SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI
(Last Updated On: 31 Maret 2021)

Penyuluhan Sosial merupakan suatu proses penyampaian informasi sebagai upaya perbaikan dan perubahan perilaku dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial dalam masyarakat. Penyuluhan Sosial dapat disampaikan secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran.

Seksi Penyuluhan Sosial Bidang Pengembangan Fakir Miskin melalui kegiatan Peningkatan Kemampuan Potensi Pekerja Sosial Masyarakat melaksanakan penyuluhan sosial dengan berbagai media. Di antaranya melalui media cetak dan media elektronik, baik disajikan secara tertulis maupun peragaan. Wayang Cakruk sebagai salah satu media penyuluhan sosial peragaan telah lama digunakan oleh Dinas Sosial (Dissos) DIY. Media tersebut dipilih karena dipandang lebih efektif, efisien dan mampu bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.

Pada pekan kedua bulan Maret Tahun Anggaran 2021, Seksi Penyuluhan Sosial telah mengadakan penyuluhan sosial melalui media peragaan berupa Wayang Cakruk. Apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kemasan Wayang Cakruk tahun ini mengalami banyak berbedaan. Di antaranya :

  1. Pentas dilakukan siang hari.
  2. Jumlah penonton dibatasi 30 (tiga puluh) peserta
  3. Penonton mendapatkan APD berupa masker, pelindung wajah, madu dan sabun mandi.
  4. Sambil melakonkan cerita, Ki dalang juga aktif berkomunikasi secara interaktif dengan para Narasumber dan penonton.
  5. Penonton berkesempatan ikut berkomentar secara langsung terhadap lakon yang sedang di mainkan dalam cerita.
  6. Lakon cerita dalam wayang disesuaikan dengan permasalahan yang muncul di lokasi
  7. Narasumber tampil bersama bintang tamu dalam memberikan informasi tentang penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial yang telah dilaksanakan oleh Dissos DIY disertai selingan lawakan dan banyolan jenaka tanpa menghilangkan makna informasi yang disampaikan.

Selain karena pelaksanaan kali ini masih dalam masa pandemi covid-19, perubahan juga segaja dilakukan sebagai inovasi dalam rangka menyesuaikan dengan masyarakat kekinian agar lebih menarik untuk dinikmati. Olehkarena itu kegiatan ini diberikan sebutan The New Wayang Cakruk (Wayang Cakruk Baru).

Turut serta sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dissos DIY, Anggota Komisi B DPRD DIY, Penyuluh Sosial Fungsional Dissos DIY. Sedangkan Kepala Seksi Penyuluhan Sosial bertindak sebagai moderator.

Sepanjang Maret 2021 kegiatan ini dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi, yaitu di Parangkusumo, Parangtritis, Kretek, Bantul; Samiran, Parangtritis, Kretek, Bantul; serta Clorong, Panjangrejo Pundong, Bantul. Peserta penyuluhan terdiri atas berbagai unsur kemasyarakatan, antara lain perangkat desa atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), tokoh agama maupun tokoh masyarakat, Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan karang taruna setempat.

Materi atau permasalahan yang diangkat dalam lakon adalah masalah penyalahgunaan Narkoba l, Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM). Pengemasan materi dalam New Wayang Cakruk mendapat sambutan yang baik oleh peserta dan masyarakat sekitar lokasi. Hal ini tampak dari kemeriahan dan antusiasme penonton dari awal sampai akhir cerita.

Selain dimaksudkan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, melalui kegiatan ini Dissos DIY berharap masyarakat menjadi semakin proaktif untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di wilayah masing-masing.

(N)

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar