....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

DINSOS DIY TANGANI JENAZAH TERLANTAR

(Last Updated On: 30 Januari 2020)

Yogyakarta (30/01/2020). Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang untuk saling memanusiakan manusia. Pun hal tersebut menjadi hak bagi setiap orang untuk mendapatkan perlakuan yang layak sebagai seorang manusia, mulai dari lahir hingga wafat. Meskipun sudah tak lagi bernyawa manusia tetap berhak mendapatkan perlakuan yang layak sebagai seorang manusia untuk yang terakhir kalinya.

Kita semua tahu, bagaimana rangkaian perlakuan bagi seorang jenazah. Biasanya dilakukan oleh sanak saudara. Namun bagaimana apabila jenazah tidak diketahui sanak saudaranya, atau bahkan identitasnya? Berikut ini merupakan paparan tentang penghormatan terakhir bagi jenazah terlantar, yang ditulis oleh wartawan Tribun Jogja yang telah terbit pada Rabu (22/01), sebagai wujud kerjasama dengan Dinas Sosial DIY melalui Kegiatan Penyuluhan, Edukasi dan Promosi Kesejahteraan Sosial serta Pendataan PMKS dan PSKS, di Seksi Penyuluhan Sosial. Ditulis kembali untuk website Dinas Sosial DIY, sebagai berikut :

Jenazah tanpa identitas dan tanpa keluarga atau disebut jenazah terlantar yang ada di DIY, selanjutnya akan diurus oleh Dinas Sosial DIY. Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY, Peni Sumarwati menjelaskan bahwa masyarakat yang mengetahui keberadaan jenazah tanpa identitas, bisa melaporkan ke pihak kepolisian terdekat terlebih dahulu.

Kemudian dari kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Selanjutnya kepolisian akan memberikan surat keterangan kematian ke Dinsos untuk mendapatkan bantuan pemakaman. “Kami melakukan verifikasi dan assessment lalu selanjutnya kami berikan bantuan pemakaman yang ditangani oleh LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) hingga jenazah dapat segera dikebumikan,” urainya, di ruang kerjanya, Senin (20/1). Peni mengatakan, dalam setahun anggaran untuk jenazah terlantar adalah sebanyak 20 jenazah, sementara untuk jenazah yang memerlukan visum adalah 5 jenazah per tahun. Besaran bantuan pemakaman untuk jenazah terlantar yakni Rp 2,5juta dan untuk keperluan visum per jenazah adalah Rp 1,5 juta.

“Visum ini diperlukan apabila dari kepolisian menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan sebagàinya,” ucapnya.

Peni mengaku, selama ini jumlah jenazah terlantar di DIY tidak terlalu tinggi. Sebut saja untuk tahun 2018 ada 8 kasus dan 2019 ada 11 kasus. Pada 2019, dari jumlah tersebut yang membutuhkan visum sebanyak 2 jenazah. Mereka di antaranya adalah korban tabrak lari, korban kecelakaan kereta api, dan ada juga yang meninggal di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) milik Dinas Sosial DIY.

Kasi Penanganan Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial DIY, Baried Wibawa mengatakan bahwa kendala yang dialami dalam mengurus jenazah terlantar adalah karena pihaknya belum memiliki makam khusus yang diperuntukkan bagi jenazah tanpa identitas yang meninggal di DIY.

“Kalau di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul itu ada. Sementara Gunungkidul dan Kulon, Progo belum ada. Sebenarnya makam khusus ini penting dan harus punya untuk memudahkan mengurus jenazah terlantar. Ini akan sedikit repot bila pemakaman umum telah penuh, ungkapnya.

Selain itu, Baried juga menginformasikan bahwa keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, terutama yang menderita psikotik, bisa mendatangì Camp Assessment Dinas Sosial DIY yang berada di Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. la mengatakan, bahwa semua orang yang masuk ke Camp Assessment telah difoto dan didokumentasikan, sehingga bila ada keluarga yang datang dengan membawa foto dan dicocokkan, maka bisa lebih mudah terdeteksi.

“Karena kalau identitas kan mereka (psikotik) tidak punya, diajak komunikasi juga susah. Jadi ketika ada foto lebih mudah dicocokan. Dulu juga pernah ada kėluarga yang mencari anggota keluarganya yang terpisah di Camp Asessment dan cocok secara foto. Namun anggota keluarganya tersebut sudah dimakamkan karena sebelumnya menderita sakit dan tidak mengantongi identitas, sehingga kami bantu untuk pemakamannya,” bebernya.(kur).

Ditulis kembali oleh : budhi wibowo, Kasi Penyuluhsn Sosial.

1
Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
hsbi Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
hsbi
Guest
hsbi

sungguh luar biasa dan mulia…..semoga !!!!! jiwa dan mental sosial yg tak perlu terbantahkan ……. semoga menjadi cambuk bagi mereka yang bahkan orang tuanya sendiri saja di sia siakan….

Marquee Powered By Know How Media.