SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

Kepala Dinas Sosial DIY kirim TAGANA DIY ke Sulawesi Tengah dan Lombok, NTB

(Last Updated On: 16 November 2018)

Kemarin sore ada seorang anak usia 8 tahun, menjual puding, yang hasilnya di sumbangkan ke daerah terdampak Gempa Bumi Sulawesi Tengah, inilah inspirasi kecil kehidupan, bagaimana keluarganya yang menanamkan jiwa keikhlasan dan kerelawanan. inilah cerita yang disampaikan Bapak Drs Untung Sukaryadi MM, mengawali sambutannya dalam melepas personel TAGANA yang akan ditugaskan ke Provinsi Sulawesi Tengah untuk penanganan tanggap darurat gempa bumi, dan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk rehap rekon hunian bagi anggota TAGANA Kabupaten Lombok, siang tadi (Kamis 18 Oktober 2018 pukul 11.15 WIB) di halaman Dinas Sosial DIY.

Tim yang bertugas dipilih dari anggota TAGANA spesial group (TSG) dan ditunjuk pula dari FK TAGANA DIY, dengan komposisi :

  • Sepuluh (10) personel menggunakan jalur udara menuju Sulteng, dengan masa tugas mulai hari ini sampai dengan 3 November 2018.
  • Delapan (8) personil dengan menggunakan empat armada truk untuk mengangkut logistik bantuan dari warga Yogyakarta, yang dikumpulkan di BPBD DIY.
    Berangkat tanggal 20 Oktober 2018, bertugas hingga tanggal 3 November 2018.
  • Lima (5) personil menuju Lombok NTB menggunakan 1 armada RTU. Berangkat tanggal 22 Oktober, dengan lama tugas hingga tanggal 10 November 2018.

Menolongnya adalah temporer, namun sebuah semangat merupakan kekuatan berkesinambungan untuk bangkit. Sebagai TAGANA harus tahu apa yang dilakukan dan bagaimana melakukan. Jangan kaget setibanya disana akan didapati kondisi yang belum pernah kita hadapi. Salah satunya bantuan barang menumpuk luar biasa, sehingga butuh kesabaran mengurai dan menatanya. Untuk itu sebelum menugaskan kalian, sudah kami Pilah, Pilih, tunjuk, sesuai ukuran masing-masing Kita sadar sesadar-sadarnya prinsip satu komando, satu aturan dan satu kesatuan tiadalah cukup tanpa di landasi semangat pengabdian dan keikhlasan.

Identitas kita sebagai warga Jogja, harus dipahami agar kita selalu berjiwa besar manakala sebagian masyarakat disana berbeda dalam menyikapi kedatangan kalian. Tetaplah fokus untuk memberikan pelayanan, membangun budaya kepedulian. Jargon sitik edhing yang kemarin di inisiasi dan telah di gelorakan Ngarso Dalem, fungsikan disana dengan memberi ruang di hati kecil kita agar tidak mutungan, senantiasa bertenggang rasa selelah apapun kita. Saling jaga, saling melindungi dan patuhi komando.

Mengertilah hari-hari kedepan hari yang sibuk. Esensi tolong, bantu, semangati yaitu kemanfaatan bersama.

Penuturan beliau yang memecah keheningan, dalam memberikan pengarahan kepada personel yang berdiri berbaris di halaman.

Melihat bencana yang tidak bisa kita ketahui kapan datangnya, menjadikan pemikiran-pemikiran harus di kembangkan menjadi inovasi yang mumpuni. Tidak ada sejengkal tanahpun di Jogja ini yang tidak terancam bencana alam. Untuk itu salah satu terobosannya adalah dengan pengembangan sahabat TAGANA dalam rangka mitigasi mensosialisasikan kondisi teritorial sebagai wujud antisipasi dan kewaspadaan. Hal ini di kandung maksud bahwa Jogja menjadi hulu untuk mempelajari penanggulangan bencana dengan pendekatan karakteristik budaya, identitas, dan kearifan lokal.
Lanjutnya dalam memberikan pengarahan. Yang kemudian, ditutup dengan doa untuk keselamatan dan kelancaran bersama.

Selain personel mengikuti upacara pelepasan, sebelumnya di laksanakan prosedur vaksinasi oleh Dinas Kesehatan, juga tadi malam telah diadakan pembekalan oleh Bapak Sigit Alifianto SE MM mengenai teknis alur penanganan dan mekanisme hubungan tata kerja dengan Dinas Sosial setempat dan tim dari Kementerian Sosial yang sedari awal telah berada di lokasi untuk mendukung upaya perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.(SA)

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar