....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

Turut Berduka cita atas Berpulangnya Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie - Presiden RI ke-3 (1936 - 2019) ....Jasamu Bagi Indonesia Takkan Terlupakan...

PENSOSMAS DIY NGANGSU KAWRUH DI BPRSW

(Last Updated On: 22 Agustus 2019)

Yogyakarta (22/08/2019). Penyuluhan Sosial dimaksudkan sebagai gerak dasar dan awal untuk dapat lebih memberikan kesiapan dan manfaat program bagi sasaran yang ditandai adanya peningkatan pengetahuan, adanya kepercayaan dan keyakinan akan perubahan serta kesadaran dari sasaran untuk mempunyai rasa tanggung jawab penuh dalam diri sendiri schingga penyelenggaraan program kesejahteraan sosial dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik dalam setiap program penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penyuluh Sosial dan Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) sebagai pelakunya harus selalu meningkatkan kapasitasnya, sehingga informasi yang disampaikan harus berkualitas. 

Satu rombongan Penyuluh Sosial Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,  nampak memasuki halaman Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka sengaja datang jauh-jauh dari Kabupaten Gunungkidul untuk memenuhi undangan Kepala BPRSW DIY. Undangan tersebut dalam rangka kegiatan membangun jejaring dengan mitra kerja. Kegiatan membangun jejaring adalah kegiatan yang yang dilaksanakan rutin setiap tahun oleh BPRSW DIY. Dimaksudkan sebagai upaya untuk mengembangkan layanan dan mendekatkan serta memberikan informasi yang benar tentang pelayanan kesejahteraan sosial yang sudah telah dan akan dilaksanakan.

Untuk tahun 2019, BPRSW DIY ingin bergandeng tangan dengan para penyuluh sosial masyarakat. ==Pensosmas ini, di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya ada di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 44 orang==. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya peserta berasal dari lembaga dan atau instansi mitra kerja BPRSW DIY. Tentunya diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan pelayanan, jumlah klien yang ditangani serta pengembangan metode strategi dan teknik pelayanan.

Hadir 3 orang narasumber dan menyampaikan informasi. Pertama, adalah kepala BPRSW, Suprapti. Narasumber kedua dari Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Seksi Penyuluhan Sosial, Budhi Wibowo dan pekerja sosial BPRSW, Satimin. Mereka memberikan materi masing-masing sebanyak 3 jam latihan.

Kepala BPRSW DIY, Suprapti dalam sambutan dan pengarahan pembukaan menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Informasi tentang BPRSW DIY disampaikan runtut. Layanan yang diberikan diperuntukkan bagi para wanita rawan sosial ekonomi, wanita tuna susila, wanita korban tindak kekerasan, wanita pekerja migran bermasalah sosial dan wanita korban perdagangan orang (trafficking). Suprapti mengatakan, di BPRSW DIY ada 3 pelayanan; yaitu layanan reguler, Wisma Bunda dan Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC). Masih kata Suprapti, saat ini sedang dikembangkan program atau kegiatan CEpat LIndungi MAsyarakat (CELIMA). Ini adalah satu program dan kegiatan inovasi untuk tanggap darurat memberikan layanan kepada mereka yang membutuhkan pelayanan dengan segera.

Budhi Wibowo menyampaikan materi berjudul Peranan Penyuluh Sosial Masyarakat dalam penanganan permasalahan Wanita Rawan Sosial Ekonomi dan Psikologi. Dia menyampaikan materi tersebut dengan melibatkan para peserta untuk berinteraksi. Menurut Budi, para penyuluh sosial masyarakat dapat menampilkan peran-peran tertentu dalam penyuluhan kepada masyarakat. Para penyuluh sosial masyarakat adalah bagian dari pekerja sosial dan pekerjaan sosial. Peran para penyuluh sosial masyarakat adalah peran profesional yang dilandasi keilmuan, juga menggunakan prinsip praktek pekerjaan sosial yang memungkinkan terlindunginya teman sejawat, masyarakat penerima penyuluhan dan diri mereka sendiri.

Budi juga mengatakan, bahwa dalam memberikan penyuluhan yang mereka juga harus memegang teguh prinsip praktek etik pekerjaan sosial. Ini memungkinkan mereka bisa bekerja dengan baik, menghargai hak dan martabat masyarakat yang diberi informasi, juga memungkinkan mereka terhindar dari praktek-praktek penyuluhan yang tidak mengedepankan unsur penghargaan terhadap semua pihak.

Penyuluh Sosial Masyarakat, Terdepan, Terpercaya. (wb)

Kegiatan ini berakhir dengan sebuah sesi diskusi dan tanya jawab tentang berbagai hal yang menurut penulis adalah sebuah dinamika satu bentuk komunikasi timbal balik antara narasumber dan para peserta yaitu para penyuluh sosial masyarakat.

Ditulis oleh : budhi wibowo, Kasi Penyuluhan Sosial.

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.