SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

KEPALA DINAS SOSIAL DIY MEMBUKA LOKAKARYA PENINGKATAN KAPASITAS KESIAPSIAGAAN PETUGAS PERLINDUNGAN SOSIAL DALAM PENANGGULANGAN BENCANA LEBIH INKLUSIF DAN ADAPTIF PANDEMI COVID-19

(Last Updated On: 6 December 2021)
Dokumentasi oleh Dnas Sosial DIY

Dalam keadaan bencana, orang-orang dengan kerentanan adalah kelompok yang paling berisiko. Tanggap bencana yang dilakukan segera setelah bencana ditandai oleh distribusi barang-barang bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar termasuk paket hunian dan barang-barang rumah tangga. Aktivitas-aktivitas seperti itu bisa saja tidak dapat diakses karena jarak, antrian yang panjang, dan/atau kurangnya informasi. Barang-barang yang dibagikan bisa saja tidak sesuai atau sulit digunakan oleh para penyandang disabilitas maupun kelompok rentan lain. Faktor kerentanan ini juga yang menjadi tantangan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan penanggulangan bencana.

Humanity Inclusion bekerjasama degan Dinas Sosial DIY menyelenggarakan peningkatan kapasitas, dengan tujuan penyelenggaraan menurut Swetika Eko Saptyono selaku Country Coordinator Humanity Inclusion adalah untuk memperkuat kapasitas unsur pelaksana penanggulangan bencana yang di punyai Dinas Sosial DIY dan juga Dinas Sosial Kabupaten/Kota, dengan rangkaian kegiatan berupa Lokakarya, Training Of Trainer (TOT) dan Pelatihan untuk unsur relawan.

Endang Patmintarsih, SH, M.Si selaku Kepala Dinas Sosial DIY membuka kegiatan lokakarya, Kamis 2 Desember 2021 berlokasi di Balai Rehabiltasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Sidomulyo, Bener, Tegalrejo Yogyakarta. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan HI yang terbangun selama ini, untuk menghadapi persoalan penanganan pengungsian akibat bencana dan pengembangannya yang semakin iklusif dan adaptif. Hal tersebut senada dengan sambutan Plt Direktur PSKBA Ditjen Linjamsos Kementerian Sosial RI, Drs Iyan Kusmadiana, MPS.Sp melalui layar zoom, yang mengapresiasi langkah Dinas Sosial DIY mengawali perhatiannya pada inklusifitas dan adaptifnya sebuah penanganan dalam penanggulangan bencana.


Dokumentasi oleh Dnas Sosial DIY

Sejak penyebarannya yang masif di awal tahun 2020, situasi pandemi COVID-19 mengharuskan seluruh anggota masyarakat untuk bisa melakukan adaptasi dalam kehidupan keseharian untuk mencegah penyebaran virus yang lebih banyak lagi. Daerah Istimewa Yogyakarta yang selalu menjadi tolak ukur keberhasilan kebijakan di Indonesia selalu menjadi pioner terdepan, salah satunya dalam hal penanggulangan bencana dengan kekuatan petugas Perlindungan Sosial, dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana dengan mitra di Tenaga Pelopor Perdamaian (TPP)/PORDAM dan Kampung Siaga Bencana (KSB), serta sahabat Tagana yang meliputi Pramuka Siaga Bencana (PRAGANA), Difabel Siaga Bencana (DIFAGANA), RAPI Siaga Bencana (RAPIGANA), termasuk dalam penyebaran isu-isu perlindungan yang tidak bisa dilepaskan dalam situasi bencana.

Memperhatikan apa yang tertuang dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 49 Tahun 2011 tentang Standar Operasional Prosedur Penanggulangan Bencana, sebagaimana dirubah dengan Peraturan Gubernur DIY Nomor 119 Tahun 2014, bisa segera disesuaikan dan disisipkan tentang penanganan penggalungan bencana yang lebih inklusif serta dapat diadaptasi sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga nantinya dihasilkan sebuah pedoman untuk diimplementasikan sebagai upaya kepastian layanan kebencanaan yang menjadi ranah Dinas Sosial.

Hadir sebagai peserta pada kegiatan lokakarya yaitu para Kepala Bidang/Kepala Seksi yang menangani bencana di Dinas Sosial Kabupaten/Kota se-DIY, Ketua FK Tagana DIY dan Kabupaten/Kota, Unsur FK Tim Kampung Siaga Bencana DIY, Pelopor Perdamaian DIY, Pekerja Sosial DIY, RAPI Siaga Bencana, Pramuka Siaga Bencana, Difabel Siaga Bencana, dan dari unsur Tagana Utama Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan narasumber kegiatan tersebut adalah Sigit Alifianto, SE, MM selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial DIY dan Indah Sari Kencono Putri selaku konsultan dari Humanity Inclusion.

AC

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar