SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

PERINGATAN HARI LANJUT USIA NASIONAL (HLUN) KE-26 DIY : LANSIA TELADAN HIDUP DAN CUCUK LAMPAH LANJUTKAN PERADABAN

(Last Updated On: 3 June 2022)

Orangtua yang berusia lanjut atau lansia merupakan sumber nasihat dan restu bagi generasi muda. Karena itu, lansia harus dihormati dan mendapatkan kebahagiaan. Terutama dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Bagi masyarakat Jawa, lansia sering disebut sesepuh. Itu membuktikan lansia menjadi teladan hidup.

“Lansia bisa jadi cucuk lampah mengarungi hidup sekaligus meneruskan peradaban,” ujar Wakil Gubernur DIY Paku Alam X. Pandangan itu dikemukakan Paku Alam X saat memberikan sambutan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-26 tingkat DIY. Acara dipusatkan di Museum Benteng Vredeburg Jogja pada Selasa (31/5).

Paku Alam X menambahkan, banyak keluarga di Indonesia dengan tiga generasi yang hidup dalam satu atap. Dia pun mewanti-wanti agar generasi muda berkhidmat kepada orang tua sesuai tradisi bangsa. Apa yang disampaikan wakil gubernur itu sejalan dengan tema acara. Yakni “Lansia Sehat Indonesia Kuat”.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial DIY itu diikuti 1000 peserta. Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih menjelaskan 1000 peserta yang mengikuti acara tersebut terbagi menjadi dua. Sebanyak 500 orang mengikuti secara luring dan sisanya dengan daring.

“Acara ini wujud penghargaan kepada para lanjut usia,” ucapnya.

Peringatan Hari Lanjut Usia itu berlangsung sekitar 5 jam. Rangkaian acara dimeriahkan dengan pentas seni. Dalam acara itu Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul menampilkan kesenian gejog lesung. Sedangkan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia Kota Yogyakarta menyuguhkan senam lansia. Adapun LKS Budhi Mulya Kota Yogyakarta menampilkan tari jaranan.

“LKS Maju Sejahtera dari Potorono, Banguntapan, Bantul, tampil dengan grup paduan suara,” kata Endang saat mengenalkan peserta di depan tamu undangan. Selain wakil gubernur, tampak hadir Ketua DPRD DIY Nuryadi.

Acara juga dimeriahkan dengan hiburan lainnya peragaan busana lansia dan keroncong. Peragaan busana menampilkan warga binaan Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta. Sedangkan keroncong dimainkan Komda Lansia Dinas Sosial Kota Yogyakarta. “Semua yang tampil adalah para lansia. Masih kuat-kuat dan tetap bisa berkarya,” lanjutnya semangat.

Endang mengungkapkan, Pemda DIY tengah berkonsentrasi memperbaiki kehidupan para lansia. Itu dibuktikan dengan hadirnya Perda DIY No. 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia. “Kami fokus menyejahterakan kehidupan para lansia di DIY,” terangnya.

Upaya menyejahterakan lansia itu dilakukan dengan berbagai hal. Di antaranya dengan memberikan bantuan sosial (bansos) secara rutin. Ada empat jenis bansos. Pertama Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU). Sasaran bansos ini 1.000 orang lansia yang diampu 38 LKS.

Kedua, bantuan permakanan lanjut usia dalam panti swasta. Ketiga, bantuan fasilitasi perlengkapan kamar yang menyasar 100 orang lansia diampu oleh 4 LKS. Keempat fasilitasi home care lanjut usia bagi 700 lansia yang diampu oleh 11 LKS.

Seluruh bantuan itu secara simbolis diserahkan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dan diterima perwakilan sejumlah LKS. Dimulai dari LKS Budhi Mulya Kota Yogyakarta, Yayasan Madania Banguntapan, Bantul, dan LKS Maju Sejahtera Potorono, Banguntapan, Bantul.

“Karena lanjut usia menjadi anugerah kami berusaha secara maksimal membahagiakan mereka,” tandas Endang. (vis/kus/dwi)


Artikel ini telah tayang di RADAR JOGJA

4.7 3 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar