer yang ada di Dinsos yang telah terhubung dengan jaringan di setiap LKM. Dengan pemantauan secara online tersebut diharapkan akan menciptakan transparansi dalam pengelolaan keuangan.

Dalam rangka memperkuat jaringan antar LKM, dalam waktu ke depan dipersiapkan pula pembentukan LKM Kube Center yang nantinya diharapkan mampu menciptakan sistem layanan keuangan mikro yang profesional, karena akan mampu mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan dana (un-liquidity) ataupun juga bagi LKM Kube yang terlalu surplus dana (over liquid)LKM Kube Center akan memfasilitasi untuk dapat saling mendukung satu sama lain antar LKM. Ke depan LKM  tersebut akan berbadan hukum dan menjadi sebuah koperasi.

Wagub berharap nantinya akan banyak tumbuh dan berkembang LKM-LKM Kube di setiap kecamatan di wilayah DIY. Dengan adanya Kube dan LKM Kube yang terintegrasi dalam satu program, diharapkan mampu menjadi sarana penanggulangan kemiskinan dan pengangguran secara mandiri dan berkelanjutan. (Spt).

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar