Senin, 20 November 2017

-motto: MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI-*    -JOGJA ISTIMEWA-*    -SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-*    -motto: MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI-*    -SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-*    -JOGJA ISTIMEWA-*

Kajian Evaluatif Keberhasilan Rehabilitasi Sosial PSKW

Ditulis oleh dalam Press Release pada hari Kamis, 07 Februari 2013 pukul 7:51:35 dan ada komentar

Oleh : Slamet, S.Sos (Kepala PSKW Yogyakarta)

Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Yogyakarta merupakan lembaga yang bertugas menangani permasalahan Wanita Rawan Sosial Psikologis (WRSP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk upaya dan tanggung jawab  pemerintah terhadap pengentasan masalah sosial. Wanita Rawan Sosial Psikologis sendiri adalah wanita yang karena faktor psikologis dan sosial,  baik pribadi maupun lingkungannya memiliki kerawanan atau kecenderungan melakukan penyimpangan norma serta mengalami  gangguan keberfungsian sosial. Wanita Rawan Sosial Psikologis memiliki ciri-ciri kehilangan kasih sayang, krisis kepercayaan diri, merasa tersisih/terlantar dan dalam keputusasaan. Selain itu yang termasuk dalam Wanita Rawan Sosial Psikologis sasaran garap PSKW Yogyakarta adalah Wanita Tuna Susila atau Mantan Tuna Susila, wanita korban tindak kekerasan.

Permasalahan kesejahteraan sosial tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan pembangunan. Pembangunan selalu membawa perubahan, bukan hanya per­ubahan fisik, melainkan juga perubahan nilai-nilai yang berdampak pada tata kehidupan sosial masyarakat di dalamnya. Hal tersebut berdampak pula pada kompleksitas permasalahan wanita rawan sosial psikologis. Hal tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial secara lebih terpadu salah satunya melalui upaya evaluasi program guna mengetahui tingkat keberhasilan pelayanan yang telah dilakukan sebagai landasan untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PSKW Yogyakarta sebagai UPTD Dinas Sosial Provinsi DIY  melakukan kajian atau kajian evaluatif secara terstruktur terhadap keberhasilan rehabilitasi sosial yang selama ini dilakukan, baik secara internal maupun eksternal sehingga tersedia informasi dan data mengenai  peningkatan kualitas kesejahteraan eks warga binaan setelah menerima pelayanan dan rehabilitasi sosial di PSKW Yogyakarta.

Kegiatan kajian tersebut dilaksanakan selama 60 (enam puluh) hari kalender dan telah dimulai sejak tanggal 9 Oktober 2012. Tujuan kegiatan kajian ini adalah untuk mengkaji dampak Program Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial terhadap tingkat kesejahteraan WRSP warga binaan sosial PSKW Yogyakarta terkait kondisi sosial dan ekonomi serta posisi penerima manfaat pelayanan dalam masyarakat. Secara spesifik kajian ini ingin mengungkap :

  1. Situasi sosial penerima manfaat dengan memahami komunikasi, relasi dan interaksi sosialnya dalam masyarakat serta perubahan posisi dalam keluarga dan masyarakat.
  2. Kondisi psikologis penerima manfaat dengan memahami kematangan kepribadiannya, kepercayaan diri dan harga dirinya serta kemandiriannya.
  3. Tingkat kesejahteraan ekonomi penerima manfaat dengan melihat perkembangan usaha atau pekerjaaannya.

Kajian ini termasuk kajian evaluatif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian ini menggambarkan dampak dan manfaat program bagi warga binaan sosial PSKW Sidoarum. Sample  diambil dengan menggunakan teknik purposive dan teknik snowball. Dengan mengacu pada rumusan masalah dan tujuan kajian, peneliti secara sengaja memilih orang-orang yang dijadikan sebagai sumber data kajian. Kajian ini menjangkau 102 orang penerima manfaat yang pernah berada di PSKW selama kurun waktu 2007 – 2010. Wilayah yang menjadi sasaran kegiatan kajian ini adalah Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Model kajian yang digunakan adalah model CIPP yang akan mengkaji kebijakan dari 4 aspek, yaitu Context (Konteks), Input (masukan) , Process (proses), dan Product (hasil).

