SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

Depsos RI Sosialisasikan Pedoman Klasifikasi Orsos

(Last Updated On: 4 Januari 2013)

Yogyakarta – Sebagai acuan bagi para pemangku kepentingan (stake holders) dalam menetapkan klasifikasi Organisasi Sosial (Orsos), Depsos RI melalui Direktorat Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Masyarakat mensosialisasikan draf pedoman klasifikasi organisasi sosial di Aula Timur Dinas Sosial Provinsi DIY, Jl. Janti Banguntapan, Yogyakarta, Rabu (19/3). Acara ini dihadiri oleh BK3S Provinsi DIY, K3S Kab/Kota, Instansi Sosial Kab/Kota serta beberapa Orsos di DIY.

Tujuan disusunnya pedoman tersebut, sebagaimana disampaikan Widi Supriadi, SE, Kasi Standardisasi dan Bintek Orsos Dirjen Pemberdayaan Sosial Depsos RI, untuk mendorong terciptanya peningkatan mutu pelayanan Orsos kepada masyarakat di bidang usaha kesejahteraan sosial. Selain itu, juga bertujuan tersedianya ketentuan standar yang dapat digunakan Orsos untuk mengetahui kekurangan/kelemahannnya, sehingga dapat dilakukan upaya-upaya perbaikannya.

Menurut Widi, perlunya Pedoman Klasifikasi Orsos dilatarbelakangi dari hasil pemantauan di lapangan, bahwa ternyata setiap Orsos hanya mampu melaksanakan pelayanan UKS dengan kekuatan kelembagaan dan kondisi sumber daya yang terbatas. Sedangkan saat ini telah terjadi peningkatan jenis maupun jumlah permasalahan sosial. ”Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memacu aktif Orsos menjadi salah satu penopang dan pelaku pembangunan kesejahteraan sosial”, katanya. ”Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan kemampuan orsos, dengan jalan mendorong orsos untuk mampu merubah paradigma lama yang masih berorientasi pada pelayanan UKS yang berasaskan primordial dan charitas kepada profesional”, lanjutnya. Ditambahkan pula, bahwa di masa mendatang diharapkan Orsos dapat memberikan pelayanan prima dalam bidang UKS kepada masyarakat. Untuk itulah, pemerintah harus melakukan suatu upaya yang terus menerus kepada Orsos dengan mencari model Orsos yang ideal. Oleh karenanya, perlu diadakan klasifikasi bagi semua Orsos, sehingga dapat ditemukan Orsos ideal yang dapat dijadikan model dan rujukan bagi Orsos-Orsos lainnya.

Berdasarkan draf yang telah disusun, tingkatan klasifikasi Orsos terdiri atas 2 parameter, yaitu wilayah kerja (jangkauan pelayanan) dan tipologi Orsos. Sesuai wilayah kerjanya, Orsos diperingkat sebagai berikut: (1) Orsos tingkat Desa/Kelurahan; (2) Orsos tingkat Kecamatan; (3) Orsos tingkat Kabupaten/Kota; (4) Orsos tingkat Provinsi; (5) Orsos tingkat Regional; dan (5) Orsos tingkat Nasional. Sedangkan tipologi Orsos dibagi ke dalam 4 peringkat, yakni: (1) Orsos tipe A/Mandiri; (2) Orsos tipe B/Berkembang; (3) Orsos tipe C/Tumbuh; dan (4) Orsos tipe D/Embrio.

Sementara itu, dalam pengantarnya Kepada Dinas Sosial Provinsi DIY, Drs. Andung Prihadi S, M.Kes, mengatakan bahwa peranan Orsos sangat penting dalam upaya menangani berbagai permasalahan sosial yang ada. ”Kalau dalam penanganan masalah sosial yang bergerak hanya Instansi Sosial Provinsi serta Kabupaten/Kota saja, tanpa adanya dukungan Orsos, maka cakupan yang bisa ditangani kira-kira hanya 6,8%”, terangnya. Oleh karena itulah, menurut Kepala Dinas, satu-satunya jalan untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada dengan cara merangkul Orsos sebagai mitra kerja pemerintah. ”Maka tidaklah berlebihan jika kita katakan bahwa Organisasi Sosial merupakan ruhnya program pemberdayaan sosial”, tegasnya lebih lanjut.

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar