....SEMUA BENTUK PELAYANAN DI DINAS SOSIAL DIY TIDAK DIPUNGUT BIAYA......MEMBANTU MASYARAKAT ADALAH KEPUASAN KAMI......

,

Turut Berduka cita atas Berpulangnya Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie - Presiden RI ke-3 (1936 - 2019) ....Jasamu Bagi Indonesia Takkan Terlupakan...

WKSBM DARI, OLEH DAN UNTUK MASYARAKAT

(Last Updated On: 21 Agustus 2019)


Yogyakarta (19/08/2019). Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) ditumbuhkan oleh masyarakat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Semangat gotong royong saling berbagi menjadi sebuah spirit untuk tumbuhnya kebersamaan di dalam masyarakat. Di sisi lain pembangunan sosial tidak bisa hanya dilaksanakan oleh pemerintah tapi harus ada peran serta dari masyarakat yang dalam hal ini bisa diwadahi dengan sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang kita sebut dengan WKSBM.

Seksi penyuluhan sosial Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta menginisiasi untuk melaksanakan penyuluhan sosial tingkat desa. Pelaksanaannya di 10 lokasi, semuanya ada di kabupaten Gunungkidul mulai tanggal 8 Agustus sampai dengan tanggal 15 Agustus 2019. Dalam 1 hari dilaksanakan 2 lokasi dengan menugaskan beberapa petugas. Semua lokasi sosialisasi dipilih di Kabupaten Gunungkidul berkaitan dengan ide dasarnya adalah untuk penyampaian informasi untuk penumbuhan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan WKSBM. Penumbuhannya di Kabupaten Gunungkidul karena diharapkan akan dikawal proses penumbuhan dan pada tataran pelaksanaan oleh para penyuluh sosial masyarakat yang berjumlah 44 orang di Kabupaten Gunungkidul

Lokasi penyuluhan tingkat desa dengan fokus materi utama adalah pembentukan WKSBM adalah Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul; Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul; Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul; Desa Pengkok; Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul; Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul; Desa Candirejo Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul; Desa Nglindur dan Desa Jerukwudel, Kecamatan Girisubo serta desa Grogol dan desa Pampang di Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Jumlah peserta yang hadir di setiap lokasi penyuluhan sebanyak 40 orang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, pendamping PKH, kader-kader yang ada di tingkat desa, TKSK, PSM termasuk didalamnya adalah penyuluh sosial masyarakat. Narasumber di setiap lokasi sebanyak 3 orang terdiri dari para penyuluh sosial fungsional di Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, praktisi yang membidangi atau yang menguasai tentang Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten dan Provinsi serta Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta

Praktisi Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat yang dihadirkan di setiap lokasi adalah ada Nuryuwono dari Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras, Suprapti dari Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita dan Kristianto serta Prih Wardoyo dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial. Dalam pelaksanaan penyuluhan sosial tersebut juga dilakukan testimoni atau penyampaian tentang pengalaman bagi mereka yang telah melaksanakan WKSBM di lingkungannya. Diantaranya pernah menjadi juara di setiap perlombaan yang dilakukan di Daerah Istimewa Yogjakarta. Para penyampai testimoni sebenarnya adalah mereka juga para penyuluh sosial masyarakat yang telah lebih dahulu mendapatkan kesempatan untuk membentuk Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat.

Harapannya setelah diadakan penyuluhan sosial tentang Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat tersebut masyarakat akan tumbuh kepedulian untuk membentuk WKSBM. Minimal sebanyak 10 WKSBM baru. Setelah kepengurusan terbentuk dan WKSBBM terbentuk nantinya kepengurusan tersebut diharapkan ada sinergi dengan bidang pemberdayaan sosial. Mereka diharapkan memperoleh pelatihan dan keterampilan dasar tentang pengelolaan WKSBM.

Setelah dilaksanakan penyuluhan sebanyak 10 WKSBM baru terbentuk, dengan kepengurusan yang lengkap. Data tersebut sedang diolah di Seksi Penyuluhan Sosial untuk diserahkan kepada seksi yang menangani Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSM) atau yang menangani tentang Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogjakarta. Pada satnya nanti mampu turut berkiparh dalam menghimpun berbagai potensi dan sumber yang ada di lingkungannya dan berbagi peduli dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial PMKS.

Pelaksanaan penyuluhan dengan lesehan dimaksudkan untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab. Peserta diajak diskusi dan ice breaking untuk memecahkan masalah masalah sederhana. Alat-alat permainan sederhana diberikan untuk praktek menjalin relasi.(wb)

Ditulis oleh : budhi wibowo, Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Sosial DIY

Tuliskan Pesan, Pertanyaan, ataupun Pengaduan di kotak/form yang tersedia di bawah ini. Administrator kami akan membalas sesegera mungkin. Terima kasih.

avatar
1000
  Subscribe  
Notify of
Marquee Powered By Know How Media.