SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

BERMAIN MELATIH ANAK BERSOSIALISASI DAN MEMBANGUN KERJASAMA

(Last Updated On: 12 Maret 2021)

Bermain adalah hak anak yang harus diberikan untuk mendukung tumbuh kembang anak yang wajar serta menjadi media bagi anak untuk berlatih bersosialisasi dan berlatih membangun Kerjasama. Anak-anak yang terpenuhi kebutuhan bermainnya sesuai dengan perkembangan usianya akan berdampak positif pada perkembangan kepribadiannya.

Anak-anak asuh di Balai RSPA bertambah kebahagiaannya di awal tahun 2021, karena Balai RSPA meningkatkan pelayanan rekreatif pada anak-anak asuh. Peningkatan pelayanan rekreatif ini dapat dilihat jelas dengan penambahan koleksi bacaan di perpustakaan, penambahan mainan, serta penyediaan komputer yang berisikan permainan edukatif. Selain penambahan koleksi, dilakukan juga pendampingan anak asuh untuk memanfaatkan waktu luang setelah belajar online dengan bermain bersama. Anak-anak biasa diajak oleh Pekerja Sosial dan petugas untuk bermain berbagai macam permainan tradisional seperti betengan, polisi-polisian, sunda manda/engklek, dakon, serta permainan meja seperti dam-daman, ular tangga, dan monopoli. Segala bentuk permainan tersebut diberikan dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak.

Sepanjang bulan Februari hingga Maret 2021, kemeriahan permainan anak-anak bertambah dengan adanya tambahan kegiatan permainan dalam rangkaian outbond. Adalah mahasiswa dari STIPSI (Sekolah Tinggi Ilmu Psikologi) Yogyakarta yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang membimbing kegiatan ini. Mereka adalah Haza, Aris dan Anip yang merancang kegiatan bermain anak dari 22 Februari 2019 sampai dengan 12 Maret 2021. Dengan didampingi oleh Pekerja Sosial yang terdiri dari Feri, Hera dan Muslimawati, tiga mahasiswa ini hampir setiap hari melakukan kegiatan bermain dengan anak-anak mulai dengan memindahkan air dalam botol, mengumpulkan kartu, memindah air dengan busa, memukul air dalam kantong plastik, joget balon, lingkaran pelindung, estafet sarung, dan masih banyak lagi.

Bermain memang tidak bisa dipisahkan dari anak-anak. Masa kanak-kanak bahagia adalah masa-masa yang besar dengan beragam permainan. Akan tetapi permainan yang dimaksudkan tentunya bukan permainan sembarangan, melainkan permainan yang dibuat sekaligus sebagai media belajar bagi anak-anak untuk menanamkan nilai-nilai positif seperti: ketaatan kepada aturan bersama, kecerdasan, ketangkasan, kejujuran kerjasama, keakraban, fokus, keberanian, tanggung jawab, saling melindungi, kreatifitas, dan banyak lagi nilai yang bisa di-insert-kan dalam tiap permainan.

Respon anak-anak asuh di BRSPA tentu saja sangat positif. Dengan adanya kegiatan permainan ini anak-anak tidak kecanduan dengan gadget, serta bebas dari kejenuhan akibat ketiadaan kegiatan di luar balai karena menghindari risiko terpapar covid-19.

Untuk kedepannya, Balai RSPA terus mengembangkan kegiatan-kegiatan permainan bagi anak-anak asuh mulai dari permainan edukatif berbasis teknologi informasi, permainan rekreatif kekinian, serta permainan tradisional. Semua itu untuk kemudian dikemas menjadi inovasi sarana bermain anak tangguh dan kreatif (SABERATAK). (-Fer-)

Anak anak bermain goyang balon didampingi mahasiswa KKN STIPSI Yogyakarta. Konsentrasi dan kerjasama diperlukan agar balon tidak lepas.
Anak-anak bermain estafet air. Kerjasama agar air di ember penuh maksimal.
5 1 vote
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
2 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Sugiarto

Permainan edukasi seperti ini sekarang ini sangat diperlukan… karena sekarang sudah banyak ditinggal kan dengan ada hp. Anak anak sibuk sendiri main HP tidak memperdulikan teman nya.

Masdi. K

Sangat inspiratif
Sukses selalu dan selalu sukses