....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

SATRIYA....Selaras-Akal Budi Luhur-Teladan-Rela Melayani-Inovatif-Yakin dan Percaya Diri-Ahli Profesionalitas

REHABILITASI GEPENG DAN EKS PSIKOTIK, SIAPA PEDULI ?

(Last Updated On: 24 Oktober 2019)

Yogyakarta, (23/10/2019). Mendukung pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2019, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta mengemban tugas, untuk menangani permasalahan Gelandangan dan Pengemis, termasuk didalamnya adalah tentang Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial Eks Psikotik / laras. Keseriusan penanganan ini, dilakukan dengan upaya rehabilitasi kepada penyandang masalah tersebut di sebuah balai rehabilitasi yang disebut dengan Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras. Sedangkan untuk memberikan pelayanan pendahuluan / untuk memahamai dan mendalami permasalahan gelandangan dan pengemis, telah terbentuk sebuah tempat assesment yang disebut dengan Camp Assesment. Keberadaan BRSBKL, Camp Assesment dan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2014 ini belum sepenuhnya diketahui atau bahkan dipahami tentang peran dan fungsinya.

Kemeriahan frekuensi 97,2 FM sementara terhenti kurang lebih 60 menit. Beralih ke suasana serius yang menyenangkan. Dua orang narasumber dari Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras sebuah UPT Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, hadir menyampaikan informasi tentang penanganan dan rehabilitasi sosial Gelandangan dan Pengemis, serta eks penyandang psikotik. Hinukoro Aji Kepala BRSBKL dan Nur Yuwono, Kasi Rehabilitasi BRSBKL terlihat bersemangat menyampaikan informasi di ruang siar radio MBS 97,2 FM.

Tema siaran yang dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2019 jam 11.00 s.d. 12.00 WIB tersebut adalah “Pelayanan / Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis serta laras / eks penderita psikotik di BRSBKL dan Camp Assesment Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendukung Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 tahun 2014”. Dipandu penyiar kenamaan Ayu Kamaratih, dialog menjadi cair. Berbagai informasi tentang persyaratan menjadi klien penerima pelayanan, lama pelayanan, fasilitas dan semua informasi mengenai BRSBKL tuntas disampaikan oleh kedua narasumber.

Perbincangan menjadi lebih menarik lagi, ketika ada pertanyaaan dari MBS mania dengan SMS atau Whatssap. Pertanyaan yang disampaikan salah satunya adalah “bagaimana cara untuk menjadi relawan di BRSBKL?” Pertanyaan ini dijawab oleh kedua narasumber bahwa silakan datang langsung ke BRSBKL untuk melihat-lihat dahulu kemudian dirumuskan bersama tentang ketugasan yang dapat dilakukan sebagai relawan di BRSBKL. Pertanyaan ini adalah bentuk atensi masyarakat terhadap penanganan permasalahan gelandangan dan pengemis.

Ketika muncul pertanyaan dari MBS mania tentang bagaimana caranya agar mendapatkan pelayanan di BRSBKL tetapi tidak mengantri? Nur Yuwono mengatakan bahwa target pelayanan dan kapasitas yang tersedia mengharuskan BRSBKL melakukan assesment untuk memperoleh klien yang sangat memerlukan pelayanan terlebih dahulu. “Kecuali dalam keadaan darurat, kami memberikan keistimewaan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan di balai kami”, demikian kata Nur Yuwono. “Ini semua kami lakukan dalam rangka memberikan pelayanan yang mengacu pada standar pelayanan yang terbaik dalam rangka memberikan layanan istimewa bagi klien-klien kami”, demikian lanjutnya.

Secara garis besar dan sangat jelas Hinukoro Aji, Kepala BRSBKL menyampaikan profil BRSBKL. Dia juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi selengkapnya dengan mengunjungi BRSBKL. “Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi selengkapnya tentang balai kami, silakan datang ke BRSBKL, disana ada pekerja sosial yag siap memberikan informasi selengkap-lengkapnya”, demikian dikatakan.

Di menit-menit terakhir mbak Ayu, juga menyampaikan informasi tentang rencana peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2019. Rangkaian kegiatan peringatan sebagai berikut : Upacara peringatan HKSN 2019; Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Yogyakarta;    Bhakti sosial (Pengobatan masal dan pembagian sembako); Kenduri budaya dan wayangan; Lomba-lomba, sepeda gembira dan outbond; Kirab budaya; Bazar serta pameran. rangkaian kegiatan peringatan akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019.

Sebelum berakhir dialog dan penyuluhan pagi itu, Hinu menyampaikan pesan kepada eks klien BRSBKL untuk tidak berhenti mengkonsumsi obat sesuai saran dari dokter dan perawat di BRSBKL untuk menjaga kestabilan emosi. Dalam kesempatan diluar ruang siar, Kepala Seksi Penyuluhan Sosial Dinas Sosial DIY menyampaikan informasi bahwa penyuluhan sosial dengan menggunakan media elektronik radio ini dilaksanakan dengan APBD Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Kegiatan Penyuluhan, Edukasi dan Promosi Kesejahteraan Sosial serta Pendataan PMKS dan PSKS. Padah tahun 2019 ini akan diilaksanakan sebanyak 10 kali. (wb).

Ditulis oleh : budhi wibowo, Kasi Penyuluhan Sosial Dinsos DIY.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.