....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

GERBANGPRAJA ....Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa....Nggugah Rasa Sithik Edhing Lumantar Aksara

HASIL LAYANAN DI BPRSW TERIMA SERTIFIKASI DAN SIAP MASUK DUNIA KERJA

(Last Updated On: 7 Oktober 2019)

Yogyakarta (07/10/2019). Untuk kesekian kalinya, BPRSW Daerah Istimewa Yogjakarta melakukan sertifikasi kepada klien yang dibinanya. Sebanyak 26 orang, yang pada hari itu dinyatakan telah lolos sertifikasi mendapatkan sertifikat, yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja. Acara ini bisa jadi merupakan ritual tahunan yang diselenggarakan oleh BPRSW dalam rangka mengakhiri proses pelayanan yang dilakukan. Sejatinya, tidak hanya 26 orang yang telah mendapatkan sertifikasi, tetapi adalah keluarga besar BPRSW dan Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, turut serta berbangga dengan proses sertifikasi tersebut. Nampak hadir dalam acara sertifikasi, Ketua terpilih DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2019 – 2024, Nuryadi dan Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, Untung Sukaryadi serta tamu undangan dari mitra kerja BPRSW Daerah Istimewa Yogyakarta, pejabat eselon 3 di Dinas Sosial, dan seluruh kepala balai, Kepala Dinas / Instasi Sosial kabupaten /kota, menjadi saksi terlaksananya proses akhir sertifikasi di BPRSW Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Penyuluhan Sosial pada Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogjakarta, turut hadir menyaksikan dan menghadirkan wartawan dari Harian Jogja untuk meliput prosesi sertifikasi. Melalui kegiatan Penyuluhan, Edukasi dan Promosi Kesejahteraan Sosial, serta Pendataan PMKS dan PSKS tahun 2019, berita tentang sertifikasi di Harian Jogja, yang dimuat pada hari Jumat, 20 September 2019, ditulis kembali oleh Kepala Seksi Penyuluhan Sosial, untuk Website Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai berikut :

Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) DIY mengantarkan binaannya menuju gerbang kemandirian dengan meluluskan 26 orang peserta pelatihan menjahit, olahan pangan dan salon. Pennyerahan sertifikasi dilakukan di BPRSW DIY yang berada di Dusun Kramat, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

Kepala BPRSW DIY Sri Suprapti mengatakan 26 orang yang mendapat sertifikasi tersebut masing-masing delapan orang pelatihan salon 11 orang pelatihan menjahit serta 7 orang dari pelatihan olahan pangan.

Adapun waktu pelatihan yang diberikan minimal enam bulan hingga satu tahun, tergantung dengan latar belakang, serta masalah sosial yang dihadapi peserta. Dengan adanya sertifikasi itu, diharapkan para lulusan BPRSW DIY nantinya lebih siap untuk memasuki dunia kerja, tentunya pekerjaan yang di yang sesuai dengan skill dan kompetensi yang mereka pelajari.

“Setelah mendapatkan sertifikasi, Insyaallah mereka siap terjun ke dunia kerja sesuai dengan skill dan kompetensi yang mereka miliki”, kata dia pada Harian Jogja, seusai penutupan Sertifikasi dan Peresmian Gapura Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa (Gerbangpraja) Kamis (19/09).

Setelah mendapatkan sertifikasi, ia berharap, para lulusan mampu mandiri, percaya diri dan bersaing di dunia kerja. “Yang ikut sertifikasi bisa memanfaatkan ilmunya, serta mampu menghidupi diri dan keluarga, kuat menghadapi ujian di luar”, ucap dia.

Selain pemberian sertifikasi, pada momen tersebut juga ada peresmian Gerbangpraja yang ada di bagian depan BPRSW DIY.

“Peresmian Gapura Gerbangpraja ini adalah program Kepala Dinas Sosial [Untung Sukaryadi] dalam mengembangkan budaya mencintai aksara Jawa yang diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari”, ucap dia

Dia menambahkan, sasaran BPRSW DIY adalah wanita usia 17-40 tahun dengan kondisi pribadi dan lingkungan sosial mengalami disharmoni sosial. Wanita dengan kategori tersebut dipersilakan mendaftar di BPRSW tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Pasti diterima, dengan syarat usianya harus 17-40 tahun. Namun ada kekhususan jika ada wanita korban kekerasan yang mengalami trauma di umur 13 tahun, ya kita terima. Karena dia membutuhkan perlindungan”, ucapnya.

Salah seorang peserta yang menerima sertifikat. Deasy Tribuana, 32, mengaku adanya kegiatan pelatihan serta sertifikasi tersebut sangat bermanfaat untuk bekal dalam dunia kerja maupun berwirausaha. “Sangat bermanfaat, apalagi ini free, tidak mengeluarkan biaya apa-apa. Rencana saya setelah ini mau mencoba berwirausaha”, ucap dia.

Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa (Dinsos) DIY Untung Sukaryadi mengatakan dengan mendapatkan sertifikasi, merupakan langkah awal para lulusan untuk berjuang di dunia luar.

“Saya berperan berpesan agar para lulusan mampu menggunakan skill dan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya di masyarakat”, kata Untung. (Adv).

Penulis : budhi wibowo, Kasi Penyuluhan Sosial.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.