Dari hasil kajian ini, diketahui di antara sejumlah aspek dalam indikator input, sejumlah besar aspek telah sesuai dengan standar minimal yang dipersyaratkan, seperti sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sedangkan aspek yang terkait dengan NSPK masih banyak yang harus dirumuskan. Ini artinya pada indikator input, masukan yang bersifat teknis dan berfungsi sebagai petunjuk operasional masih belum memadai. Dalam kategori indikator proses, PSKW telah melaksanakannya setiap tahapan, meskipun dalam beberapa komponen belum dilakukan secara maksimal. Jumlah warga binaan sosial yang terjangkau program pelayanan dan rehabilitasi sosial 50 orang setiap tahun dan yang telah mengikuti praktek belajar kerja atau magang di atas 75 %. Namun Jumlah klien warga binaan sosial yang lulus dalam uji kompetensi ketrampilan kerja masih di bawah 50 %.

Dari pemaparan hasil evaluasi tim kajian PKSW pada bab terdahulu  baik terkait aspek administrasi ataupun dampak ekonomis dan psiko sosial yang dialami oleh penerima bantuan, tim kajian ini mengajukan beberapa rekomendasi. Rekomendasi ini berupa  langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh PSKW untuk lebih menjamin efektifitas layanan atau lebih tepatnya meningkatkan dampak positif serta tingkat keberhasilan program-program PSKW dalam pemberdayaan dan keberfungsian sosial klien. Langkah-langkah tersebut adalah :

  1. Re-evaluasi Mandat PSKW Yogyakarta
  2. Perluasan Jaringan dan Sistem  Rujukan dan Kerjasama dengan mengakses :
  3. Lembaga Finansial/ Penyedia Kredit
  4. Program-program Sosial dan  Pemberdayaan  Sosial Ekonomi.
  5. Membentuk Asosiai dan Jaringan  Alumni/ Eks warga Binaan
  6. Perluasan Jenis  dan Tingkat Ketrampilan Program Vokasional
  7. Review Kurikulum dan Mekanisme Assessment
  8. Re-evaluasi Proses Assesment

 Serangkaian kegiatan kajian Tingkat Keberhasilan Rehabilitasi Wanita Rawan Sosial Psikologis (WRSP) PSKW Yogyakarta disempurnakan dengan diadakanya kegiatan Workshop Hasil Kajian yang dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 5 Desember 2012 di Wisma MM UGM lt. 2 Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dari Pejabat Struktural dan Fungsional Lingkungan Dinas Sosial DIY, Instansi Pemerintahan terkait di lingkungan Pemda DIY, Kepolisian Daerah DIY, Dinas Sosial Kabupaten Kota di DIY, LSM/LKS bidang Perempuan dan Anak di DIY, Satuan Bhakti Pekerja Sosial Kementerian Sosial wilayah DIY serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Sosial DIY. Bertindak sebagai Narasumber/Pembahas dalam kegiatan ini adalah Dr. Y Sari Murti W, SH, M.Hum Ketua FK2PA Yogyakarta dan Dra. Djohar Winarlien, SU Kepala Pusat Studi Wanita UGM. Kedua pembahas tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan kajian yang dilakukan oleh PSKW Yogyakarta. Dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengetahui sejauh mana kualitas serta keberhasilan pelayanan yang di lakukan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui PSKW Yogyakarta UPTD Dinas Sosial DIY untuk menangani permasalahan Wanita Rawan Sosial Psikologis (WRSP).

Pencarian dari mesin pencari: adanya dampak postif rehabilitasi bagi tuna susila, krisia evaluatif, program rehabilitas kota bantul termasuk bentuk perubahan sosial apa.

Ada komentar untuk Kajian Evaluatif Keberhasilan Rehabilitasi Sosial PSKW