....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

HOTLINE BANSOS COVID-19....WA : 0812 2683 9099       Email: dissosdiy.bansoscovid19@jogjaprov.go.id

PENSOSMAS TAK LELAH MENGEDUKASI PENSOSMAS TAK LELAH MENGEDUKASI MASYARAKAT SOAL COVID-19

(Last Updated On: 7 Mei 2020)

Yogyakarta (06/05/2020). Pensosmas DIY, menjadi bagian dari kondisi peduli penanganan Covid-19. Di Gunungkidul 40 Pensosmas DIY, memberikan informasi yang benar kepada masyarakat dan terlibat secara langsung dalam upaya penanganan penyakit mematikan yang sedang mewabah saat ini. Berikut adalah tulisan wartawan Harian Jogja, yang telah diterbitkan pada tanggal 06 Mei 2020, atas kerjasama antara Dinas Sosial DIY dengan Harian Jogja melalui Kegiatan Penyuluhan, Edukasi dan Promosi Kesejahteraan Sosial serta Pendataan PMKS dan PSKS. Ditulis kembali oleh Kepala Seksi Penyuluhan Sosial untuk website Dinas Sosial DIY.
Pandemi Covid-19 berdampak sangat besar bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi kesehatan, sosial maupun ekonomi. Sebab itu, diperlukan kontribusi dari seluruh eleman masyarakat untuk bersama menanganinya, termasuk dari Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas).
Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial DIY, Agus Setyanto menjelaskan Pensosmas merupakan program dari Kementerian Sosial yang telah berjalan sejak 2017. “Pensosmas bertugas untuk mensosialisasikan program baik dari Dinas Sosial maupun Kementerian Sosial kepada masyarakat dampingannya,” ujarnya, Selasa (5/5).
Tidak semua daerah memiliki Pensosmas. Kementerian Sosial menunjuk sejumlah daerah untuk menjadi pilot projek, salah satunya Kabupaten Gunungkidul. Setiap kecamatan di Gunungkidul, memiliki dua sampai tiga Pensosmas, dengan total Pensosmas se-Gunungkidul sebanyak 40 penyuluh.
Pada masa pandemi covid-19 ini kata dia, Pensosmas memiliki peran penting untuk mensosialisasikan berbagai program maupun kebijakan dari pemerintah terkait penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19 di masyarakat, dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.
Pensosmas Kecamatan Nglipar, Pujiyati, menjelaskan selama masa pandemi Pensosmas aktif turut mencegah penyebaran Covid-19 dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan bagaimana menghindari penyebarannya.
“Sosialisasi dari yang paling bawah sudah kami laksanakan mulai dari tingkat RT, Dusun dan Desa. Selain sosialisasi di situ kami juga memasang poster, pamphlet dan stiker dari Kementerian Sosial yang berisi edukasi pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.
Di samping sosialisasi langsung, untuk menjangkau audience lebih luas pihaknya juga melakukan sosialisasi melalui media elektronik dan online.
“Sosialisasi media elektronik melalui siaran radio dan media online melalui akun resmi Instagram kami, @pensosmas.diy,” ungkapnya.
Pensosmas Kecamatan Semin, Sukiyati, mengatakan tidak hanya sosialisai, Pensosmas juga terjun langsung bergabung dengan tokoh masyarakat, babinsa dan babinkamtibmas di posko-posko covid-19. “Setiap hari posko tidak lepas dari pantauan Pensosmas. Dengan bergotong royong kami bersama masyarakat melawan corona,” katanya.
Pensosmas Kecamatan Paliyan, Suhartana menuturkan Pensosmas juga aktif dalam kegiatan masyarakat untuk mengantisipasi keberadaan virus corona dengan ikut menyemprot disinfektan secara rutin di lingkungan dusun dan desa. “Selalu ikut penyemprotan rutin bersama masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan Pensosmas Kecamatan Ponjong, Rabana, mengatakan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan dengan cara konvensional, yakni berkeliling menggunakan mobil berspeaker. “Bergerak bersama tim Satgas Covid-19, untuk menjangkau masyarakat di sekitar jalan desa,” katanya.
Di Kecamatan Playen, petugas Pensosmas Titik Hartari mengatakan dalam menghadapi pandemi covid-19 ini, Pensosmas juga berperan menghubungkan masyarakat dengan pihak lainnya yang hendak memberi bantuan seperti masker atau disinfektan.
Kepada pemudik yang terlanjur datang, Pensosmas juga mengedukasi mereka agar menaati protocol pencegahan penyebaran Covid-19, dengan mendata pemudik tersebut, cek kesehatan dan karantina selama 14 hari. “Memotivasi dan mengantaran pemudik untuk periksa kesehatan,” ujarnya. (ADV)
Ditulis kembali oleh : budhi wibowo, Kasi Penyuluhan Sosial

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalasnya. Pertanyaan/pengaduan yang menjadi fokus pelayanan kami hanya khusus untuk permasalahan sosial yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.