....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

HOTLINE BANSOS COVID-19....WA : 0812 2683 9099       Email: dissosdiy.bansoscovid19@jogjaprov.go.id

DINSOS DIY SELENGGARAKAN KEGIATAN PEMANTAPAN UNTUK 40 ORANG TENAGA PELOPOR PERDAMAIAN DAERAH

(Last Updated On: 23 Agustus 2020)


Yogyakarta (19/08/2020), dinsosjogjaprov.go.id – Dalam rangka meningkatkan sinergitas  dan kerjasama antar anggota Tenaga Pelopor Perdamaian (TPP) serta elemen terkait dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana sosial, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pemantapan  Tenaga Pelopor Perdamaian Daerah Tahun 2020. Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos DIY, Peni Sumartati, S.Psi dalam laporan tertulisnya pada acara pembukan kegiatan (Rabu, 12/08), menyatakan kegiatan ini akan dilakanakan selama 3 hari, mulai tanggal 12 sampai 14 Agustus 2020 bertempat di Hotel D’Senopati, Jln. Panembahan Senopati No.4, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian pembinaan kepada Tenaga Pelopor Perdamaian (TPP) DIY, dengan memberikan bekal wawasan melalui pembelajaran di dalam dan di luar kelas, dengan jumlah peserta yang diundang sebanyak 35 personil TPP dan 5 personil dari Dinas Sosial DIY. Selama proses pembelajaran, agar lebih optimal dan efektif, peserta disiapkan fasilitas menginap di hotel selama 2 malam”, ungkapnya.

Ditambahkan Peni, Tenaga Pelopor Perdamaian DIY dibentuk dan dikukuhkan pertama kali pada 2014, berasal dari unsur organisasi masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam perjalanan tumbuhkembangnya TPP, yang menjadi fokus ketugasannya adalah penanganan bencana sosial, baik di fase pra, saat, maupun pasca bencana.

Dilaporkan pula, TPP memiliki struktur kepengurusan di tingkat daerah dan wilayah sebagaimana halnya Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang lebih dulu terbentuk. “Adanya struktur kepengurusan ini dikandung maksud untuk lebih memudahkan proses koordinasi dan komunikasi dalam pengelolaan organisasi”, imbuhnya.

Sementara itu, pada sambutan pengarahan, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, SH, M.Si menyatakan keprihatinannya tentang permasalahan ketersinggungan masyarakat pemudik/pendatang terhadap pola pencegahan covid-19 di perkampungan yang melaksanakan lock down penuh dan menjurus anarkisme.

“Akhir-akhir ini kita saksikan bersama melalui media cetak maupun elektronik, permasalahan ketersinggungan masyarakat pemudik/pendatang terhadap pola pencegahan covid-19 di perkampungan yang melaksanakan lock down penuh dan menjurus anarkisme serupa kepada para pemudik, sungguh menjadi keprihatinan kita bersama”, ungkapnya. Hal ini ini menurut Kepala Dinas juga berimbas pada terjadinya serangkaian demonstrasi di beberapa desa terkait bantuan sosial yang tidak merata.

“Sungguh sangat disayangkan, di satu pihak terus menerus merawat nilai-nilai Pancasila dan keberagaman dalam bingkai kebhinekaan, namun di lain pihak justru dengan mudah memporak-porandakan dengan ujaran kebencian”, sambungnya.

Kepala Dinas mendorong kepada para Relawan TPP agar selalu merupaya untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya bencana sosial. Salah satu caranya dengan meningkatkan sinergitas dengan berbagai elemen terkait. “Esensinya adalah pada pola penanggulangan yang terpadu, efektif, dan efisien sesuai tingkatan dan tahapan masing-masing, tegasnya.

Penulis : Sapto Parjono, S.Pd (Penyuluh Sosial Madya)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Marquee Powered By Know How Media.