SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI-HOTLINE BANSOS COVID-19-WA : 0812 2683 9099-Email: dissosdiy.bansoscovid19@jogjaprov.go.id

PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN, KOMITMEN DISSOS DIY MENDUKUNG INOVASI

(Last Updated On: 17 Maret 2021)

Rabu, 10 Maret 2021, untuk pertama kalinya Sekretariat Dinas Sosial (Dissos) DIY memfasilitasi pemaparan Pekerja Sosial tentang pengembangan model layanan kesejahteraan sosial. Dihadiri oleh Kepala Dissos DIY, Endang Patmintarsih, SH, M.Si, kegiatan ini turut melibatkan secara virtual Tim Penilai Angka Kredit Pekerja Sosial, Kepala Balai dan Pekerja Sosial di lingkungan Dissos DIY. Forum tersebut dimoderatori oleh Sekretaris Dinas Sosial DIY, Suyarno, S.Sos, M.

Pemapar pertama, adalah Sri Hartinnovmi, S.Pi, M.Si Pekerja Sosial Ahli Madya, Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) yang menyampaikan hasil pengembangan model pelayanan berupa Pojok Kreasi dan Seni (JOKERS). Ide kemunculan JOKERS di satu sisi dilatarbelakangi oleh kejenuhan dan kebosanan klien dalam memanfaatkan waktu luang terutama di siang dan sore hari. Sementara di sisi lain banyak klien potensial yang mampu diberdayakan dan ingin berdaya melakukan aktivitas dan kreativitas yang positif dan bermanfaat.

Diinisiasi sejak Juli 2020, pelaksanaan JOKERS bekerjasama dengan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Bank BPD DIY Cabang Bantul, Warung Serasa Tempoe Doeloe dan Stakeholder yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan lanjut usia. Kegiatan JOKERS terdiri dari pertanian, pembuatan sabun cuci, batik Ecoprint, dan hanger kawat serta kegiatan kesenian. Menurut inisiator, JOKERS dapat memberikan dampak positif pada klien lansia baik secara fisik, sosial, psikologis, spiritual, bahkan secara ekonomi bagi lanjut usia potensial.

Kesempatan selanjutnya diberikan kepada pemapar kedua, Widha Dessy A, SST, Pekerja Sosial Pertama di Bidang Rehabilitasi Sosial Dissos DIY. Widha menyampaikan tentang konsepsi pengembangan Sistem Informasi Perlindungan, Assessment dan Rehabilitasi Sosial untuk pelayanan dalam panti/balai di lingkungan Dinas Sosial DIY. Inisiasi pengembangan sistem informasi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sumber data yang cepat, akurat dan akuntabel serta sistem perbaikan manajemen yang dapat mengawal penyelenggaraan rehabilitasi sosial dalam panti/balai sesuai dengan keilmuan, standar pelayanan dan regulasi yang berlaku. Jika sistem ini dapat dikembangkan maka, Dissos DIY akan memiliki data yang akurat hingga jangkauan pelayanan dalam panti/balai, deskripsi posisi pelayanan terhadap Standar Pelayanan Minimal,  sumber data perencanaan dan pelaporan yang akuntabel, serta ruang inventarisasi inovasi pelayanan kesejahteraan sosial.

Pemaparan oleh kedua Pekerja Sosial mendapatkan tanggapan positif oleh para peserta. Kepala Dissos DIY sangat mendukung pengembangan model untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, dan siap membantu pengembang model jika menemui kendala dalam perjalanannya pengembangan model tersebut.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian arahan oleh Kepala Dissos DIY yang mengapresiasi adanya kegiatan pemaparan pengembangan model pelayanan kesejahteraan sosial. Harapannya, ini dapat menjadi pemacu bagi Pekerja Sosial lain untuk memaparkan pengembangan model layanan dan inovasi yang telah dilaksanakan. Ia meyakini bahwa Pekerja Sosial telah melakukan banyak inovasi, namun belum banyak yang berkesempatan menampilkannya ke ruang publik.

Kegiatan pemaparan pengembangan model, menjadi bukti bahwa Dinas Sosial berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam menghadapi kompleksitas masalah sosial yang terus berkembang, agar dapat tetap melayani dan mrantasi masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan sosial. (*wd)

0 0 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar