....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

TOPPAS

(Last Updated On: 14 Januari 2020)

Yogyakarta (13/01/2020). Harmonis adalah keberagaman atau perbedaan yang tertata dengan indah. Pelaksanaan kegiatan bisa menjadi harmonis apabila dilaksanakan dengan melaksanakan prinsip TOPPAS. Transparan, Optimal, Progress, Prudent, Akuntabel dan Sinergis. Resep yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sodisl DIY, Untung Sukaryadi sebagai aparatur yang baik.

“Sadar tentang kewenangan dan kewajiban menjadi satu pengendali bagi pelaksana kegiatan” demikian disampaikan orang nomor satu Dinas Sosial DIY, dalam acara Pengendalian Kegiatan APBD dan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2020 di Dinas Sosial DIY (13/01). “Kesadaran ini akan menciptakan satu kondisi kerja yang kondusif. Pada saatnya akan dapat mencapai tujuan organisasi secara baik”, imbuh Untung.

Pengelolaan kegiatan dengan resep TOPPAS dapat dijabarkan sebagai berikut : Transparan, adalah satu budaya yang mengedepankan prinsip keterbukaan. Hal ini berhadapan langsung dengan lingkungan, rekan kerja dan pimpinan. Mungkin terjemahan yang sangat sederhana adalah adanya koordinasi. Untung mengatakan bahwa, “transparan, akan mencegah kebiasaan slintutan”. Terbuka tetapi bukan berarti tanpa penutup sedikitpun. Terbuka dalam batas-batas tertentu yang tidak membahayakan.

Optimal, berusaha memaksimalkan hasil dan optimalisasi potensi. Mampu merangkum semua potensi serta sumber untuk pencapaian tujuan organisasi. Termasuk menjadikan semua hambatan jadi potensi yang membangun.

Progress, terukur dengan hasil yang jelas. Sudah selayaknya, setiap pelaksanaan kegiatan sebagai wujud pelaksanaan tanggung jawab dan kewenangan, harus mempunyai hasil yang terukur. Dapat dilihat nyata yang selalu meningkat.

Prudent, kehati-hatian. Selalu mematuhi aturan / regulasi sebagai payung pelaksanaan kegiatan. Demikian pula dengan kepatuhan pada prosedur, tata kelola teknis.

Akuntabel, satu kehati-hatian yang mendasarkan pada kesiapan untuk mempertanggungjawabkan semua yang dilakukan pada semua pihak. Sadar atau tidak, yang dilaksanakan oleh aparatur / pelaksana kegiatan selalu diamati oleh banyak orang. Untuk itu, Kepala Dinas mengatakan bahwa “administrasi harus baik, tidak ada toleransi dengan kesalahan pada aspek administrasi”.

Sinergi, muara dari TOPPAS adalah sinergi. Ada satu keterkaitan pelaksanaan tanggung jawab dan kewenangan dengan berbagai pihak. Tidak mungkin dapat melaksanakan sendiri. Pasti terkait dengan pihak lain. Mukti bersama menjadi satu cita-cita bersama.

Pada akhir acara, yang juga menjadi acara pembinaan pejabat struktural ini, Untung Sukaryadi menyampaikan satu kalimat bermakna mendalam. “Wong dipercaya kuwi abot, ning isih luwih abot dadi wong sik wis ora dipercaya”. Ini sebagai penegasan, bahwa TOPPAS sangat terkait dengan kepercayaan orang pada aparatur. (wb).

Ditulis oleh : wibowo budhi, Kasi Penyuluhan Sosial.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.