....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

Peningkatkan Ketrampilan dalam Rehabilitasi Sosial Balai RSBKL Dinas Sosial DIY

(Last Updated On: 19 Mei 2020)


WBS Eks Disabilitas Mental tekun mengikuti Kegiatan Montir Sepeda Motor

Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Dinas Sosial DIY, yang mempunyai 2 Unit yaitu:

  1. Unit Bina Karya yang menangani Eks Gelandangan dan Pengemis. Dengan daya tampung 50 Orang.
  2. Unit Bina Laras khusus penanganan masalah Eks Disabilitas Mental atau Eks Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sudah mendapatkan perawatan medis dengan daya tampung 250 Orang.


Berdasarkan pasal 13 huruf d Pergub no 90 tahun 2018 seksi Bina Laras di BRSBKL mempunyai tugas melaksanakan Perlindungan Sosial , Jaminan Sosial , Rehabilitasi Sosial dan Fasilitasi Kesehatan Dasar dan Mental bagi Disabilitas Mental.

Setelah Warga Binaan Sosial selesai mengikuti Rehabilitasi Sosial di Balai RSBKL Unit Bina Laras masih ada kesulitan bagi petugas untuk mengembalikan Klien kepada Keluarga dan Lingkungan Sosialnya yang pada umumnya masih adanya diskriminasi serta menolak keberadaan para eks Disabilitas Mental ini jika tinggal kembali dirumah.

Adapun faktor-faktor penyebabnya antara lain:

  1. Faktor Intern WBS, karena masih kurangnya skill atau kemampuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap WBS itu sendiri.
  2. Faktor Keluarga,
    Masih ada keluarga yang enggan mengakui bahwa salah satu anggota Keluarganya menderita Eks Disabilitas Mental, Ada juga Keluarga yang tidak peduli terhadap para Eks Disabilitas Mental padahal dukungan Keluarga sangat penting untuk proses kesembuhan mental dan keberfungsian sosial Warga Binaan Sosial tersebut.
  3. Faktor Masyarakat,
    Persepsi sebagian masyarakat terhadap penderita Eks Disabilitas Mental belum sepenuhnya mendukung keberadaan mereka, adanya anggapan bahwa para Eks Disabilitas Mental akan mengganggu ketenangan warga dan masih ada yang memandang sebelah mata terhadap kemampuan eks Warga Binaan Sosial yang telah kembali ke masyarakat, sehingga asumsi ini menyulitkan para Eks Disabilitas Mental dalam pelaksanaan resosialisasi di tengah-tengah masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampilan WBS dan sekaligus agar sekembalinya dari mengikuti Rehabsos di Balai RSBKL dapat di terima oleh Keluarga dan Masyarakatnya maka pada tahun 2020 ini. Kepala Balai RSBKL membuat terobosan dengan mengikutsertakan bagi Eks Disabilitas Mental yang sudah mengikuti Rehabsos di Unit Bina Laras untuk melanjutkan Rehabsos di Unit Bina Karya bersama dengan para Eks Gelandangan dan Pengemis. Pembinaan kewirausahaan Khususnya mengikuti ketrampilan yang dulu belum di dapatkan dan memperdalam ketrampilan yang pernah di ikuti di Bina Laras.

Mengikuti kerja bakti di lingkungan Balai

Adapun untuk angkatan pertama ini diadakan uji coba sebanyak 5 Warga Binaan Sosial dan telah dimulai pada Awal bulan Mei 2020.
Tujuan dari Kegiatan ini adalah:

  1. Pengembangan Skill dan peningkatan kemampuan bersosialisasi.
  2. Melatih Kedisiplinan agar bisa mengatur waktu sesuai jadwal pelatihan dan aktivitas pribadinya.
  3. Dengan berlatih bersama dengan para WBS Bina Karya dan bertemu dengan Instruktur yang baru serta pendamping Sosial/ Pekerja sosial yang baru pula akan melatih para Eks Disabilitas Mental dalam masyarakat yang lebih luas lagi.
  4. Penyembuhan mental agar memiliki pemikiran untuk hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain, mampu melaksanakan status dan peran sosialnya.
  5. Memiliki aktifitas yang berangsur normal, dengan memperbanyak keterampilan yang diperoleh di Unit Bina Karya.
Mereka tekun juga mengikuti kegiatan Las

Ke 5 ( lima ) WBS tersebut Akan mengikuti seluruh Bimbingan Pelatihan yang dilaksanakan Di unit Bina Karya meliputi antara lain:

  1. Bimbingan Agama sesuai Agama /kepercayaannya
  2. Bimbingan Mental Sosial.
  3. Bimbingan / Konsultasi Psikologi.
  4. Bimbingan Kedisiplinan/ PPBN
  5. Ketrampilan Pertanian.
  6. Pertukangan Las/ Batu/ Kayu dan
  7. Otomotif Perbengkelan sepeda motor
  8. Pendampingan oleh Pekerja Sosial dan Perawat Balai RSBKL

Dengan mengikuti Bimbingan Ketrampilan tersebut di atas, Kepala Balai RSBKL berharap kemampuan dan Ketrampilan serta jiwa Sosial WBS eks Disabilitas Mental lebih meningkat dan lebih percaya diri untuk kembali ke Keluargan atau masyarakat. Sehingga dengan kembalinya dari mengikuti Rehabsos mendapat dukungan dari Keluarganya dan masyarakat dapat menerima keberadaanya, dibuktikan dengan sertifikat mengikuti pelatihan keterampilan di Unit Bina Karya.

Eks Disabilitas Mental Rajin mengikuti pelatihan pertukangan Batu

Kegiatan terobosan yang dilaksanakan Kepala Balai RSBKL pada tahun 2020 ini merupakan langkah pembaharuan pelayanan dalam rangka mengatasi permasalahan sosial khususnya para Eks Disabilitas Mental. Setelah berjalan 6 ( enam) bulan kegiatan ini akan dilakukan evaluasi bersama guna penyempurnaan bimbingan selanjutnya, sehingga semakin lama bertambah baik dan lebih banyak lagi Eks Disabilitas Mental yang bisa dikembalikan kepada keluarga atau masyarakat, dengan demikian usaha ini akan mengurangi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di masyarakat

Senam setiap Jumat mereka juga Semangat

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalasnya. Pertanyaan/pengaduan yang menjadi fokus pelayanan kami hanya khusus untuk permasalahan sosial yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.