....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

PERDANA DI TAHUN 2020

(Last Updated On: 13 Januari 2020)

Yogyakarta (12/01/2020). Penyuluhan Sosial melalui Media Peragaan Dinas Sosial DIY, memanfaatkan kesenian Wayang Cakruk ingin mengajak masyarakat terlibat aktif dalam sebuah rerembug. Layaknya rerembug di cakruk, tema dan isinya bebas kemana saja. Tetapi karena ini adalah media penyuluhan, maka tema dan isinya adalah tentang pembangunan kesejahteraaan sosial yang didalamnya tentang PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial) dan PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial).

Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, menjadi lokasi perdana pelaksanaan Penyuluhan Sosial melalui Media Peragaan, Jum’at (10/01). Ini adalah 1 lokasi terpilih dari 90 lokasi yang akan dijadikan tempat penyuluhan Sosial melalui Media Peragaan. Satu tempat yang telah mengusulkan kegiatan ini setahun sebelumnya dengan mengajukan proposal pada tahun 2019.

Malam itu ratusan pasang mata, tertuju pada kelir wayang cakruk. Ratusan telinga mendengarkan kata demi kata yang tertata rapi oleh Ki Dalang Marno. “Sakjane, awake dewe iki, nembe dijajah. Nganggo narkoba utawa budaya sik ora cocok karo budayane awake dewe”, demikian salah satu kalimat yang dilontarkan dalang. “Sakwise awake dewe seneng narkoba, seneng nglakoni maksiat, banjur ana sik keplok, awit morale awake dewe wis bobrok”, imbuh Marno.

Hujan malam itu tidak menjadi penghalang bagi peserta penyuluhan. Seolah semua terlarut dalam acara yang sedang berlangsung dan mereka menjadi bagian didalamnya. Sebuah prosesi pelibatan masyarakat yang elok.

Suhartana, penyuluh sosial masyarakat (pensosmas) Kecamatan Paliyan, Sapto Parjono, penyuluh fungsional Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ustad Wayang Cakruk, mensarikan lakon malam itu. Pesan-pesan positif terlontar dari pemikiran mereka. Ini adalah bagian dari prosesi Penyuluhan Sosial melalui Media Peragaan. Dinas Sosial tidak hanya ingin memberikan tontonan, tetapi lebih dari itu, ingin memberikan tuntunan dengan isi informasi yang disampaikan melalui sebuah media peragaan. Dengan demikian, ada dua hal yang menjadi target yaitu sebuah seserepan tentang pembangunan dan tontonan sebagai hiburan. Masyarakat memperoleh manfaat ganda. Sehingga dengan kalimat sederhana bisa dituliskan bahwa “Penyuluhan Dinas Sosial DIY memang beda”. (Wb).

Ditulis oleh : wibowo budhi, Kasi Penyuluhan Sosial.

4
Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
4 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
sarojaTuyakattaPENSOSMAS DIYLusy Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
saroja
Guest
saroja

karekteristik tokoh dalam wayang cakruk sebaiknya dipakemkan sehingga masyarakat akan semakin akrab dengan gambaran tokoh tokohnya,seperti dalam wayang kulit sehingga bila nanti wayang cakruk disiarkan melalui radio, pendengar dapat terarahkan imajinasinya dalam menggambarkan cerita yang sedang berlangsung

Tuyakatta
Guest
Tuyakatta

Trimakasih Dinsos DIY atas penyuluhan wayang cakruknya, yg luar biasa di sambut masyarakat, dan sangat betul tdk hanya tontonan… Tp menjadi tuntunan…

PENSOSMAS DIY
Guest
PENSOSMAS DIY

Trimakasih kepada Dinsos DIY, mengawali penyuluhan WAYANG cakruk bulan januari ini sukses dengan antusias masyarakat yg luar biasa…sebuah tontonan dan tuntunan yg banyak di minati masyarakat DIY.

Lusy
Guest
Lusy

Mantaps .. Semoga terus berjaya dan bermanfaat 😊

Marquee Powered By Know How Media.