SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

SELEKSI PRESTASI PENDAMPING DAN PENGURUS KUBE 2022 : BERDAYAKAN KELOMPOK EKONOMI DAN ENTASKAN KEMISKINAN 

(Last Updated On: 15 August 2022)

Dinas Sosial DIY mengadakan Seleksi Prestasi Pendamping dan Pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUBE) 2022. Kegiatan itu sebagai bentuk penghargaan sekaligus monitoring terhadap KUBE. Ini lantaran KUBE menjadi salah satu upaya Dinas Sosial DIY melakukan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih menyebut, penghargaan rutin dilakukan setiap tahun. Penekanannya dilakukan pada kriteria aspek sosial, ekonomi, dan kelembagaan. “Untuk mengetahui lebih jauh pelaksanaan KUBE prestasi maupun pendampingnya,” papar Endang di sela acara yang digelar di Goebog Resto, Banguntapan, Bantul, kemarin (10/8).

Dijelaskan lebih rinci, kegiatan dimaksudkan guna mengetahui gambaran kemajuan kelompok. Berikut cermin keberhasilan program kegiatan penanganan kemiskinan melalui KUBE. Di samping itu, bagi kelompok, kegiatan ini menjadi ajang evaluasi. “Untuk mengetahui kegiatan KUBE secara administrasi kelompok dan usaha ekonomi produktif yang dikelola oleh kelompok,” ujarnya.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial DIY Agus Setyanto menambahkan, KUBE memiliki peran signifikan memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Itu karena KUBE tumbuh sebagai bentuk pengentasan masalah sosial akibat kemiskinan. “Diharapkan, dengan KUBE ada kegiatan pemberdayaan kelompok di bidang ekonomi,” beber Agus.

Seleksi pengurus KUBE Prestasi diharapkan menjadi media meningkatkan motivasi warga miskin lebih maju secara ekonomi dan sosial. Meningkatkan interaksi dan kerja sama dalam kelompok lewat jalinan pemberdayaan potensi, daya sosial serta ekonomi lokal.

“Juga memperluas budaya, kearifan lokal, serta mengembangkan akses pasar. Menjalin kemitraan ekonomi dengan berbagai pihak terkait,” urainya.

Bagi pendamping KUBE, wajib yang berasal dari lingkup masyarakat lokal. Mereka adalah orang-orang yang peduli serta memiliki kemampuan dalam memberikan bimbingan, keterampilan, dan berbagai alternatif demi kemajuan KUBE. “Dengan berbagai cara, pendamping juga harus mampu memberikan transfer pengetahuan, pengembangan jejaring, dan pengorganisasian,” sebutnya.

Dalam praktiknya, pendamping KUBE wajib memberi motivasi dan konsultasi. Berkaitan dengan kegiatan dan permasalahan sosial di KUBE yang didampinginya. “Tugas dari pendamping ini sudah selayaknya diberi apresiasi. Sebagai reward terhadap pengabdian yang dilakukannya selama ini,” kata pria yang tinggal di Maguwoharjo, Depok, Sleman ini.

Seleksi diharapkan menghasilkan KUBE dan pendamping terbaik di DIY. Lantaran kompetisi digelar dengan sehat, spontan, dan menjunjung nilai-nilai sportivitas. “Sehingga dapat mewujudkan perilaku objektif dan partisipatif. Sebagai ajang saling memberikan pengalaman tentang pengelolaan KUBE,” ujarnya.

Heriyani Harry Moeryanto, salah satu pendamping KUBE yang ikut berkompetisi. Dia merupakan pendamping KUBE Sejahtera XII BN.KT 017 Danurejan. Perempuan 58 tahun ini  mendampingi KUBE  yang menangani program ketahanan pangan bagi perempuan disabilitas dan lansia. “Kami bekerja sama dengan Yakkum, saat itu diresmikan oleh Wakil Wali Kota Jogja dan Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja,” ucapnya.

Anggota KUBE Sejahtera XII BN.KT 017 Danurejan, Mohamad Mansur mengaku bahagia. Berkat aktifnya KUBE, kini anggotanya telah mampu menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Antara lain masuk ke Universitas Negeri Yogyakarta dan AMPTA. “Kami terdiri dari 10 anggota yang aktif dan solid, baik kegiatan usaha dan sosial,” cetusnya.

KUBE yang lahir pada 2012 ini memiliki usaha penjualan gas dan air kemasan galon. Mereka juga aktif membantu warga yang menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19. “Kami memberikan paket sayuran, kemudian meluncurkkan program cantelan sayur,” bebernya. (fat/kus/ila)

Artikel ini telah terbit di RadarJogja dengan judul Seleksi Prestasi Pendamping dan Pengurus KUBE 2022 : Berdayakan Kelompok Ekonomi dan Entaskan Kemiskinan