SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

SERUNYA OUTBOUND, CIPTAKAN SEMANGAT DAN KEKOMPAKAN PARA PPKS BALAI RTPD

(Last Updated On: 19 August 2022)

Keterbatasan fisik bukanlah hambatan seseorang untuk melakukan segala aktivitas seperti orang normal pada umumnya. Namun, dengan tekad semangat dan kerjasama yang kuat, keterbatasan fisik dapat dikalahkan melebihi orang yang memiliki fisik normal.

Hal tersebut ditunjukan para PPKS Balai RTPD yang mengikuti kegiatan  OUTBOUND dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Agustus 2022 bertempat di Wisma Airlangga Kaliurang, Yogyakarta dimulai pada pukul 09.00 WIB. Sebanyak 105 PPKS dari berbagai jenis disabilitas beserta para Pendamping dan Pekerja sosial mengikuti kegiatan Outbound yang merupakan kegiatan rutin disetiap tahunnya. Selama tiga tahun berjalan akibat kondisi covid-19 situasi anak-anak jenuh karena tidak pernah ada kegiatan keluar (outing) sehingga sebagian PPKS mudah emosional dan sering terjadi pertengkaran yang dipicu oleh hal-hal yang sebenarnya sangat sederhana sehingga kiranya dibutuhkan kegiatan yang bersifat rekreatif. Untuk itu diperlukan  kegiatan outbond sebagai wahana bagi PPKS agar lebih percaya diri, tidak minder, berani berbicara, dapat membangun kerjasama dan saling menghargai di antara teman dalam kelompok melalui permainan untuk melatih pikiran dan aktifitas fisik yang memiliki nilai positif. Berkat kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan Balai Kesatuan dan Pengelolaan Hutan Dinas Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta maka terselenggara outbond di lokasi terbuka (kawasan wisata) di Wisma Airlangga, Kaliurang.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, S.H., M.Si hadir dan membuka secara simbolis kegiatan ini. Beliau menyampaikan, Outbound ini merupakan kegiatan pembelajaran diluar kelas dengan tujuan dapat menjadi ajang untuk memotivasi para PPKS disabilitas agar lebih mandiri dan meningkatkan semangat untuk terus berjuang menggali potensi demi masa depan mereka. Lebih lanjut Beliau juga mengucapkan terimakasih atas kolaborasi dengan Balai Kesatuan dan Pengelolaan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Harapannya, kerjasama ini dapat menjadi akses dan membuka peluang kerja bagi PPKS Balai RTPD untuk berkontribusi di dunia pariwisata.

Peserta Outobond yang terdiri dari beragam disabilitas daksa, rungu wicara, netra dan grahita, dikatakan oleh Intruktur Tagana mampu mengatasi seluruh tantangan dalam permainan yang diberikan. Peserta yang terdiri dari PPKS dan para pendamping dibagi menjadi 4 kelompok besar, dan masing-masing di ampu oleh fasilitator dari Tagana.

Permainan yang diberikan diantaranya adalah Puzzle Garuda, Transfer Stick dan Trasnfer Ball. Dalam permainan stick transfer, antar tim saling beradu kecepatan dalam memindahkan stick dari PPKS pertama ke PPKS berikutnya. Dengan menggunakan bahu dan leher stickpun berpindah dari PPKS satu ke PPKS berikutnya. Tak jarang stick jatuh ke tanah, dan harus mengulanginya lagi. Bermodalkan semangat, serta komunikasi yang baik, PPKS dapat menyelesaikan permainan ini.

Permainan selanjutnya, adalah menyusun Puzzle Garuda. Permainan ini diikuti oleh PPKS Grahita. Potongan-potongan gambar Burung Garuda diberikan secara acak kepada peserta, dan diberi waktu untuk menyusun menjadi sebuah gambar Garuda yang sempurna. Kegiatan ini dimaksudkan agar dapat melatih motorik dan sensori para PPKS, serta bekerjasama dengan teman temannya. Walau Nampak kebingungan, para PPKS tetap didampingi dan diarahkan oleh para pendamping, sehingga tantangan pun dapat terpecahkan dengan mudah.

Tak kalah seru, permainan Transer Ball yang diikuti oleh PPKS Daksa dan Netra juga menciptakan kehebohan tersendiri. Gelas-gelas disusun secara pyramid pada jarak 5 meter, dan para PPKS diminta secara estafet untuk menggiring bola dan melemparkan ke arah gelas tersebut. Bagi kelompok yang dapat menjatuhkan gelas terbanyak, maka itulah pemenangnya.

Untuk menciptakan rasa sportifitas, bagi kelompok yang kalah akan diberikan hukuman berupa coretan pada muka yang dioleskan oleh para pemenang. Hal ini tentu menciptakan keseruan dan gelak tawa bagi para Peserta.

Setelah sekitar 2 jam asyik dengan permainan, pada pukul 12.00 WIB, para peserta beristirahat dan Sholat Dzuhur Berjamaah. Selepas sholat dilanjutkan dengan menikmati makan siang bersama sambil menikmati hijaunya pohon di area wisata kaliurang tersebut.

Acara ditutup dengan closing ceremony oleh Kepala Balai. Pada sesi ini, Kepala Balai menyampaikan rasa terimakasih dan motivasi kepada para PPKS dengan harapan selesai acara Outbound ini, para PPKS dapat merasa lebih fresh dan siap untuk mengikuti kegiatan di balai dengan tambah semangat. (DLY)