....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

GERBANGPRAJA ....Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa....Nggugah Rasa Sithik Edhing Lumantar Aksara

Penyuluhan Sosial: Mendidik Anak Dengan Formula Lima F

(Last Updated On: 18 September 2019)

Yogjakarta (14/09/2019). Memiliki anak yang berbudi pekerti luhur yang dalam bahasa agama adalah anak yang sholeh/sholekhah tentu menjadi harapan setiap orang tua dan keluarga. Anak seperti itu tidak bisa lahir dan tumbuh begitu saja, tetapi memerlukan upaya dari orang tua untuk mewujudkannya. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan 5F. 5F tersebut adalah: friend, food fashion dan fun.

Sayup-sayup terdengar tembang yang diiringi musik gamelan. Ditabuh dengan semangat oleh sekelompok kesenian wayang cakruk Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Malam itu, Sabtu tanggal 14 September 2019 bertempat di desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semakin mendekati tempat acara berlangsung suasana semakin meriah. Ratusan penonton telah hadir dengan ratusan pertanyaan tentang hadirnya wayang cakruk di lokasi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berada di seputar : Apa wayang cakruk? Kenapa wayang cakruk? Seperti apa Wayang cakruk? Serta kenapa harus wayang cakruk?

Malam itu, dilaksanakan penyuluhan sosial oleh Seksi Penyuluhan Sosial melalui media peragaan Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Media peragaan yang digunakan adalah kesenian tradisional wayang yang telah dimodifikasi menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi kekinian. Adalah Untung Sukaryadi, Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai penggagas dan pencetus penyuluhan sosial melalui media peragaan dengan menggunakan wayang cakruk.

Nampak hadir, diantara peserta penyuluhan, anggota DPRD Daerah Istimewa Yogjakarta, Atmaji. Dalam kesempatan tersebut Atmaji memberikan sambutan, yang salah satu isinya adalah bahwa kegiatan penyuluhan sosial ini diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan yang baik, yang bisa menjadikan tontonan menjadi tuntunan bagi para pemirsanya. Sedangkan dari dinas sosial Daerah Istimewa Yogyakarta hadir Kepala Seksi Penyuluhan Sosial, Budhi Wibowo, atas nama Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Menyampaikan informasi berkaitan dengan permasalahan sosial yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, upaya-upaya untuk penanganannya, serta berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutan dan peyuluhannya, Budhi Wibowo menyampaikan, program pemerintah untuk penanganan kemiskinan, berupa program perlindungan dan jaminan sosial. Malam hari itu ditekankan pada pelaksanaan program prioritas nasional yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Budi menyampaikan tentang pengertian Program Keluarga Harapan, syarat kepesertaan, kewajiban hak dan berbagai macam hal berkaitan dengan pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Demikian pula tentang tentang pelaksanaan penyuluhan sosial melalui media peragaan. Satu persatu disampaikan maksud dan tujuan penyuluhan sosial melalui media peragaan serta menjawab pertanyaan seputar mengapa, apa, kenapa menggunakan media wayang cakruk.

Pada sesi pengajian, yang merupakan bagian dari proses pelaksanaan penyuluhan sosial melalui media peragaan hadir Ustad Yusuf dari Plumbon, Banguntapan,Bantul. Ada 5 Kunci sukses yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam rangka mewujudkan anak yang sholeh atau sholehah. Kunci sukses itu adalah dengan menjaga dan melaksanakan rumus 5 F, demikian disampaikan. F yang pertama, adalah food. Anak yang sholeh dan sholehah bisa dibentuk dengan memberikan makanan yang baik, makanan yang halal dalam cara mendapatkannya, kemudian halal karena proses pengolahannya, serta nutrisi yang memenuhi standar kesehatan, dan tentunya mengandung gizi yang baik yang dibutuhkan oleh tumbuh kembang anak. F yang kedua, adalah friend. Teman pergaulan, lingkungan anak yang baik turut serta menentukan tumbuh kembang anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. F yang keempat, adalah fashion. Gaya hidup, gaya berpakaian anak turut serta menentukan karakter dari anak. Dengan menggunakan fashion atau pakaian yang baik, yang menutup aurat, maka anak-anak akan terjaga dari hal-hal yang tidak baik. Karena sejatinya pakaian yang dikenakan oleh seseorang, termasuk oleh anak akan membentuk karakter dan menjaga perilaku pemakainya. F yang terakhir, adalah Fun, yang dalam hal ini adalah diterjemahkan sebagai hiburan. Ustad Yusuf menyampaikan, bahwa hiburan atau tontonan yang baik serta tuntunan yang benar akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Pilihannya, adalah ada pada orang tua masing-masing.

Penyampaian yang enak, komunikatif dilakukan oleh Ustaz Yusuf, sehingga terjadi dialog yang sehat antara para penonton wayang cakruk, yang sekaligus sebagai peserta penyuluhan sosial melalui media peragaan. Di sela-sela pengajian yang dilakukan, juga diselingi dengan guyonan cerdas sebagai bumbu yang mengundang tawa bagi para peserta penyuluhan sosial melalui media peragaan.

Inilah pelaksanaan penyuluhan sosial melalui media peragaan yang dilaksanakan oleh Seksi Penyuluhan Sosial Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebuah inovasi penyampaian informasi kepada masyarakat dengan menggunakan kesenian tradisional. (wb).

Ditulis oleh : budhi wibowo, Kepala Seksi Penyuluhan Sosial, Dinas Sosial DIY.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.