SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

Pertemuan Pendamping JSLU dan Pendamping ASLUT

(Last Updated On: 16 November 2018)

Pertemuan Pendamping JSLU dan Pendamping ASLUT

“Pendamping Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) dan Pendamping Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (ASLUT) harus bersinergi dengan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) seperti TKSK, TAGANA, Pendamping PKH, dan PSKS lainnya dalam memberikan layanan kepada masyarakat” demikian cuplikan kalimat disampaikan Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta saat membuka pertemuan pendamping JSLU dan pendamping ASLUT tanggal 20 Juli 2018.

Dalam acara pertemuan tersebut juga dihadirkan dua narasumber yaitu PLT. Kabid bantuan dan Jaminan Sosial (Bp. Sigit Alifianto, SE, MM) dan Kepala Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Yogyakarta (Bp. Drs. Fatchan, M.Si).

“DIY merupakan daerah yang rawan bencana, 12 potensi bencana menjadi ancaman masyarakat di Yogyakarta, karena itu semua elemen masyarakat perlu ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak terkecuali pada lanjut usia. Karena itu, pembentukan Lanjut Usia Siaga Bencana (LANSIGANA) menjadi kebutuhan dalam rangka menyiapkan para lansia minimal mampu menyelamatkan dirinya sendiri saat terjadi bencana” demikian sedikit paparan Bp. Sigit Alifianto mensosialisasikan LANSIGANA.

Sedangkan Bp. Fatchan dalam paparannya menyampaikan mekanis dan jenis pelayanan yang dilakukan oleh BPSTW bagi lanjut usia di dalam panti.

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar