SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

DI PSTW PENDAMPING LANJUT USIA MENEMPA DIRI

(Last Updated On: 23 Desember 2014)

Pakem (18/12/2014). Kemauan, keiklasan menolong sesama adalah “Gawan” bayi. Itu salah satu kalimat yang disampaikan Kepala Dinas Sosial D.I.Yogyakarta dalam sambutan dan Pembukaan Kegiatan “Peningkatan Kapasitas Petugas Pendamping Pelayanan Sosial Lanjut Usia”. 1

Sebanyak dua ratus peserta terdiri dari para pendamping Pelayanan Lanjut Usia Dinas Sosial D.I.Y dari Kabupaten Gunungkidul Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman tumpah ruah menjadi satu di Aula Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta unit Abiyoso. Bukan hanya mengasah empati, tetapi juga berusaha lebih dekat dan menjadi bagian dari proses pelayanan lanjut usia di panti sosial. Mereka sebenarnya sudah menjadi pendamping kegiatan Lanjut Usia ==terutama yang terlantar== yang berada di masyarakat. Kelengkapan ilmu pendampingan di dalam panti masih mereka timba di Panti Sosial Tresna Werdha ini.

Kepala Dinas Sosial D.I.Y, Drs. Untung Sukaryadi, MM dalam sambutan dan pembukaan menyampaikan bahwa para pendamping dan siapapun yang terpanggil untuk menjadi relawan sosial ataupun profesi apapun maka yang bersangkutan harus melengkapi diri dengan SEKAR. Bukan sekar dalam arti bunga, tetapi sebuah singkatan yang memberikan arahan pelaksanaan pekerjaan yang baik.

Kepala Dinas dengan runtut menyampaikan arti singkatan Sekar tersebut. Skill, artinya kemampuan yang wajib dimiliki. Kemampuan tentang berbagai hal yang merupakan modal dasar pelaksanaan pekerjaan. Ini berarti seorang relawan atau pendamping harus memiliki kemampuan dan keterampilan. Etos, semangat yang didasarkan kapasitas dan regulasi yang jelas. Semangat ini menjadi sangat penting karena tanpa semangat, pertolongan yang diberikan hanya sebatas peran substitusi tanpa target tanpa tujuan yang jelas. Kreatifitas, sebuah upaya perbaruan dalam kerangka kreatifitas pelayanan/pertolongan. Selalu mengembangkan metode, teknis, seni pertolongan kepada klien. Sehingga pertolongan yang diberikan tidak sekedar rutinitas yang menjemukan, tetapi lebih bersifat upaya-upaya kreatif. Attitude, kepribadian yang baik, memiliki tatakrama, sopan santun yang berarti penghormatan pada siapapun dan apapun. Ini hakekatnya adalah sebuah upaya penghormatan terhadap harkat dan martabat diri sendiri. Relationship, seni dan kemampuan untuk menjalin hubungan yang baik dengan semua hal. Hubungan profesional sebuah proses pertolongan pekerjaan sosial.

Kepala dinas kemudian merangkai arti sekar tersebut. Bahwa pendamping yang memiliki kemampuan, cerdas, tetapi tanpa etos kerja, tanpa kepribadian yang baik, tanpa kreatifitas dalam melaksanakan pendampingan dan tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak, diyakini akan mengalami kegagalan dalam pendampingan.

2Hadir dalam kesempatan tersebut Plh. Kepala Bidang Banjamsos, Sigit Alifianto, SE, MM Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana, Kepala Seksi Korban Tindak Kekerasan, Pekerja Migran dan Jaminan Sosial, Budhi Wibowo serta pejabat struktural di PSTW Yogyakarta.

Menurut Sigit, kegiatan ini masih dalam kerangka sinergitas dan komplementari pelayanan. Bentuk sinergitasnya dalam bentuk keterlibatan semua komponen di Bidang Banjamsos dalam kegiatan. “Instruktur outbond adalah para Taruna Siaga Bencana, TAGANA” demikian kalimat yang disampaikan Sigit. Masih menurutnya, pada masa yang akan datang diupayakan bentuk sinergitas yang lebih luas, para pendamping lanjut usia ini diharapkan juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan di seksi lain selain Seksi Kesejahteraan Lanjut Usia.

Sumber di Seksi Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia menyampaikan bahwa kegiatan serupa juga dilaksanakan di tempat yang berbeda kolaborasi dari Dinas Sosial dan Forum Komunikasi Lanjut Usia. Sebanyak 100 orang melaksanakan peningkatan kapasitas diri di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta unit Budhi Luhur di Kasongan, Bangunjiwo Bantul yang dikomandani oleh Supriyatun, S.Sos Kepala Seksi Kesejahteraan Lanjut Usia.

Semangat yang luar biasa terpancar dari seluruh peserta. Menjadi sangat menarik ketika kegiatan ini dirangkai dengan kunjungan ke wisma tempat tinggal klien lanjut usia. Beberapa peserta terlihat menitikkan air mata, iba, haru, dan berbagai rasa bercampur menjadi satu. Selamat berkarya para relawan sosial, bhaktimu menjadi bukti semangat kesetiakawanan sosial. (*)

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar