....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

Turut Berduka cita atas Berpulangnya Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie - Presiden RI ke-3 (1936 - 2019) ....Jasamu Bagi Indonesia Takkan Terlupakan...

Pilar-Pilar Sosial DIY Maju ke Tingkat Nasional

(Last Updated On: 29 Agustus 2019)

Memahami Peran Penting TKSM Ujung Tombak Pelaksanaan UKS

Yogyakarta (28/08/2019). Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan dinas dan instansi sosial kabupaten kota secara serius memperhatikan pilar-pilar sosial yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta pilar-pilar sosial ini selalu mendapatkan pembinaan dan kesempatan untuk mengasah diri termasuk kesempatan untuk maju dalam Kancah nasional untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi yang telah diraihnya selama tahun 2019.

Berikut adalah tulisan yang telah dimuat dalam Harian Radar Jogja pada Hari Sabtu tanggal 12 Agustus 2019 dan ditulis kembali oleh Kepala Seksi Penyuluhan Sosial Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk disajikan dalam website Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta. Berita ini ditulis dan disajikan sebagai bentuk sinergi antara Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Bidang Penanganan Fakir Miskin melalui Kegiatan Penyuluhan, Edukasi dan Promosi Kesejahteraan Sosial serta pendataan PMKS dan PSKS tahun 2019. Salah satunya adalah penyebarluasan informasi pembangunan kesejahteraan sosial melalui media surat kabar. Berikut berita selengkapnya :

Sejak dibentuk tenaga kesejahteraan sosial masyarakat (TKSM) memiliki peran strategis. TKSM menjadi ujung tombak pelaksanaan usaha kesejahteraan sosial (UKS) di tingkat desa/kelurahan. “Masalah kesejahteraan sosial di Indonesia cenderung meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas”, ujar Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi kemarin (23/8).

Dikatakan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah menangani permasalahan kesejahteraan sosial. Salah satunya dengan meningkatkan peran serta masyarakat. “Khususnya TKSM sebagai mitra kerja pemerintah,” ungkap dia.

Masih terkait itu, Dinas Sosial DIY baru saja menggelar Seleksi Pilar-Pilar Sosial berprestasi tingkat provinsi. Ada empat komponen Pilar-pilar Sosial Berprestasi yang diseleksi yakni tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat atau (PSM), Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan karang taruna. “Mereka yang diseleksi mewakili kabupaten dan kota se-DIY,” ujar Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas sosial DIY Agus Setyanto.

Hasilnya ada 4 pemenang tingkat provinsi. Pemenang I TKSK adalah Nur Kholis dari Kecamatan Pajangan Bantul. Selanjutnya karang taruna Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulonprogo. Kemudian Sukiyati asal Dusun Bulurejo, Semin, Semin, Gunungkidul menjadi pemenang I PSM. Adapun pemenang 1 LKS adalah Yayasan Panti Asuhan yatim Putri Islam RM Suryo Winoto dari Kelurahan Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. “Empat pemenang ini berhak mengikuti seleksi Pilar-Pilar Sosial Teladan tingkat Nasional 2019. Wakil dari DIY bakal bersaing dengan pemenang dari 30 provinsi se-Indonesia,” lanjutnya.

Nama-nama pemenang tingkat nasional provinsi ini juga telah dikirimkan ke pusat. Langkah ini menindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Nomor 1591/3.2/PB.04/2019 tanggal 1 Juli 2019 perihal Pemberitahuan Seleksi Pilar-Pilar Sosial Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019.

Mereka yang dinyatakan juara 1 tingkat nasional, penghargaan diberikan saat Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) pada 22 Desember 2019. Puncak peringatan HKSN dijadwalkan dihadiri Presiden RI Joko Widodo

Agus menambahkan, pilar-pilar sosial merupakan agent of community. Mitra pemerintah mewujudkan kemandirian. keberadaan mereka menjadi motor penggerak pemberdayaan sosial di masyarakat.

Terkait dengan seleksi mulai tahapan administrasi, verifikasi instrumen dan profil peserta. Dilanjutkan presentasi berupa pemaparan program dan kegiatan unggulan masing-masing. Tim penilai juga melakukan kunjungan lapangan.

Selain TKSDK, PSM, TKS dan Karang Taruna, seleksi juga dilakukan terhadap Wahana Kesejahteraan Sosial berbasis masyarakat (WKSBM). Namun khusus untuk WKSBM penilaiannya hanya sampai di tingkat provinsi saja. “Tidak dilanjutkan ke nasional”, sambung Agus. (kus/rg).

Ditulis oleh : budhi wibowo, Kepala Seksi Penyuluhan Sosial.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.