SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

KUNJUNGAN KEPALA DINAS SOSIAL DIY KE 6 BALAI

(Last Updated On: 18 Mei 2021)

Yogyakarta (18/05/2021). Sehari, 6 balai di lingkungan Dinas Sosial DIY dikunjungi Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, SH, M.Si. Kunjungan masih dalam nuansa lebaran di bulan Syawal 1442 H, setelah sebelumnya dilakukan Halal bi Halal secara daring di Dinas Sosial DIY bersama seluruh SDM Dinas Sosial DIY’ balai dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial mitra kerja.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, SH, M.Si didampingi Sekretaris Dinas Sosial DIY, Suyarno, S, Sos, MA, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Agus Setyanto, SE, MA, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dra. Suprapti, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Sigit Alifianto, SE, MM dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Budhi Wibowo, A.KS, M.Si mulai melakukan kunjungan ke balai di lingkungan Dinas Sosial DIY pada jam 10.00 WIB.

Rombongan menuju ke Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas Pundong Bantul. Balai yang dikomandani Peni Sumarwanti, S.Psi.. Tidak hanya bertemu dengan para pegawai, Kepala Dinas juga melakukan dialog secara langsung dengan klien. Antusias klien menyambut kedatangan Kepala Dinas. ” Tidak usah pergi-pergi dulu. Di balai dulu. Sekarang sedang masa pandemi covid 19. Jaga kesehatan ya”, itu beberapa pesan yang disampaikan Endang ke beberapa klien di BRTPD.

Tempat kedua yang dikunjungi adalah Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha di unit Kasongan, Kasihan Bantul. Disebut unit kasongan karena unit yang satu lagi ada di Pakem, Sleman. Kepala Balai Harjanto, SE menyambut dengan hangat. Kepala Dinas dan rombongan menyapa simbah-simbah, klien di BPSTW. Ruang perawatan khusus, dengan pengembangan layanan RINAI HUMANIS tidak luput dari kunjungan. Dua pekerja sosial memberikan informasi secara gamblang yang sudah dilakukan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada klien.

Balai perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita, di Sidoarum, Godean, Sleman menjadi tempat kunjungan ketiga. Balai ini sedang berbenah fisik. Beberapa tumpukan material masih terlihat disana sini. “Nembe gawe opo mbak?”, sapa Endang pada salah satu klien yang sedang sibuk di kursi depan ruang keterampilan. “Damel baju”, kata klien. Ya, itu adalah salah satu keterampilan yang diberikan kepada klien, selain beberapa keterampilan lain yang dilatihkan.

Beran. Rombongan sampai di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial. Tempat keempat yang dikunjungi. Tempat ini merehabilitasi anak yang berhadapan dengan hukum. Tidak ada dialog dengan klien. Rombongan bersama Kepala Balai, Pejabat Struktural dan Pekerja Sosial melihat fasilitas dan dialog dengan petugas yang memberikan pelayanan. Balai ini tertata dengan rapi. Kepala Dinas terkesan dengan penataan ruang makan klien dan dapur. “Ini sudah bisa nih untuk kita buka galeri”, demikian kata Kepala Dinas.
BPRSR ini juga memiliki satu tempat yang disebut pojok baca. Satu tempat untuk membuka jendela dunia melalui buku. Kerjasama yang cantik dengan BPAD DIY. Bahkan BPAD menempatkan salah satu petugas untuk memberikan layanan di pojok baca di BPRSR.

Matahari sudah condong ke barat ketika sampai di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras, Sidomulyo, Tegalrejo. Satu tempat untuk memberikan pelayanan dan rehabilitasi klien Gelandangan dan Pengemis. Sedangkan untuk merehabilitasi eks ODGJ dilakukan di Purwomartani, Sleman. Kepala Dinas menyampaikan agar bangunan dan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Mengakhiri kunjungan, rombongan menuju Balai Rehabilitasi Sosisl Pengasuhan Anak. Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Terlihat anak-anak sedang menerima bungkusan snack di satu wisma pelayanan. Di tempat lain, terlihat anak-anak balita lucu klien BRSPA. Kepala Dinas menyapa mereka satu persatu. “Ini, namanya siapa”, tanya Endang ke salah satu anak. “Intan”, jawab anak itu. Bahkan tidak hanya Intan yang menjawab, tetapi juga teman-teman yang lain.

Tidak hanya di 6 balai tersebut sebenarnya perbincangan berlangsung. Tetapi dalam perjalanan menuju dan setelah dari balai juga dilakukan perbincangan tentang pelayanan. Kepala Dinas menyampaikan bahwa, “ada tugas berat yang telah, sedang dan akan kita lakukan di balai kita. Butuh inovasi pelayanan dan pengembangan yang harus dilakukan”.

Ditulis oleh : Budhi Wibowo, Kabid Rehsos.

4.3 4 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar