SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

Sainah, Ikon Peserta yang Lulus dari PKH Yogyakarta

(Last Updated On: 24 Mei 2021)

STARJOGJA.COM. Info – Sainah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku senang telah tidak lagi ada di program PKH Dinsos DIY alias graduasi PKH. Ia mulai mengikuti prgram ini sejak tahun 2009 dan keluar tahun 2014.

“Saya mendaftarkan sendiri, saya dulu keliling jualan sosis tempura lalu keliling di kampung dan ada kelompok keluarga harapan. Saya usulkan bisa tidak, karena saya membaca program ini apakah ada harapan saya masuk disini,” katanya di 101,3 Starjogja FM.

Sainah sebulan setelahnya ia resmi menjadi anggota PKH dan mendapatkan bantuan dana pendidikan. Setelah itu ia kembali mengajukan meminjam modal dari Dinsos DIY dan mengembangkan usaha.

“Dari situ saya kembangkan dan berlimpat ganda. Gojlokan dari pendamping itu bagus dan membuat semangat. Karena saya sudah merasakan sendiri ternyata yang dikatakan ada manfaatnya,” katanya.

Siti Maryatun Iptiyah Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan DIY mengatakan Sainah merupakan contoh nyata peserta PKH dapat maju dan tidak lagi menggunakan bantuan. Sebab, setiap bulan ada pertemuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dengan materi ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesos.

“Sainah ini ikon graduasi dengan capaiannya. Ada juga yang sudah mulai maju tapi merasa masih butuh bantuan ada juga saya ga minta kok saya dikasih. Kalau sudah tidak layak maka (program ini lebih baik) untuk yang lain yang lebih layak,” katanya.

Maryatun mengatakan Sainah salah satu contoh sukses peserta PKH yang tidak lagi mengikuti program PKH. Data dari Januari sudah ada 4000 orang yang menyatakan mundur kepesertaan PKH.

“Harapannya mereka menyampaikan sendiri tidak harus diampingi, saya harus mundur karena saya saya sudah cukup tahun ini,” katanya.

ia mengatakan data PKH DIY jumlahnya mencapai 201.344 di tahun 2021 ini. Sementara bantuan ke PKH DIY satu tahunnya Rp1,5 T.

“Kami dengan SDM PKH di DIY sekitar 800 memastikan programnya berjalan dengan baik dari validasi data, bersyarat melaksanakan komitmennya jika pendidikan maka tidak boleh bolosan. Balita tiap bulan harus menimbang di posyandu kalau lansia harus ikut kegiatan di posyandu,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Mulyanta AKS Kepala Seksi Jaminan Sosial dan Perlindungan Lansia Dinas Sosial DIY jika PKH merupakan program pengentasan kemiskinan. PKH merupakan bantuan sosial sifatnya bersyarat ada komponen terkait struktur kemiskinan dalam hal pendidikan anak, perlindungan bayi hingga Lansia.

“Program ini sudah berjalan 13 tahun dan jumlahnya meningkat. Setiap tahun selalu update data sehingga yang belum terdata dicalonkan,” katanya.

Graduasi atau sudah lulusnya peserta PKH itu ada dua hal. Pertama putus hubungan dengan pkh secara alamiah dan kedua graduasi sejahtera mandiri.

“Kami mendorong graduasi mandiri dapat dengan cara mengetuk hati secara mandiri sudah layak lepas dari bantuan sosial,” katanya.

(Ditulis ulang dari sumber berita: www.starjogja.com)

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar