....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

DAHSYATNYA PERANG AIR DALAM RAFTING BALAI PSTW DIY

(Last Updated On: 22 Januari 2020)

Perang air alias ciprat-cipratan terjadi antara Kepala Balai PSTW, Gatot Yulianto, melawan karyawan-karyawati BPSTW di sepanjang jalur rafting Sungai Elo. Meskipun badan basah kuyup dan lengan lelah karena mengayuh dayung, tetapi dipastikan tawa dan senyuman menghiasi seluruh peserta rafting.

Aksi kejar-kejaran pun biasa terjadi di antara perahu rafting, karena keisengan-keisengan di antara para peserta yang saling menciprati, saling menceburkan lawan, ataupun saling memprovokasi. Tidak jarang diantara sekian perahu ada yang stuck, macet di tengah jalur karena terhalang batu dan kemudian diprovokasi, dijadikan bahan tertawaan oleh kelompok rafting yang lain. Tidak ada jengkel, marah ataupun sakit hati. Yang ada hanya rasa senang dan terjalinnya kebersamaan diantara sekian kelompok peserta.

Demikian sedikit gambaran kegiatan relaksasi Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta yang diisi dengan kegiatan Rafting di Sunga Elo, Magelang, Jawa Tengah pada hari Sabtu, 18 Januari 2020. Acara yang diikuti oleh 65 orang karyawan-karyawati ini dimulai dengan apel pagi pada pukul 07.40 di Kampung Ulu Resort & Adventure, Jl Borobudur km 02 Magelang. Setelah dilakukan laporan oleh Kepala Balai PSTW, dilakukan pengarahan dan sambutan oleh Sekretaris Dinas Sosial DIY, Endang Irianti.

Dalam pengarahannya, Endang Irianti menguraikan bahwa kegiatan Rafting ini diharapkan bisa dinikmati oleh seluruh peserta, agar terjalin keakraban dan kekompakan. Keakaraban dan kekompakan ini nantinya akan berdampak pada ikatan emosional di antara para peserta yang nantinya bisa terbawa dalam suasana kerja di lingkungan Balai. Tantangan kerja di tahun 2020 semakin besar seiring dengan tuntutan perubahan zaman. Komunikasi dan kerjasama yang baik mutlak diperlukan. Maka, dibutuhkan teamwork yang solid agar tantangan tersebut bisa dijawab dengan produktivitas dan prestasi kerja.

Gatot Yulianto, Kepala Balai PSTW menambahkan, bahwa dalam suasana rafting yang ada hanyalah satu tim yang tidak memandang pejabat ataupun bawahan. Yang ada adalah satu tim solid. Selama dalam suasana rafting, akan terlihat karakter asli dari tiap-tiap orang yang bisa jadi berbeda dibandingkan dengan kesehariannya. Jika sudah saling mengenal karakter tiap individu, maka mudah bagi siapapun untuk menyesuaikan diri untuk menuju ke suatu tujuan yang sama.

Gagasan untuk menjadikan rafting sebagai agenda memupuk kebersamaan di lingkungan dinas sosial pertama kali muncul dari inisiatif Kepala Dinas Sosial DIY, Drs. Untung Sukaryadi, MM, yang terinspirasi dari suasana rafting yang menegangkan sekaligus menyenangkan, dan mutlak membutuhkan kerjasama dari anggota tim dalam satu perahu agar bisa mencapai tujuan dengan selamat dalam suasana yang sama-sama senang.

Dilihat dari peserta rafting, tidak semuanya pernah memiliki pengalaman naik perahu karet. Banyak pula yang tidak bisa berenang. Ada perasaan takut dan khawatir, meskipun sudah diberikan perngarahan dan jaminan keamanan dari para instruktur, dan juga mengenakan peralatan standar seperti helm, pelampung dan pemandu. Tetapi semua perasaan takut dan khawatir berubah menjadi senang ketika sudah meluncur mengikuti jalur rafting aliran Sungai Elo sejauh 12 km. (*)

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.