SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA-MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI

Anak Kepala Besar Dikomersiilkan

(Last Updated On: 27 September 2014)

1111Kepala Dinas Sosial DIY, Drs. Untung Sukaryadi, MM segera cepat bertindak ketika mendengar laporan ada orang yang mengkomersiilkan anak hidrocepallus (abnormal kepala besar penuh cairan di otak) di ajang Sunmor (Sunday Morning) UGM Bulaksumur.

Kadinsos segera memerintahkan stafnya untuk ke lapangan guna memastikan apakah laporan itu benar. TRC (Tim Reaksi Cepat) Dinsos DIY bergerak. Ternyata memang benar sudah berbulan-bulan ada tiga wanita masing-masing membawa 1 anak abnormal kepala besar untuk dikomersiilkan di ajang Sunmor yang penuh sesak ribuan orang itu.

Hari Minggu pagi itu, Kepala Dinas Sosial disertai Kepala Bidang Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos DIY, Drs. Eko Darmanto, M.Si, Tim Reaksi Cepat Seksi Perlindungan Anak dan Dinsos Kabupaten Sleman berada di lokasi Sunmor berkoordinasi dengan Kepolisian Bulaksumur.

Kadinsos memerintahkan stafnya untuk membawa orangtua dan si anak abnormal itu ke Camp Assesment Sewon. Perintah Kadinsos, usahakan jangan sampai membuat suasana ribut dan mencolok ketika membawa keluar Sunmor. Karena itulah, polisi yang akan memberikan pengertian kepada orangtua si anak abnormal, kemudian pihak Dinsos yang membawanya masuk ke mobil.

Benar saja, proses evakuasi kali ini berjalan mulus dan tidak menarik perhatian pengunjung. Wanita beserta si anak kepala besar yang sudah berumur 14 tahun itu kemudian dibawa ke camp assessment Sewon. Hari itu tanggal 17 Agustus 214. Seusai memimpin upacara 17-an, Kadinsos Untung Sukaryadi segera meluncur ke camp assessment di Sewon.

Kadinsos tidak bisa menutupi kegeramannya, kenapa tega-teganya anak abnormal dikomersiilkan. Dosa si wanita itu akan bertumpuk-tumpuk karena tidak merawat anak yang sakit bahkan dijadikan ajang mencari uang.

Wanita itu minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, dan minta dipulangkan ke Klaten. Namun Kadinsos tidak mengijinkan. Wanita itu tetap tinggal di kamp dan bai yang ternyata sudah berusia 14 tahun kemudian dirujuk di RS Sardjito.

Sehari Bisa Dapat Rp 600 ribu

Wanita asal Klaten yang mengkomersiilkan anaknya itu, ternyata berpenghasilan spektakuler. Dengan menjual-belas kasih di ajang Sunday Morning Bulaksumur UGM, keruan saja banyak pengunjung yang iba.

Berbekal ember plastik kecil yang diletakkan didekat kepala anaknya yang abnormal, wanita itu bersandiwara :”Tolong bantu kami den, untuk mengobati anak saya ini.” Tak ayal banyak yang merogoh kocek entah berapa duit yang dicemplungkan ember plastic itu. Total jendral, setiap hari Minggu, wanita itu mendapatkan hasil rata-rata Rp 600 ribu. Bila dihitung tiap bulannya bisa mencapai minimal Rp 2,4 juta.

Konon, hasil dari pelacakan Dinsos di Mlaten, wanita itu memiliki rumah lumayan bagus dan mempunyai pula 2 sepeda motor bebek. Bahkan menurut keterangan tetangganya, wanita itu jadi rentenir. Wah, wah, wah…….. hebat juga ya?

Pemerintah daerah Klaten sebenarnya sudah mengulurkan bantuannya dengan membawa si anak kepala besar itu untuk dioperasi di RS Sardjito. Operasinya sudah berlangsung dua kali. Kurang apa sebenarnya pemerintah. Kok tega-teganya mengkomersiilkan anak yang sebenarnya harus dirawat di rumah.*

0 0 votes
Rating Artikel
Subscribe
Notify of
guest
0 Diskusi
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar