SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

KEPALA DINAS SOSIAL DIY SECARA SIMBOLIS MEMBERIKAN LOGISTIK LUMBUNG SOSIAL SAAT PENGUKUHAN KSB BUMIREJO

(Last Updated On: 1 November 2021)
Dokumentasi Dinas Sosial DIY

Dinas Sosial DIY kembali membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di tahun 2021. Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, merupakan pembentukan KSB ke-46 se-Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak Tahun 2009 progam ini dikenalkan ke masyarakat oleh Menteri Sosial Republik Indonesia.

Kegiatan Pembentukan Kampung Siaga Bencana ini, dimulai sejak hari Kamis 28 Oktober 2021 hingga hari ini (Sabtu tanggal 30 Oktober 2021). Kegiatan penyuluhan, pelatihan dan puncaknya hari ini, berupa pengukuhan Tim KSB, merupakan tahapan ketiga, setelah sebelumnya tahap penjajakan calon lokasi dan penyiapan lokasi di koordinasikan bersama dengan pihak Pemerintah Kalurahan, Dinas Sosial dan teman-teman TAGANA.

Kegiatan Pembentukan ini, diikuti oleh 60 personil calon anggota tim KSB yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat di Kalurahan Bumirejo. Tim telah dibekali melalui belajar bersama dengan TAGANA terkait divisi Tim Reaksi Cepat, Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat, Shelter, Logistik, Dapur Umum Lapangan. Dengan harapan masing-masing personil mampu memahami apa yang harus di lakukan sebagai bagian dari tim penanggulangan bencana di wilayahnya.

Selain terbentuknya tim dalam KSB ada Gardu Sosial dan Lumbung Sosial yang merupakan bagian tak terpisahkan. Keberadaannya menjadi sarana dan prasana untuk menjalankan operasi kemanusiaan penanggulangan bencana. Di dalam Lumbung Sosial terdapat barang-barang persediaan meliputi Permakanan, Peralatan Dapur, Peralatan Keluarga, Paket Sandang, Kebutuhan Papan dan Perlengkapan lainnya.

Dalam laporan pelaksanaanya, Endang Patmintarsih SH, M.Si selaku Kepala Dinas Sosial DIY menuturkan bahwa paradigma penangananan bencana telah berubah, penanganan bencana bukan hanya bersifat responsif tapi juga preventif. Peran pemerintah adalah mendorong semua komponen masyarakat di wilayah yang berpotensi maupun rawan bencana untuk memiliki sikap kesiapsiagaan dan mampu mendeteksi dini gejala-gejala atau tanda-tanda akan munculnya bencana. Kesiapsiagaan suatu wilayah tentu saja akan memiliki arti
penting dalam rangka meminimalkan korban, baik jiwa maupun materi. Kegiatan Kampung Siaga Bencana merupakan solusi untuk menumbuhkan sikap kesiapsiagaan dan tanggap bencana di wilayah.

“Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) diikuti oleh 60 personil, yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat di Kalurahan Bumirejo, dengan sumber pembiayaan yang berasal dari anggaran daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan barang logistik yang ada di lumbung sosial senilai Rp 224.109.174 (Dua ratus dua puluh empat juta, seratus sembilan ribu, sertua tujuh puluh empat rupiah).” terangnya.

Senada dengan Kepala Dinas Sosial DIY, Fajar Gegana selaku Wakil Bupati Kulon Progo dalam amanat apel pengukuhan, menekankan bahwasannya masyarakat diberikan kesempatan seluas – luasnya dalam upaya merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan sendiri upaya penanggulangan bencana.

Menurut hematnya tujuan kegiatan ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana, membentuk jejaring masyarakat siaga bencana berbasis masyarakat di DIY, mengorganisir potensi masyarakat terlatih dalam penanggulangan bencana sehingga berjalan berkesinambungan mulai dari sebelum, pada saat, dan sesudah bencana, serta memperkuat solidaritas antar anggota masyarakat terlebih dalam rangka mengoptimalkan potensi dan sumber daya masyarakat dalam penanggulangan bencana.

“Kita tahu bersama bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, tidak mengenal ruang dan waktu. Untuk itu menghadapi kejadian yang tidak bisa diprediksi tersebut, kita perlu waspada dan siaga, salah satunya dengan membentuk KSB, sehingga diharapkan meminimalisir terjadinya korban jiwa” tegasnya.

Hadir dalam pengukuhan, jajaran Forkominda Kulon Progo, Kadisos PPPA Kulon Progo, BPBD, PMI, Forkompinkap Lendah, dan Lurah Bumirejo beserta perangkatnya yang secara bergiliran memberikan secara simbolis logistik lumbung sosial kepada Tim KSB Bumirejo, pada apel pengukuhan, yang sebelumnya bersama-sama menyaksikan simulasi penanganan bencana banjir.

AC

5 1 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar