SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

KIPRAH DIFAGANA MERESPON PANDEMI COVID-19

(Last Updated On: 16 Juni 2021)
Sumber: Dokumentasi TAGANA

Disabilitas menjadi salah satu kelompok rentan terdampak di masa pandemi Covid-19 ini. Mereka menjadi kelompok yang diutamakan dalam memperoleh layanan maupun bantuan. Namun, keberadaan Difagana memberikan fakta bahwa disabilitas tidak hanya menjadi objek, namun mulai diperhitungkan untuk menjadi pihak yang berdaya mengambil peran dalam merespon pandemi Covid-19.

Difagana merupakan singkatan dari Difabel Siaga Bencana yang kehadirannya diinisiasi oleh Dinas Sosial DIY berkolaborasi dengan Handicap International yang saat ini menjadi Humanity & Inclusion, pada tahun 2017. Lahirnya Difagana dilatarbelakangi atas ketidakpuasan disabilitas dalam pendampingan pasca Bencana Erupsi Gunung Merapi Tahun 2010. Pendamping yang notabene non disabilitas dianggap tidak mampu memahami dan mengomunikasikan dengan baik kebutuhan kaum disabilitas pada situasi bencana.

Difagana dibentuk dengan tujuan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Dengan merekrut disabilitas dalam Difagana, maka Dinas Sosial DIY sedang memenuhi hak partisipasi difabel dalam penanganan bencana sebagai pihak yang dapat diterima oleh korban bencana khususnya penyandang disabilitas, juga sesama penggiat penanganan bencana. Secara individu, Difagana memberikan dampak psikososial yang positif bagi anggotannya sehingga lebih berdaya.

Pada awal dibentuknya, Difagana memperoleh apresiasi dari Menteri Sosial RI, Kofifah Indar Parawansa pada peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2017 yang menyatakan bahwa Difagana adalah gagasan ‘out of the box’ dari Dinas Sosial DIY, yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Anggota Difagana yang telah dibekali dengan kemampuan pengelolaan shelter, dapur umum, layanan psikososial pengelolaan logistik, pertolongan pertama gawat darurat dan tata cara penggunaan alat komunikasi dan frekuensi dipandang cakap untuk diterjunkan dalam berbagai situasi bencana. Setelah empat tahun dibentuk, difabel anggota Difagana telah terlibat dalam berbagai kegiatan penanggulangan bencana, mulai fase mitigasi, tanggap darurat maupun pasca bencana khususnya untuk penyandang disabilitas. Tidak hanya di wilayah DIY, namun juga di luar DIY seperti dalam misi penanganan bencana gempa Lombok, NTB dan bencana gempa dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Selatan. Keterlibatan Difagana di Lombok dan Palu diapresiasi oleh para penerima layanannya. Difagana dibentuk untuk menjadi penyalur suara bagi kelompok rentan lainnya. Didasari kosep peer to peer, peran difabel ini dianggap lebih komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan sesama difabel.

Walau demikian, peran Difagana tidak hanya terbatas pada pertolongan antar sesama difabel, namun juga masyarakat lain yang membutuhkan pertolongan. Dalam situasi Pandemi Covid-19 ini, Difagana telah membuktikan kontribusinya dengan “Rangkaian Giat Difagana”, melalui kegiatan Dukungan Dapur Umum Shelter Mandiri Kelurahan yaitu kegiatan penyediaan logistik dan penyiapan makan pagi, siang dan sore bagi penyintas Covid-19 yang melakukan isolasi/ karantina di beberapa lokasi kelurahan di Kulon Progo.

Difagana juga berkontribusi dalam Patroli dan Sosialisasi PHBS dalam pemberlakuan “New Normal” masa Pandemi Covid-19, serta melakukan bhakti sosial pembagian masker dan sabun, serta penyebarluasan brosur PHBS sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19 di berbagai titik seperti pasar tradisional, kios pasar desa, pangkalan ojek, Pos TPR tempat wisata, Posko Koramil, Pos Tempat Pembuangan Sampah, Pasar tradisional/desa, proyek JJLS, persimpangan dan beberapa titik yang berpotensi keramaian di wilayah DIY.

Difagana juga menyelenggarakan kegiatan Jumat berkah. Personel Dinfagana memasak dan mengemas makanan untuk dibagikan pada warga masyarakat terdampak covid-19. Ditengah-tengan menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan pun, Difagana masih tetap enegik melakukan latihan, untuk tetap mengasah keberdayaan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

.dess_

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar