SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

SISWA SD DI DIY DIBEKALI KEMAMPUAN HADAPI BENCANA DENGAN SATRIYO

(Last Updated On: 15 August 2022)

Dinas Sosial DIY melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) menggalakkan program Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta (Satriyo) untuk membekali siswa SD tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana dan adaptasi terhadap kondisi bilamana berada di pengungsian.

Program ini merupakan pengembangan dari Tagana Masuk Sekolah (TMS), dengan menggandeng salah satu sekolah di Bantul, yakni SDN Bakulan, Kapanewon Jetis. Sebanyak 30 siswa dari kelas 3, 4 dan 5 ditunjuk menjadi Satriyo di sekolah tersebut.

Pengarah Satriyo, Budi Utomo Musdewanto, menjelaskan 30 siswa tersebut dilatih lebih tentang pengurangan resiko bencana dengan mengenal lingkungan sekitar terhadap potensi ancaman bencana, cara melindungi diri dan cara meminta tolong. Pelatihan diawali dengan penanaman kedisiplinan melalui pengenalan dasar baris berbaris dan yel-yel, kemudian menuangkan gambaran kondisi sekolah dan lingkungan ke dalam kertas serta mengenalkan rambu jalur evakuasi dan titik kumpul.

“Ada juga mengenalkan cara melindungi diri dan alat perlindungan diri. Mengenalkan cara meminta tolong dengan isyarat tubuh maupun dengan peralatan yang ada di sekitarnya. Mengenalkan berbagai piranti dukungan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya, Sabtu (13/8/2022).

Puncaknya adalah pelaksanaan simulasi bencana gempa bumi pada Sabtu (13/8/2022). Semua siswa melakukan simulasi dari belajar di kelas masing-masing, lalu terjadi gempa bumi, berlindung di tempat aman di dalam kelas, dan keluar kelas saat situasi aman.

Berbeda dengan kesiapsiagaan orang dewasa, anak-anak sebatas diarahkan untuk menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu, mendata teman-temannya dan meminta pertolongan bila diperlukan.

“Kami tidak membebani siswa SD untuk melakukan suatu tindakan. Intinya dia bisa menyelamatkan diri sendiri, membantu temannya dan bisa meminta tolong. Kalau yang SMP-SMA bisa ditambah penanganan pertolongan pertamanya,” ungkapnya.

Program Satriyo diharapkan menjadi pemicu bagi sekolah untuk dapat menjaganya agar tetap berkelanjutan. Pelatihan terus-menerus dan regenerasi diperlukan karena bencana bisa terjadi kapan saja.

Guru Kelas 5 SDN Bakulan, Ani Rohayati, mengatakan program Satriyo sangat bermanfaat untuk para siswa. “Anak-anak menjadi tangguh, mandiri dan percaya diri. Semoga bermanfaat untuk kami dan menjadi sekolah yang tanggap bencana,” tutupnya.

Artikel ini telah terbit di HarianJogja dengan judul Siswa SD di DIY Dibekali Kemampuan Hadapi Bencana dengan Satriyo