SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI-HOTLINE BANSOS COVID-19-WA : 0812 2683 9099-Email: dissosdiy.bansoscovid19@jogjaprov.go.id

MENGUSUNG SLOGAN “BUSANA UTAMA”, DISSOS DIY PERINGATI HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA (KSB)

(Last Updated On: 6 Mei 2021)

Senin 26 April 2021 terlihat kepulan asap dari sisi barat gedung Dinas Sosial DIY yang beralamat di jalan Janti-Banguntapan Yogyakarta, tak lama kemudian terdengar bunyi sirine, yang diikuti dengan keluarnya orang-orang dari dalam gedung. “Kebakaran, kebakaran, gedung terbakar” teriak salah seorang Security/Satpam, yang terdengar dari lorong bawah. Satu persatu nampak orang-orang berada di titik kumpul, dengan nafas terengah-engah, mereka menanyakan rekan mereka yang belum terlihat, “sopo iki sik rung metu, sopo sik rung ketok, cek, ayo dicek (siapa yang belum keluar, siapa yang belum terlihat)” Teriaknya.

Inilah situasi simulasi evakuasi bencana kebakaran pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), yang diikuti pimpinan dan para pejabat struktural beserta segenap karyawan di lingkungan Dinas Sosial DIY, melalui slogan/tagline #Busana Utama (Budaya sadar bencana untuk keselamatan bersama).

Dalam sambutannya, Endang Patmintarsih, S.H, M.Si selaku Kepala Dinas Sosial DIY menyampaikan bahwa simulasi ini bukan sekedar main-main, tapi untuk mengetahui jika terjadi bencana di lingkungan kerja. Harapan dari latihan ini untuk memberikan pengetahuan kepada kita mengenal dimana posisi kita, serta risiko apa yang ada di sekitar kita, lalu apa solusinya dalam merespon risiko bencana.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) setiap tanggal 26 April, bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Sesuai Surat Edaran Gubernur DIY nomor 360/8180, tema peringatan HKB tahun ini, yaitu Latihan Membuat Kita Selamat.
Dengan rangkaian kegiatan pelatihan dan simulasi evakuasi bencana, termasuk Dinas Sosial DIY dalam memperingatinya melaksanakan penyuluhan tentang pengurangan resiko bencana, khususnya kebakaran. Dalam paparan materi di uraikan himbauan disaat terjadi kebakaran di lingkungan kerja, meliputi tindakan seperti:

  • Segera tinggalkan ruangan /gedung yang terbakar dan tidak boleh panik.
  • Bawa pergi dan amankan berkas maupun surat/dokumen penting bisa di jangkau.
  • Matikan Peralatan Listrik
    saat mendengar alarm kebakaran dan jangan buru-buru meninggalkan meja kerja.
  • Jangan sampai terjebak didalam keramaian. Penyebab banyaknya korban kebakaran biasanya karena penghuni gedung yang fokus pada satu akses keluar gedung. Penghuni gedung berdesakan dan terlanjur menghirup asap kemudian pingsan.
  • Apabila terjebak dalam keramaian usahakan mencari jalan menuju titik kumpul.
  • Setelah sampai dititik kumpul segera cek semua orang yang ada agar tidak ada orang yang masih tertinggal didalam Gedung.
  • Lindungi saluran pernafasan, saat titik kebakaran berada cukup dekat. Segera lindungi hidung dan mulut dengan tisu, tisu basah, sapu tangan atau bisa juga atasan yang dipakai. Asap kebakaran yang terhirup bisa berakibat sesak nafas.
  • Asap akan bergerak ke atas, sehingga bungkukkan badan serendah mungkin, atau merangkaklah. Tetap tutup hidung dan mulut dan bernapas perlahan.
    -Ikuti jalur evakuasi, jika tidak ada petunjuk pengeras suara maka ikuti petunjuk arah evakuasi yang biasa terpasang di dinding.

Hari Kesiapsiagaan Bencana, pertama kali dicetuskan pada tahun 2017, adapun dipilih tanggal 26 April karena dilatarbelakangi 10 tahun ditetapkannya UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang disahkan pada 26 April 2007. Dimana Undang-Undang ini telah melahirkan berbagai legislasi, kebijakan dan progam pemerintah yang mendukung kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana, mengubah cara pandang menyikapi bencana yang semula respon menuju paradigma pengurangan risiko bencana.

AC

5 1 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar