SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

Komisi VIII DPR RI Kunjungi Kube FM Desa Pampang Gunungkidul

(Last Updated On: 5 Januari 2013)

Gunungkidul – Terdapat lebih dari 200 orang warga Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul yang saat ini berprofesi sebagai pengrajin perak. Untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi, sebagian diantara mereka khususnya yang masuk kategori keluarga fakir miskin, telah terwadahi dalam kelompok usaha bersama fakir miskin (7 kelompok) yang dibentuk oleh Dinas Sosial Provinsi DIY pada tahun 2008.

Demikian dikatakan Giyanto, Lurah Desa Pampang menjawab pertanyaan beberapa anggota Komisi VIII DPR RI yang sedang melakukan kunjungan kerja di Desa Pampang untuk melihat secara langsung diantara beberapa program unggulan pembangunan bidang kesejahteraan sosial di wilayah Provinsi DIY, Rabu (22/12).
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Kadir Karding tersebut diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Gunungdidul, Drs. Dwi Warno, M.Si dan Kabid. Sosial, Drs. Syamsul Bakri, M.Si di Balai Desa Pampang. Turut mendampingi dalam acara tersebut beberapa pejabat struktural di lingkungan Dinas Sosial Provinsi DIY, antara lain : Kepala Dinas, Drs. Sulistiyo, SH, CN, M.Si, dan Kabid Pengembangan Sosial, Drs. Atmaji Widi Susilo.
Dalam kesempatan tersebut Sulistiyomenjelaskan bahwa Pampang sebelumnya merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Gunungkidul yang memiliki angka populasi fakir miskin cukup tinggi, sehingga pada 2008 ditetapkan sebagai desa konsentrasi untuk program pengentasan kemiskinan melalui penumbuhan Kube FM. Jumlah Kube FM yang telah berhasil ditumbuhkan di wilayah desa ini pada 2008 tercatat sebanyak 37 kelompok (370 kepala keluarga), dengan jenis usaha meliputi : ternak sapi (16 kelompok), ternak kambing (13 kelompok), kerajinan perak (7 kelompok) dan persewaan alat pesta (1 kelompok). Dari 37 kelompok tersebut, 5 kelompok diantaranya telah mendapatkan program pengembangan melalui Bantuan Langsung Pemberdayaan Masyarakat (BLPS) pada 2010, dengan perincian : peternakan sapi (3 Kube), kerajinan perak (1 Kube) dan persewaan alat pesta (1 Kube). Bantuan sosial yang diterima oleh masing-masing Kube tersebut sebanyak 30 juta rupiah secara cash transfer.
Selain mengunjungi Kube FM di Desa Pampang, Komisi VIII juga berkesempatan mengunjungi Orsos Hafara di Tamantirto, Kasihan dan Kube Program Keluarga Harapan di Wukirsari, Imogiri, Bantul (Sapto).

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar